ISRSF Tawarkan Beasiswa PhD

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Diorama, BERITA UIN Online– Bagi Anda yang ingin menjadi ilmuan, Indonesian Scholarship and Research Support Foundation (ISRSF) menawarkan beasiswa selama 7 tahun untuk kuliah di Northwesrtern University, Chicago, Amerika Serikat (AS) sampai meraih gelar doktor (PhD). Satu tahun untuk mendapatkan Arryman Fellow, dan 6 tahun kemudian untuk menyelesaikan program doktor.

“Kami memberikan kesempatan kepada Anda yang betul-betul ingin menjadi scholar (sarjana/ilmuan) yang betul-betul menekuni di bidang itu. Kami tidak memberikan beasiswa ini bagi mereka yang berkiprah di birokrasi, LSM, pengamat politik, atau lainnya. Tapi mereka yang betul-betul fokus pada scholarship,” ujar Direktur Eksekutif ISRSF Benny Subianto kepada sivitas akademik UIN Jakarta di Ruang Diorama Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Senin (17/12/2012).

Menurutnya, pemberian beasiswa seperti ini penting dan dibutuhkan, mengingat saat ini sedikit para sarjana bergelar doktor yang serius dan tekun pada bidang keilmuan. “Banyak di Indonesia yang bergelar PhD, tetapi yang fokus menjadi scholar yang mau menjadi cendikiawan atau ilmuan itu sedikit,” katanya.

Dari UIN Jakarta, lanjut dia, belum ditemukan kembali sarjana-sarjana yang mau berkiprah seperti Prof Dr Nurcholish Madjid. “Orang seperti dia sedikit dan langka,” terang dia.

Untuk menghasilkan doktor-doktor kelas dunia itu, tegas dia, ISRSF tergerak untuk memberikan beasiswa. Bahkan, lembaga ini pun menjamin bagi mereka yang telah dapat menyabet gelar PhD dari kampus rangking ke-19 tingkat dunia tahun 2012 versi Times Higher Education ini, untuk bekerja pada The Indonesia School of Public Policy and Social Science.

“Gaji meski tidak sebesar pejabat Bank Indonesia, tapi kami punya standar lebih dari rerata di Indonesia. Mereka nanti tinggal mengajar, meneliti, dan memberikan sumbangan pemikiran kepada masyarakat. Jadi tidak perlu lagi memikirkan angsuran rumah, mobil, atau lainnya,” janjinya.

Untuk mendaptakan beasiswa tersebut, jelas Benny, tapi calon pelamar akan diseleksi secara ketat oleh tiga profesor dari lembaga ini. “Mau dari S1 atau S2, sama saja peluangnya, karena, ketika seseorang dinyatakan lulus seleksi, maka kita anggap nol,” beber dia.

Saat ini, lembaga yang berkantor di Menara Rajawali Lt 6 di kawasan Kuningan Jakarta Selatan ini, telah menerima tiga orang Arryman Fellow. Pelamar yang lulus dari Arryman Fellow, maka ia berhak mendapatkan Arryman Scholarship. “Semua biaya kami tanggung, dua di antaranya lulusan magister. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi website kami di www.ISRSF.org,” imbuhnya.

Beasiswa ini sengaja mengambil nama Arryman. Dia adalah Dr Arif Arryman (1956-2010), alumni S1 dari ITB, mendapat dua gelar master di bidang teknik pada salah satu universitas di Bangkok dan bidang ekonomi dari Universitas Sorbonne di Paris, Perancis, bersamaan dengan gelar doktornya yang dilaluinya dengan predikat summa cumlaude di bidang ekonomi pada universitas yang sama.

Salah satu pendiri ECONIT ini pernah mengisi berbagai macam jabatan, seperti Penasihat Senior Menko Ekuin 1999-2001, Penasehat Menteri Keuangan 2001, Komisaris Bank BNI 2000-2006, Komisaris PT. Telkom Tbk. 2002-, Komisaris PT. Semen Gresik Tbk. 2007-, dan lain-lain. (da/ Saifudin)