IT Berperan Penting Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Akhwani Subkhi

Syahida Inn, UIN OnlineInformation Teknologi (IT) memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi. Melalui IT sistem pelayanan akademik dan administrasi lebih efektif. Selain itu, setiap orang bisa mengakses berbagai pengetahuan dan belajar di mana pun dan kapan pun tanpa harus duduk di ruang kelas. Hal ini disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) Cahyana Ahmadjayadi saat memberikan keynote speech pada Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) UIN di Syahida Inn, Kamis, (14/1).

Menurut Cahyana, IT bagi perguruan tinggi memiliki dua nilai tambah yakni yang primary dan secondary. Dalam primary IT memiliki lima nilai yakni dapat meningkatkan performace belajar mengajar, memberdayakan anggota fakultas dan staf akademik, mengelola intelektual kapital dan pengetahuan kolektif, memperlancar penelitian dan akuisisi pengetahuan, dan mengembangkan produk dan layanan baru.

Sedangkan dalam secondary IT memiliki nilai lima juga yakni, dapat mengoptimalkan proses administrasi, mengoptimalkan sumberdaya dan fasilitas kampus, membantu manajemen dan aktifitas membuat keputusan, memungkinkan efektifitas komunikasi dan koordinasi, dan mengelola hubungan dan kemitraan dengan pihak ketiga.

“Dengan adanya IT paradigma proses pembelajaran mengalami perubahan misalnya dari teacher centered instruction ke student centered instruction, dari single media ke multi media, dari factual thinking ke critical thinking,” kata Cahyana.

Selain mengubah paradigma proses pembelajaran, ia melanjutkan, IT juga mengubah paradigma institusi pembelajaran. Dia mencontohkan melalui IT belajar bukan lagi once a life tapi life long learning, single mode institution menjadi multi mode institution, dan isolated institution menjadi cooperating institution.

Menurut dia ada tiga domain dalam perencanaan penerapan IT di perguruan tinggi, yakni demand, strategi, dan supply. Deman meliputi nilai, manfaat, sasaran, tujuan, dan misi penerapan IT. Strategi mencakup tata kelola, manajemen, kebijakan, standar, regulasi, strategi, dan struktur. Sedangkan supply meliputi masyarakat atau pengguna, konten/pengetahuan, infrastuktur/perangkat keras, dan sistem/aplikasi.

Dia berharap melalui IT UIN dapat membantu meluruskan informasi tentang Islam yang beredar di internet karena banyak yang menyesatkan. Selama ini UIN dianggap sebagai institusi yang memiliki sumber daya manusia kredibel dalam wacana keislaman. “Jika UIN memakai IT maka target ingin masuk dalam 500 universitas top dunia bisa terwujud dalam waktu tak begitu lama. Sekarang sudah ada NICT maka pergunakan sebaik-baiknya untuk capai target tersebut” ungkapnya.

Ia menyarankan agar UIN memiliki program akademik seperti riset yang kompetitif secara global dan program profesional yang berstandar nasional maupun internasional. UIN juga perlu mengembangkan infrastruktur IT yang berkelas dunia untuk proses belajar mengajar, riset, dan administrasi akademik. Intinya pengembangan tata kelola IT untuk mendukung aktifitas pendidikan.

 

 

IT Berperan Penting Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Akhwani Subkhi

Syahida Inn, UIN OnlineInformation Teknologi (IT) memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi. Melalui IT sistem pelayanan akademik dan administrasi lebih efektif. Selain itu, setiap orang bisa mengakses berbagai pengetahuan dan belajar di mana pun dan kapan pun tanpa harus duduk di ruang kelas. Hal ini disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) Cahyana Ahmadjayadi saat memberikan keynote speech pada Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) UIN di Syahida Inn, Kamis, (14/1).

Menurut Cahyana, IT bagi perguruan tinggi memiliki dua nilai tambah yakni yang primary dan secondary. Dalam primary IT memiliki lima nilai yakni dapat meningkatkan performace belajar mengajar, memberdayakan anggota fakultas dan staf akademik, mengelola intelektual kapital dan pengetahuan kolektif, memperlancar penelitian dan akuisisi pengetahuan, dan mengembangkan produk dan layanan baru.

Sedangkan dalam secondary IT memiliki nilai lima juga yakni, dapat mengoptimalkan proses administrasi, mengoptimalkan sumberdaya dan fasilitas kampus, membantu manajemen dan aktifitas membuat keputusan, memungkinkan efektifitas komunikasi dan koordinasi, dan mengelola hubungan dan kemitraan dengan pihak ketiga.

“Dengan adanya IT paradigma proses pembelajaran mengalami perubahan misalnya dari teacher centered instruction ke student centered instruction, dari single media ke multi media, dari factual thinking ke critical thinking,” kata Cahyana.

Selain mengubah paradigma proses pembelajaran, ia melanjutkan, IT juga mengubah paradigma institusi pembelajaran. Dia mencontohkan melalui IT belajar bukan lagi once a life tapi life long learning, single mode institution menjadi multi mode institution, dan isolated institution menjadi cooperating institution.

Menurut dia ada tiga domain dalam perencanaan penerapan IT di perguruan tinggi, yakni demand, strategi, dan supply. Deman meliputi nilai, manfaat, sasaran, tujuan, dan misi penerapan IT. Strategi mencakup tata kelola, manajemen, kebijakan, standar, regulasi, strategi, dan struktur. Sedangkan supply meliputi masyarakat atau pengguna, konten/pengetahuan, infrastuktur/perangkat keras, dan sistem/aplikasi.

Dia berharap melalui IT UIN dapat membantu meluruskan informasi tentang Islam yang beredar di internet karena banyak yang menyesatkan. Selama ini UIN dianggap sebagai institusi yang memiliki sumber daya manusia kredibel dalam wacana keislaman. “Jika UIN memakai IT maka target ingin masuk dalam 500 universitas top dunia bisa terwujud dalam waktu tak begitu lama. Sekarang sudah ada NICT maka pergunakan sebaik-baiknya untuk capai target tersebut” ungkapnya.

Ia menyarankan agar UIN memiliki program akademik seperti riset yang kompetitif secara global dan program profesional yang berstandar nasional maupun internasional. UIN juga perlu mengembangkan infrastruktur IT yang berkelas dunia untuk proses belajar mengajar, riset, dan administrasi akademik. Intinya pengembangan tata kelola IT untuk mendukung aktifitas pendidikan.