Ruang Diorama, BERITA UIN Online – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Yusron Razak kembali mengingatkan kegiatan orientasi mahasiswa baru berupa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang akan digelar pada pekan mendatang harus berjalan sesuai harapan bersama. Kegiatan PBAK harus bersifat akademis dan menghindari unsur perpeloncoan atau kekerasan fisik.a

“Kami ingatkan sekali lagi kegiatan PBAK harus mencerminkan mutu akademik. Mahasiswa baru jangan dijadikan ajang perpeloncoan dari mahasiswa senior,” kata Yusron saat memberi pengarahan pada rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan PBAK mahasiswa baru UIN Jakarta tahun akademik 2017/2018 di Ruang Diorama Auditorium Harun Nasution, Senin (14/8/2017). Rapat dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Fadhilah Suralaga, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama Drs Zaenal Arifin MPdI, Kepala Bagian Keuangan Siti Sugiarti, Kepala Bagian Kerja Sama Drs Zulkifli Noor, dan sejumlah kepala sub bagian. Hadir pula dari unsur pelaksana pengurus Senat Mahasiswa (Sema) dan Dewan Mahasiswa (Dema) serta beberapa perwakilan unit kegiatan mahasiswa (UKM). Rapat dipimpin Kepala Sub Bagian Bina Bakat Mahasiswa R. Trisno Riyadhi MM.

Sementara itu, Fadhilah Suralaga juga mengingatkan, kegiatan PBAK harus lebih diarahkan kepada pengenalan visi dan misi UIN Jakarta. Sesuai tujuan PBAK, mahasiswa baru penting mengetahui dan memahami secara mendalam proses perkuliahan yang akan dialami nanti. Tak hanya di bidang akademik tetapi juga bidang kemahasiswaan, baik secara administratif maupun organisasi kampus.

“Kami mendukung kegiatan (PBAK) tersebut dan harus terlaksana dengan baik, terprogram, dan terstruktur serta saling berkoordinasi,” katanya.

Yusron mengatakan kegiatan PBAK dari sebelumnya bernama Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) substansinya sama, yaitu mengenalkan lingkungan kampus kepada para mahasiswa baru agar mereka mengetahui proses tentang pembelajaran yang diselenggarakan di UIN Jakarta.

Dalam pelaksanaannya nanti mahasiswa tak hanya dikenali semata tentang kegiatan-kegiatan yang bersifat akademis dan kemahasiswaan melainkan juga tentang bela negara. Menurut rencana, materi pengenalan bela negara akan disampaikan langsung oleh Kementerian Pertahanan RI sesudah upacara pembukaan di lapangan.

Materi tersebut, kata Yusron, sudah menjadi program Kemenhan bahwa bela negara merupakan salah satu program pemerintah yang harus diberikan kepada para mahasiswa baru saat orientasi di semua perguruan tinggi.

“Jadi, materi bela negara ini hanya Kemenhan yang punya otoritas. Kita serahkan kepada mereka sepenuhnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Yusron juga mengharapkan agar seluruh rangkaian kegiatan PBAK berjalan baik dan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pelaksanaan PBAK dimulai pada 21-24 Agustus 2017 yang diawali dengan acara gladi resik pada 21 Agustus 2017. Waktunya mulai pukul 07.00 hingga pukul 17.00.

Ia menegaskan, jika ada panitia di tingkat jurusan yang meminta penambahan waktu di luar waktu yang ditetapkan hal itu menjadi tanggung jawab pimpinan fakultas masing-masing. “Dalam konteks kegiatan PBAK pukul 17.00 itu sudah selesai. Jadi, jika nanti ada yang meminta penambahan waktu maka pimpinan fakultas yang bertanggung jawab,” tandasnya.

PBAK bertema “Mentranformasikan Nilai-nilai Keislaman dan Keindonesiaan yang inklusif dan Berkarakter” itu akan dilaksanakan oleh Dema Universitas dan Dema Fakultas dengan pengawasan dari Sema masing-masing serta unsur pimpinan fakultas dan universitas. Sebanyak 6.000 mahasiswa baru akan memadati kampus dan mengikuti kegiatan tersebut selama empat hari termasuk gladi resik. (ns)

Share This