Jadikan al-Qur’an sebagai Bacaan Utama

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Masjid Fathullah, BERITA UIN Online - Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam sudah selayaknya tetap menjadi bacaan utama di bulan Ramadhan. Karena itu, seorang muslim sejati hendaknya menjadikan al-Qur’an sebagai salah satu mediasi untuk medekatkan diri kepada Allah SWT.

“Rasulullah di sepuluh hari terakhir, memfokuskan diri untuk lebih taqarrub kepada Allah SWT. Sampaikan curahan hati kita dengan rendah hati di waktu terbaik yang telah ditentukan,” kata Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Prof Dr M Amin Suma SH MA MM dalam tausyiah itikaf di Masjid Fathullah UIN Jakarta, Selasa (23/8).

Amin Suma menjelaskan, pentingnya al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sangatlah besar. Baginya, al-Qur’an sudah cukup menjawab masalah yang kerap terjadi pada manusia. Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan biasa, tapi jauh dari itu al-Qur’an sebagai pemberi ketenangan batin bagi mereka yang membaca.

“Kenapa al-Qur’an berisi 30 juz, setidaknya memudahkan untuk kita agar dalam satu hari dapat mengkhatamkan satu juz. Ketika sekarang memasuki hari ke-23 puasa, kita seharusnya minimal sudah sampai pada surah Yasin,” jelasnya.

Syiar malam iktikaf di Masjid Fathullah, diadakan sejak Sabtu hingga Minggu (20-28/8). Untuk para pembimbing tausyiah, diisi seperti Prof Dr M Amin Suma, Ust Drs Hanif Fakhri SH MH, Dr KH Ahmad Mukri Aji MA.