Islam Sangat Menghargai Wanita

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Dwita Yuswandari

Aula Student Center, UINJKT Online – Islam adalah agama yang merdeka dan sangat menghargai kaum wanita. Ungkapan itu dikemukakan Neng Dara Affiah dalam bedah buku berjudul Muslimah Feminis: Penjelajahan Multi Identitas, di Aula Madya, Selasa (12/05). Buku tersebut merupakan pengalaman pribadi penulis dalam menjelaskan gerakan perlawanan perempuan muslim di tengah budaya patriaki yang membatasinya.

Dalam bukunya, Neng Dara seakan ingin mementahkan anggapan bahwa gerakan feminis berasal dari Barat, sementara Islam identik dengan Arab. Penulis juga mencoba melawan tudingan miring masyarakat mengenai muslimah feminis yang terlanjur melekat tersebut.

Menurutnya, seorang muslimah feminis merupakan sosok Islam yang menghargai wanita dalam melawan budaya patriaki yang sangat merugikan perempuan. “Inilah cara saya mencairkan budaya patriaki. Seperti gunung es, semoga apa yang saya tulis akan melahirkan gerakan pembaharuan di Indonesia,” tegas alumni Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin IAIN Jakarta ini.

Neng Dara menceritakan, proses pembuatan buku tersebut membutuhkan waktu lima tahun. Sebab, dalam penulisan itu perlu mengingat kembali momentum lama saat hidup di tengah kalangan Islam fundamentalis dan tradisional.

Sementara Novriantoni Kahar, aktifis Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga salah seorang pembicara, mengatakan membaca buku karya Neng Dara rasanya seperti membaca sebuah novel Perempuan Berkalung Sorban karya anggitan Abidah el-Khaliqi. Hal yang sama diungkapkan Alai Najib, aktifis Fatayat Nahdatul Ulama (NU). Ia di antaranya sangat mengapresiasi terbitnya buku tersebut, khususnya bagi kalangan intelektual, aktifis feminisme, dan umat Islam secara luas. “Gerakan perempuan di Indonesia terus berkembang dan buku ini adalah bukti nyata,” tuturnya.*

Islam Sangat Menghargai Wanita

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Dwita Yuswandari

Aula Student Center, UINJKT Online – Islam adalah agama yang merdeka dan sangat menghargai kaum wanita. Ungkapan itu dikemukakan Neng Dara Affiah dalam bedah buku berjudul Muslimah Feminis: Penjelajahan Multi Identitas, di Aula Madya, Selasa (12/05). Buku tersebut merupakan pengalaman pribadi penulis dalam menjelaskan gerakan perlawanan perempuan muslim di tengah budaya patriaki yang membatasinya.

Dalam bukunya, Neng Dara seakan ingin mementahkan anggapan bahwa gerakan feminis berasal dari Barat, sementara Islam identik dengan Arab. Penulis juga mencoba melawan tudingan miring masyarakat mengenai muslimah feminis yang terlanjur melekat tersebut.

Menurutnya, seorang muslimah feminis merupakan sosok Islam yang menghargai wanita dalam melawan budaya patriaki yang sangat merugikan perempuan. “Inilah cara saya mencairkan budaya patriaki. Seperti gunung es, semoga apa yang saya tulis akan melahirkan gerakan pembaharuan di Indonesia,” tegas alumni Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin IAIN Jakarta ini.

Neng Dara menceritakan, proses pembuatan buku tersebut membutuhkan waktu lima tahun. Sebab, dalam penulisan itu perlu mengingat kembali momentum lama saat hidup di tengah kalangan Islam fundamentalis dan tradisional.

Sementara Novriantoni Kahar, aktifis Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga salah seorang pembicara, mengatakan membaca buku karya Neng Dara rasanya seperti membaca sebuah novel Perempuan Berkalung Sorban karya anggitan Abidah el-Khaliqi. Hal yang sama diungkapkan Alai Najib, aktifis Fatayat Nahdatul Ulama (NU). Ia di antaranya sangat mengapresiasi terbitnya buku tersebut, khususnya bagi kalangan intelektual, aktifis feminisme, dan umat Islam secara luas. “Gerakan perempuan di Indonesia terus berkembang dan buku ini adalah bukti nyata,” tuturnya.*