Isnawati Rais: Tak Yakin kepada Allah, Problematika Bangsa Bertambah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Muhammad Nurdin

Auditorium, BERITA UIN Online- Islam adalah agama yang teguh namun juga lentur. Islam memiliki prinsip-prinsip yang harus dipegang dengan teguh. Prinsip-prinsip ini tidak pernah berubah, kapanpun dan dimanapun.

Namun pada saat yang sama, Islam juga memiliki ruang yang luas untuk berkembang, sesuai dengan tuntutan ruang, waktu, situasi dan kondisi. Disinilah Islam akan menjadi menjadi sebuah sistem hidup yang akan selalu cocok untuk diterapkan kapanpun, dimanapun, dan dalam keadaan yang bagaimanapun.

Demikian Dr Isnawati Rais pada Kuliah Umum dengan tema “Islam dan Misi Kemaslahatan Bangsa” di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Sabtu (26/11).

Menurutnya, problematika yang dihadapi seseorang maupun bangsa saat ini adalah karena kurangnya keyakinan atau akidah kepada Allah. Agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah adalah penyempurnaan atas agama-agama yang telah dibawa oleh para nabi dan rasul sebelumnya. Karena telah sempurna, tidak akan ada lagi agama baru.  “Selain itu, Islam adalah agama yang ajarannya meliputi aspek kehidupan, mulai dari urusan dunia sampai akhirat,” katanya.

Ia menegaskan, problem bangsa yag dihadapi bangsa saat ini adalah kebodohan, keterbelakangan, dan kemiskinan. Akan tetapi yang paling mendasar adalah problem kemiskinan sebab problem muncul karena manusia hanya mementingkan kepentingan pribadi atau golongan saja.

Selain itu, kata Iswawati, kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan yang mengajarkan keterampilan. Problem tersebut bisa di atasi oleh para pemuda yang mempunyai semangat tinggi.

Dari problem tersebut, Isnawati menawarkan beberapa alternatif antara lain, harus ada pembenahan sistem, memperbaiki kualitas SDM baik intelektual maupun spritual, aturan harus dijalankan dengan baik dan benar dan pro rakyat, dan bekerja dengan niat yang ikhlas, serta membiasakan budaya saling menghormati.

Ia menegaskan, Islam merupakan agama yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan dan yang dihadapi oleh umat manusia secara pribadi maupun golongan termasuk persoalan bangsa yang akan mengantarkan mereka pada kemaslahatan.

Jika diibaratkan bangunan, papar dia, Islam adalah sebuah bangunan yang kuat dan indah. Bangunan Islam terdiri dari tiga bagian utama: pondasi, bangunan itu sendiri, dan elemen-elemen pelindung serta penguat. Pondasi bangunan Islam adalah akidah. Akidah ini harus benar-benar kuat karena ia adalah pondasi, yang di atasnya berdiri semua bagian-bagian bangunan lainnya. Jika sebuah pondasi rapuh, bagian-bagian bangunan yang lainnya pun akan labil dan mudah roboh.

Selain itu, Isnawati mengibaratkan, akidah itu seperti akar sebuah pohon, sedangkan syariah itu dahan atau rantignya, dan  buahnya adalah akhlak. Jadi pendidikan yang pertama kali di tanamkan adalah pendidikan akidah. Seperti pendidikan yang ditanamkan kepada Lukman al-Hakim kepada anaknya.  .

Dalam acara ini Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim, Kepala Bagian Kemahasiswaan Drs Ja’far Sanusi, Wakil Kyai Ma’had Uthob Thobrani Lc MCL, dan segenap civitas akademika UIN Jakarta turut hadir. (sdina)