Isnawati Rais: Islam Solusi Problematika Bangsa

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Muhammad Nurdin

Auditorium, BERITA UIN Online – Dosen Sekolah Pascasarna UIN Jakarta, Dr Isnawati Rais, menegaskan, Islam merupakan solusi atas berbagai problem yang dihadapi bangsa Indonesia. Sebagai agama yang relevan di semua tempat dan zaman, Islam mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Hal itu diungkapkan Isnawati dalam Kuliah Umum bertema “Islam dan Misi Kemaslahatan Bangsa” yang diselenggarakan UIN Jakarta di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Sabtu (26/11). Turut hadir Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim, Kepala Bagian Kemahasiswaan Drs Ja’far Sanusi, Wakil Kiai Ma’had ‘Aly Uthob Thobrani Lc MCL, dan segenap sivitas akademika UIN Jakarta.

Menurut Isnawati, Islam merupakan agama yang teguh sekaligus lentur. Di satu sisi Islam memiliki prinsip-prinsip yang harus dipegang teguh dan tidak pernah berubah kapan dan di mana pun. Sementara di sisi lain, Islam juga memiliki ruang yang luas untuk berkembang sesuai dengan tuntutan ruang, waktu, situasi, dan kondisi.

“Dua sisi itulah yang menjadikan Islam sebagai sistem hidup yang selalu cocok diterapkan kapan pun, di mana pun, dan dalam keadaan yang bagaimana pun. Selain itu, Islam adalah agama yang ajarannya meliputi aspek kehidupan, mulai dari urusan dunia sampai akhirat,” kata Isnawati.

Menurut Isnawati, problem yang dihadapi bangsa Indonesia seperti kebodohan, keterbelakangan, dan kemiskinan terjadi karena kurangnya keyakinan atau akidah kepada Allah. Selain itu, kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan yang mengajarkan keterampilan juga menjadi sebab dari problem tersebut.

Untuk mengatasi problem bangsa tersebut, Isnawati menawarkan beberapa alternatif antara lain pembenahan sistem, memperbaiki kualitas SDM baik intelektual maupun spiritual, menjalankan aturan dengan baik dan benar,  bekerja dengan niat yang ikhlas, serta membiasakan budaya saling menghormati. []