Israel Ingin Hancurkan Akhlak Muslim Palestina

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Utama, UIN Online – Aksi Israel untuk menguasai tanah Palestina hingga kini masih berlanjut. Bahkan, aksi itu tak sekadar menguasai wilayah melainkan juga terus berusaha untuk melemahkan akhlak dan mental perjuangan bangsa Palestina. Di antara caranya dengan menyebarkan minum-minuman beralkohol maupun narkoba kepada para pemuda Muslim.

Hal itu dikemukakan Deputi Mufti Besar Palestina, Mohammed Abo Alrob, pada kuliah umum yang digelar di Auditorium Utama, Kamis (25/3). Tampak hadir sejumlah pejabat dari Kedubes Palestina di Jakarta dan sejumlah pejabat UIN Jakarta.

“Ulah Israel itu bertujuan agar bangsa Palestina lemah dan kehilangan harapan, sehingga mereka (bangsa Israel) mudah menguasai Palestina,” ujarnya.

Dia menegaskan, tanah Palestina adalah wakaf umat Islam. Ia tak hanya milik bangsa Palestina tetapi juga milik umat Islam dunia yang mentauhidkan Allah. Karena sebagai wakaf umat Islam, lanjutnya, tanah itu tak mungkin akan diberikan kepada bangsa Yahudi walau sejengkal sekalipun.

Mufti menggambarkan tentang beberapa penderitaan yang dialami bangsa Palestina atas ulah Yahudi Israel saat ini. Menurut dia, warga Palestina kini banyak kehilangan tempat tinggal, bahkan anak-anak pun kehilangan tempat bermain karena dijajah. Penduduk asli Palestina dihalau, dan sebaliknya mendatangkan orang-orang Yahudi dari negara lain untuk tinggal dan menetap di Palestina.

“Jika kita (umat Islam) masih menghormati mereka (Yahudi) sebagai manusia, mereka malah menghina dan mengusir kami (bangsa Palestina),” ungkap Mohamamed Alrob, yang juga Mufti di Jericho, Palestina.

Mufti mengatakan, Palestina tidak memilik kekayaan apapun, termasuk minyak. Orang-orang Palestina banyak digaji dari kemurahan hati (sedekah) negara-negara Islam lain. Air yang menjadi hak setiap orang, kini pun harus mendapat izin dari Yahudi. “Daerah-daerah subur juga sudah dikuasai Yahudi,” tegas Mufti.

Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah, Prof Dr Abuddin Nata, yang berbicara mewakili Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat menyatakan, Palestina adalah negara merdeka yang kini sedang dijajah Israel. Karena itu, sebagai saudara seiman, umat Islam Indonesia sangat mendukung perjuangan bangsa Palestina.

“Kami juga berdoa agar umat Islam di Palestina diberi kesabaran dan ketabahan,” katanya.

Mufti banyak berterima kasih kepada umat Islam Indonesia yang terus mendukung dan membantu perjuangan bangsa Palestina. Terima kasih juga ia sampaikan kepada para dosen dan mahasiswa UIN Jakarta yang telah memberinya kesempatan berceramah.

Lebih dari 500 mahasiswa memadati gedung Auditorium Utama pada kuliah umum yang difasilitasi Internastional Office (IO) UIN Jakarta tersebut. Mereka ikut memberikan dukungan dan semangat atas perjuangan bangsa Palestina terhadap bangsa penjajah Israel.* (ns)

 

Israel Ingin Hancurkan Akhlak Muslim Palestina

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Utama, UIN Online – Aksi Israel untuk menguasai tanah Palestina hingga kini masih berlanjut. Bahkan, aksi itu tak sekadar menguasai wilayah melainkan juga terus berusaha untuk melemahkan akhlak dan mental perjuangan bangsa Palestina. Di antara caranya dengan menyebarkan minum-minuman beralkohol maupun narkoba kepada para pemuda Muslim.

Hal itu dikemukakan Deputi Mufti Besar Palestina, Mohammed Abo Alrob, pada kuliah umum yang digelar di Auditorium Utama, Kamis (25/3). Tampak hadir sejumlah pejabat dari Kedubes Palestina di Jakarta dan sejumlah pejabat UIN Jakarta.

“Ulah Israel itu bertujuan agar bangsa Palestina lemah dan kehilangan harapan, sehingga mereka (bangsa Israel) mudah menguasai Palestina,” ujarnya.

Dia menegaskan, tanah Palestina adalah wakaf umat Islam. Ia tak hanya milik bangsa Palestina tetapi juga milik umat Islam dunia yang mentauhidkan Allah. Karena sebagai wakaf umat Islam, lanjutnya, tanah itu tak mungkin akan diberikan kepada bangsa Yahudi walau sejengkal sekalipun.

Mufti menggambarkan tentang beberapa penderitaan yang dialami bangsa Palestina atas ulah Yahudi Israel saat ini. Menurut dia, warga Palestina kini banyak kehilangan tempat tinggal, bahkan anak-anak pun kehilangan tempat bermain karena dijajah. Penduduk asli Palestina dihalau, dan sebaliknya mendatangkan orang-orang Yahudi dari negara lain untuk tinggal dan menetap di Palestina.

“Jika kita (umat Islam) masih menghormati mereka (Yahudi) sebagai manusia, mereka malah menghina dan mengusir kami (bangsa Palestina),” ungkap Mohamamed Alrob, yang juga Mufti di Jericho, Palestina.

Mufti mengatakan, Palestina tidak memilik kekayaan apapun, termasuk minyak. Orang-orang Palestina banyak digaji dari kemurahan hati (sedekah) negara-negara Islam lain. Air yang menjadi hak setiap orang, kini pun harus mendapat izin dari Yahudi. “Daerah-daerah subur juga sudah dikuasai Yahudi,” tegas Mufti.

Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah, Prof Dr Abuddin Nata, yang berbicara mewakili Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat menyatakan, Palestina adalah negara merdeka yang kini sedang dijajah Israel. Karena itu, sebagai saudara seiman, umat Islam Indonesia sangat mendukung perjuangan bangsa Palestina.

“Kami juga berdoa agar umat Islam di Palestina diberi kesabaran dan ketabahan,” katanya.

Mufti banyak berterima kasih kepada umat Islam Indonesia yang terus mendukung dan membantu perjuangan bangsa Palestina. Terima kasih juga ia sampaikan kepada para dosen dan mahasiswa UIN Jakarta yang telah memberinya kesempatan berceramah.

Lebih dari 500 mahasiswa memadati gedung Auditorium Utama pada kuliah umum yang difasilitasi Internastional Office (IO) UIN Jakarta tersebut. Mereka ikut memberikan dukungan dan semangat atas perjuangan bangsa Palestina terhadap bangsa penjajah Israel.* (ns)