Izin Prodi Kessos Keluar, Fidikom Potong Tumpeng

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Fidikom, BERITA UIN Online – Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) memotong tumpeng sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas keluarnya izin operasional Program Studi Kesejahteraan Sosial (Prodi Kessos). Acara pemotongan tumpeng dilakukan di Ruang Teater lantai dua Gedung Fidkom, Kamis (17/2), seusai digelar rapat dosen menjelang persiapan perkuliahan semester genap tahun akademik 2010/2011. Hadir Dekan Fidikom Dr Arief Subhan, para pembantu dekan, para ketua jurusan, serta sejumlah guru besar Fidikom.

Dekan Fidikom Dr Arief Subhan menyatakan, keluarnya izin operasional Prodi Kessos merupakan suatu keberhasilan yang patut disyukuri. Sebab, untuk memperoleh status program studi dibutuhkan perjuangan dan kerja keras, bahkan perlu keseriusan serta kesabaran menanganinya.

“Kami bersyukur setelah menanti cukup lama, izin operasional Prodi Kessos akhirnya keluar juga,” katanya.

Prodi Kessos memperoleh izin operasional setelah dikeluarkannya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor Dj.I/148/2011 tertanggal 8 Februari 2011 dan rekomendasi dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional RI Nomor 3223.5/D2.2/2010 tertanggal 27 Desember 2010. Sebelumnya Kessos berstatus sebagai konsentrasi di bawah Prodi Pengembangan Masyarakat Islam.

Menurut Ketua Jurusan Kessos Siti Nafsiah MSW, Konsentrasi Kessos dibuka sejak tahun 2003. Pembukaan Kessos bertujuan untuk mencetak para sarjana yang ahli dalam bidang kesejahteraan sosial, seperti pegiat sosial (LSM) dan sebagai pegawai di Kementerian Sosial. Jumlah mahasiswa Kessos hingga kini mencapai 300 orang dan telah meluluskan sebanyak 10 angkatan.

“Setelah resmi menjadi prodi, kami kini akan berupaya untuk menjaga kredibilitas dan mengembangkan keunggulan Kessos di masa mendatang,” ujarnya.

Dengan keluarnya izin Prodi Kessos, Fidikom kini memiliki lima prodi (Manajemen Dakwah, Pengembangan Masyarakat Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Kesejahteraan Sosial) dan dua konsentrasi (Jurnalistik, Manajemen Haji dan Umrah). Dua konsentrasi terakhir ini kini sedang diproses perizinannya di Kementerian Agama untuk memperoleh status sebagai prodi. (ns)