Jaenal Aripin: Susun Skripsi Perlu Perhatikan Banyak Aspek

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Gedung FSH, UIN Online – Banyak hal yang harus diperhatikan seorang mahasiswa dalam menyusun skripsi. Sebab, skripsi bukanlah karya sembarangan, melainkan karya akademik yang harus mengikuti standar-standar akademik yang telah ditentukan. Hal itu diungkapkan Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Dr Jaenal Aripin MA dalam Pelatihan Penulisan Skripsi yang digelar  Tim Dosen Pembina Mahasiswa dan Alumni FSH  bekerja sama dengan Forum Insan Perdata (Fiper), Forum Studi Perempuan dan Law Student Community di Ruang Teater Lantai 6 FSH, Selasa (13/7).

Lebih lanjut Jaenal menjelaskan, skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau studi kepustakaan yang disusun mahasiswa sesuai dengan bidang studinya sebagai tugas akhir dalam studi formalnya. Skripsi menjadi salah satu syarat bagi seorang mahasiswa untuk lulus kuliah dan mendapatkan gelar sarjana.

“Sebelum menyusun skripsi, perlu diketahui dahulu permasalahan dan penyebabnya secara jelas sehingga tidak menyulitkan dalam merumuskan penulisan skripsi,” tutur dosen Peradilan Agama FSH ini.

Jaenal juga menambahkan sebelum skripsi dibuat, terlebih dahulu perlu disusun proposalnya, karena 70 persen  keberhasilan skripsi ditentukan oleh proposal.  “Setelah proposal skripsi beres, mulailah menulis skripsi yang sistematis sesuai dengan aspek penulisan dimulai dengan langkah pertama yaitu menentukan latar belakang masalah yang terdiri dari beberapa komponen seperti filosofis, historis, yuridis, teori yang telah ada, kekontemporeran dan realitas yang dapat diketahui seseorang secara empiris  kemudian disusun berdasarkan pola prinsip penyusunan dari umum menuju khusus,” kata Jaenal.

Setelah latar belakang selesai, langkah selanjutnya menurut Jaenal, yakni identifikasi masalah yang berisi uraian terkait dengan masalah yang diteliti. Kemudian diteruskan pembatasan masalah berkaitan dengan fokus cakupan masalah yang diteliti dilanjutkan dengan perumusan masalah yang menguraikan  kenyataan yang tidak sesuai dengan realitas yang dapat dirumuskan baik dengan pernyataan (statement) maupun pertanyaan( apa, siapa, bagaimana).

Masih menurut Jaenal, langkah berikutnya, yaitu menentukan tujuan penelitian yang mengungkapkan manfaat dan nilai guna dari penelitian tersebut. Setelah tujuan penelitian diketahui, kemudian menentukan metode penelitian yang memaparkan pendekatan atau teknik penelitian yang digunakan untuk mendapatkan sumber dan mengolah data.

Setelah metode penelitian dibuat, kemudian lanjut dengan langkah terakhir yaitu sistematika penulisan yang berisi deskripsi karya tulis per bab dengan uraian yang dibuatkan dalam bentuk esai yang menggambarkan alur dan struktur dari bagian skripsi.

“Sumber data dalam skripsi ada dua, yakni data kuantitatif dan data kualitatif. Untuk data kuantitatif disusun dengan menggunakan tabel sedangkan data kualitatif menggunakan teks sebagai penjelasnya,” jelas Jaenal. []

 

 

Jaenal Aripin: Susun Skripsi Perlu Perhatikan Banyak Aspek

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Gedung FSH, UIN Online – Banyak hal yang harus diperhatikan seorang mahasiswa dalam menyusun skripsi. Sebab, skripsi bukanlah karya sembarangan, melainkan karya akademik yang harus mengikuti standar-standar akademik yang telah ditentukan. Hal itu diungkapkan Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Dr Jaenal Aripin MA dalam Pelatihan Penulisan Skripsi yang digelar  Tim Dosen Pembina Mahasiswa dan Alumni FSH  bekerja sama dengan Forum Insan Perdata (Fiper), Forum Studi Perempuan dan Law Student Community di Ruang Teater Lantai 6 FSH, Selasa (13/7).

Lebih lanjut Jaenal menjelaskan, skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau studi kepustakaan yang disusun mahasiswa sesuai dengan bidang studinya sebagai tugas akhir dalam studi formalnya. Skripsi menjadi salah satu syarat bagi seorang mahasiswa untuk lulus kuliah dan mendapatkan gelar sarjana.

“Sebelum menyusun skripsi, perlu diketahui dahulu permasalahan dan penyebabnya secara jelas sehingga tidak menyulitkan dalam merumuskan penulisan skripsi,” tutur dosen Peradilan Agama FSH ini.

Jaenal juga menambahkan sebelum skripsi dibuat, terlebih dahulu perlu disusun proposalnya, karena 70 persen  keberhasilan skripsi ditentukan oleh proposal.  “Setelah proposal skripsi beres, mulailah menulis skripsi yang sistematis sesuai dengan aspek penulisan dimulai dengan langkah pertama yaitu menentukan latar belakang masalah yang terdiri dari beberapa komponen seperti filosofis, historis, yuridis, teori yang telah ada, kekontemporeran dan realitas yang dapat diketahui seseorang secara empiris  kemudian disusun berdasarkan pola prinsip penyusunan dari umum menuju khusus,” kata Jaenal.

Setelah latar belakang selesai, langkah selanjutnya menurut Jaenal, yakni identifikasi masalah yang berisi uraian terkait dengan masalah yang diteliti. Kemudian diteruskan pembatasan masalah berkaitan dengan fokus cakupan masalah yang diteliti dilanjutkan dengan perumusan masalah yang menguraikan  kenyataan yang tidak sesuai dengan realitas yang dapat dirumuskan baik dengan pernyataan (statement) maupun pertanyaan( apa, siapa, bagaimana).

Masih menurut Jaenal, langkah berikutnya, yaitu menentukan tujuan penelitian yang mengungkapkan manfaat dan nilai guna dari penelitian tersebut. Setelah tujuan penelitian diketahui, kemudian menentukan metode penelitian yang memaparkan pendekatan atau teknik penelitian yang digunakan untuk mendapatkan sumber dan mengolah data.

Setelah metode penelitian dibuat, kemudian lanjut dengan langkah terakhir yaitu sistematika penulisan yang berisi deskripsi karya tulis per bab dengan uraian yang dibuatkan dalam bentuk esai yang menggambarkan alur dan struktur dari bagian skripsi.

“Sumber data dalam skripsi ada dua, yakni data kuantitatif dan data kualitatif. Untuk data kuantitatif disusun dengan menggunakan tabel sedangkan data kualitatif menggunakan teks sebagai penjelasnya,” jelas Jaenal. []