Jadi Universitas Riset, Empat Hal ini Akan Dipenuhi UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA dalam gala dinner dengan para jurnalis alumni UIN Jakarta, Sabtu (30/4/2016) malam. UIN Jakarta akan mengalokasikan hibah riset 30% dari dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), memperkuat riset internasional dosen, riset universitas dengan pemerintah daerah dan industri, dan memperkuat riset di kalangan mahasiswa.

Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA dalam gala dinner dengan para jurnalis alumni UIN Jakarta, Sabtu (30/4/2016) malam. UIN Jakarta akan mengalokasikan hibah riset 30% dari dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), memperkuat riset internasional dosen, riset universitas dengan pemerintah daerah dan industri, dan memperkuat riset di kalangan mahasiswa.

Rg. Uni Club, BERITA UIN Online—UIN Jakarta akan mengalokasikan hibah riset 30% dari dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), memperkuat riset internasional dosen, riset universitas dengan pemerintah daerah dan industri, dan memperkuat riset di kalangan mahasiswa. Penguatan riset di tiga bidang ini merupakan ikhtiar menjadikan UIN Jakarta sebagai universitas riset.

Hal ini disampaikan Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA dalam gala dinner dengan para jurnalis alumni UIN Jakarta, Sabtu (30/4/2016) malam, akhir pekan lalu. “Ini adalah beberapa hal yang menjadi indikator sejauhmana usaha kita mengerek UIN Jakarta sebagai universitas riset,” ujarnya.

Dari sisi anggaran, UIN Jakarta tahun ini mengalokasikan dana hibah riset hingga Rp 30 miliar. Jumlah ini naik lebih dari 200 persen dibanding alokasi dana hibah yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada aspek riset internasional, UIN Jakarta tahun ini kembali mengalokasikan hibah riset internasional melalui skema riset internasional kolaboratif, visiting professor, dan hibah perjalanan konferensi akademik internasional. Melalui skema-skema ini, UIN Jakarta bisa mengirim dosen dan profesor UIN Jakarta melakukan riset di berbagai universitas luar negeri.

Melalui skema riset internasional, UIN Jakarta juga bisa menerima peneliti berbagai universitas dunia melakukan riset di UIN Jakarta. Pertengahan April lalu, delegasi UIN Jakarta dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Pusat Layanan Kerjasama Internasional mensosialisasikan dan mengundang para akademisi Kanada melakukan riset di UIN Jakarta.

Untuk riset universitas dengan pemerintah daerah dan provinsi, UIN Jakarta akan menyasar kalangan pemerintah daerah dan industri melalui skema pengabdian masyarakat. Selain Jawa Barat, DKI Jakarta, UIN Jakarta menyasar program riset ini di Banten.

Banten menjadi lokasi prioritas penelitian skema pengabdian mengingat sebagian besar program pengabdian masyarakat mahasiswa difokuskan di wilayah ini, seperti Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Banten juga dinilai memiliki banyak industri yang layak disasar sebagai mitra aktifitas riset.

“Saya telah meminta Pak Murodi (Wakil Rektor Bidang Kerjasama Prof. Dr. Murodi MA, red.) menginisiasi kerjasama dengan industri di kawasan ini,” paparnya.

Sementara itu, aktifitas riset mahasiswa dilakukan salahsatunya melalui pelatihan riset mahasiswa yang diselenggarakan Jumat-Sabtu (29-30/04). Pada kegiatan tersebut, 80 orang mahasiswa dari 11 fakultas UIN Jakarta mengikuti pelatihan metodologi dan praktek penelitian yang dipandu Bagian Kemahasiswaan dan Pusat Penelitian dan Penerbitan UIN Jakarta.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Yusron Razak M.Si mengatakan, pelatihan riset mahasiswa memasang dua output jangka pendek dalam pelaksanaan riset. Pertama, penyiapan para mahasiswa yang siap mengikuti kejuaraan riset mahasiswa. Kedua, menyiapkan mahasiswa yang siap mengasistensi riset dosen-peneliti UIN Jakarta.

“Kita menyadari, penguatan riset juga tidak hanya perlu dilakukan di kalangan dosen dan peneliti, melainkan juga para mahasiswa,” imbuhnya. (laporan Risa D/Ikhda K/ZM)