Jadi Santri, Bukan Alasan Tidak Berprestasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
159

Ayu Sajida Da’ad Arini

Ciputat, BERITA UIN online—Menjadi mahasiswa identik dengan tugas menumpuk dan sibuk dengan hiruk-pikuk kegiatan berorganisasi. Demikian pula halnya, dengan Ayu Sajida Da’ad Arini (disapa Aay), mahasiswi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta.Hampir setiap hari dia selalu mendapat tugas perkuliahan yang tidak sedikit.

Namun demikian, Aay masih bisa menyempatkan diri untuk mengaji selepas Magrib dan Subuh di Pesantren Luhur Sabilussalam,tempatnya mondok saat ini. Terbukti, sejak pertama kali menjadi mahasiswi peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Kesehatan Masyarakat tahun 2012, dirinya mampu mengukir dan menjaga prestasi akademik,serta aktif di berbagai organisasi.

“Tugas perkuliahan pada program studi Kesmas tidak melulu pada jam-jam aktif kuliah, tugas diluar jam perkuliahan pun tak kalah banyaknya. Oleh karena itu, acap kali menyita waktu libur. Hal ini memang lumrah adanya, karena di Kesmas dan mungkin fakultas serta jurusan lain, banyak teori yang juga harus melakukan praktek lapangan,” ujar pemilik akun instagram @aaydhe kepada BERITA UIN Online.AAY 4

Masih menurut Aay, motivasinya untuk memutuskan kuliah sembari mondok karena, ilmu agama harus senantiasa menjadi dasar dari ilmu-ilmu lainnya, terutama ilmu umum. “Ilmu agama adalah pondasi dari berbagai ilmu yang ada, oleh karenanya, menjadi luar biasa ketika kita mampu mengintegrasikan antara agama dan sains,” tandas gadis kelahiran Jember tersebut.

Mengenai cara Aay membagi waktu, dirinya mengaku cukup tegas dalam hal tersebut. Walau diakuinya, terkadang waktu istirahat sangat terbatas. “Paling penting adalah niat, dan tegas pada diri sendiri untuk mengatur waktu,” tandasnya.

Berbicara tentang prestasi, tidak sedikit yang telah Aay capai, terutama pada bidang akademik, sejak 2014. Tak hanya akademik, dalam organisasi pun Aay sempat menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa (HMPS)Kesmas periode 2015-2016, di sana lah Aay belajar mengolah komunikasi yang baik dan benar.

AAY 3Di tempat berbeda, Pengurus Bidang Kurikulum Pesantren Luhur Sabilussalam Ustadz Asep Anwar saat tim BERITA UIN Online menemuinya, ia menjelaskan bahwa pesantren saat ini tidak hanya khusus menerima mahasantri yang memiliki keilmuan linear (keagamaan). Namun saat ini, pesantren bisa menerima mahasantri dari berbagai latar belakang.

“Termasuk dari kesehatan, sains dan ranah keilmuan yang umum lainnya. Dengan hal itu, maka menjadikan warna tersendiri di pesantren, karena pemikiran saintis yang logis dan rasional bisa berpadu dalam pemikiran yang filosofis dan historis,” ungkap Asep.(fnh_lrf/ikhda)