Islam Menjadi Dasar Pengembangan Keilmuan Umum

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Diorama, UINJKT Online – Sejak berubah menjadi UIN Jakarta, bidang keilmuan umum yang ada terus diperkuat dengan basis keislaman. Hal ini untuk mewujudkan etika Islami dalam pengembangan keilmuan umum dalam aplikasinya di masyarakat.

Hal itu dikatakan Pembantu Rektor Bidang Pengembangan Lembaga Dr Sudarnoto Abdul Hakim saat menerima peserta Pelatihan Penyuluh Agama se-Indonesia di Ruang Diorama, Selasa (21/4). Selain Sudarnoto, rombongan yang dipimpin Kepala Bidang Kurikulum Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan Departemen Agama Drs H Muhammad Hafizd itu juga diterima Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya dan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prof Dr Murodi.

“Bidang keilmuan umum seperti ekonomi dan kedokteran diintegrasikan dengan keislaman, sehingga pada tataran aplikasinya sesuai dengan etika Islami,” ujarnya.

Dalam sistem ekonomi kapitalistik seperti sekarang, lanjut Sudarnoto, pengembangan ekonomi lebih berorientasi kepada kelompok-kelompok yang memiliki akses kekuasaan tertentu. Tetapi dalam sistem ekonomi Islam, pengembangan ekonomi lebih berpihak kepada prinsip mensejahterakan bersama.

Hal yang sama juga dilakukan terhadap pengembangan ilmu kedokteran. Menurut Sudarnoto, bidang kedokteran di UIN Jakarta lebih dilandasi oleh etika Islami dan profesionalisme, sehingga dalam praktik sedapat mungkin dihindari terjadinya malapraktik. Selain itu, kedokteran di UIN Jakarta juga diarahkan kepada pencetakan dokter-dokter Muslim di samping lebih berorientasi kepada masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Semua itu menjadi distingsi pengembangan keilmuan di UIN Jakarta dan membedakannya dengan universitas-universitas Islam lain,” katanya.

Menanggapi sejumlah pertanyaan peserta terkait dengan isu jaringan Islam liberal yang dialamatkan ke UIN Jakarta, baik Sudarnoto maupun Murodi keduanya justru membantah. “Isu itu tidak benar karena faktanya dosen-dosen di UIN Jakarta selain banyak lulusan Barat juga Timur Tengah,” terang Sudarnoto. Bahkan, imbuhnya, UIN Jakarta kini menerima banyak mahasiswa asing, termasuk dari Arab Saudi yang notabene sumber munculnya Islam.

Peserta pelatihan penyuluh agama dalam kunjungannya ke UIN Jakarta berjumlah sebanyak 70 orang. Mereka terdiri atas para staf dan pejabat di lingkungan Kandeppag serta Kanwil Departemen Agama di seluruh Indonesia. Kegiatan mereka dilaksanakan di Gedung Pusdiklat Depag Ciputat sejak 14 hingga 23 April 2009. (ns)

Islam Menjadi Dasar Pengembangan Keilmuan Umum

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Diorama, UINJKT Online – Sejak berubah menjadi UIN Jakarta, bidang keilmuan umum yang ada terus diperkuat dengan basis keislaman. Hal ini untuk mewujudkan etika Islami dalam pengembangan keilmuan umum dalam aplikasinya di masyarakat.

Hal itu dikatakan Pembantu Rektor Bidang Pengembangan Lembaga Dr Sudarnoto Abdul Hakim saat menerima peserta Pelatihan Penyuluh Agama se-Indonesia di Ruang Diorama, Selasa (21/4). Selain Sudarnoto, rombongan yang dipimpin Kepala Bidang Kurikulum Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan Departemen Agama Drs H Muhammad Hafizd itu juga diterima Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya dan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prof Dr Murodi.

“Bidang keilmuan umum seperti ekonomi dan kedokteran diintegrasikan dengan keislaman, sehingga pada tataran aplikasinya sesuai dengan etika Islami,” ujarnya.

Dalam sistem ekonomi kapitalistik seperti sekarang, lanjut Sudarnoto, pengembangan ekonomi lebih berorientasi kepada kelompok-kelompok yang memiliki akses kekuasaan tertentu. Tetapi dalam sistem ekonomi Islam, pengembangan ekonomi lebih berpihak kepada prinsip mensejahterakan bersama.

Hal yang sama juga dilakukan terhadap pengembangan ilmu kedokteran. Menurut Sudarnoto, bidang kedokteran di UIN Jakarta lebih dilandasi oleh etika Islami dan profesionalisme, sehingga dalam praktik sedapat mungkin dihindari terjadinya malapraktik. Selain itu, kedokteran di UIN Jakarta juga diarahkan kepada pencetakan dokter-dokter Muslim di samping lebih berorientasi kepada masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Semua itu menjadi distingsi pengembangan keilmuan di UIN Jakarta dan membedakannya dengan universitas-universitas Islam lain,” katanya.

Menanggapi sejumlah pertanyaan peserta terkait dengan isu jaringan Islam liberal yang dialamatkan ke UIN Jakarta, baik Sudarnoto maupun Murodi keduanya justru membantah. “Isu itu tidak benar karena faktanya dosen-dosen di UIN Jakarta selain banyak lulusan Barat juga Timur Tengah,” terang Sudarnoto. Bahkan, imbuhnya, UIN Jakarta kini menerima banyak mahasiswa asing, termasuk dari Arab Saudi yang notabene sumber munculnya Islam.

Peserta pelatihan penyuluh agama dalam kunjungannya ke UIN Jakarta berjumlah sebanyak 70 orang. Mereka terdiri atas para staf dan pejabat di lingkungan Kandeppag serta Kanwil Departemen Agama di seluruh Indonesia. Kegiatan mereka dilaksanakan di Gedung Pusdiklat Depag Ciputat sejak 14 hingga 23 April 2009. (ns)