Islam Harus Berikan Kontribusi bagi Perkembangan Umat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Irma Wahyuni

Syahida Inn, UINJKT Online – Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat mengimbau generasi muslim untuk memberikan kontribusi positif bagi perkembangan umat di masa kini.

“Umat Islam harus mampu memberikan respon-respon diplomatis dalam menjawab tantangan-tantangan global saat ini,” ujar rektor dalam pidato sambutannya pada malam pembukaan International Conference; Debating Progressive Islam: a Global Perspective yang digelar Sekolah Pascasarjana dan McGill UNiversity di Gedung Syahida Inn, Sabtu (25/7).

Menurutnya, Islam harus bisa menciptakan produk-produk yang inovatif bagi peradaban. Umat harus menunjukkan Islam tidak hanya identik dengan hal-hal simbolis seperti di pesantren-pesantren, jilbab dan atribut-atribut simbolis lainnya, tetapi lebih kepada sosialisasi keuniversalan Islam dalam segala aspek. Baik dalam hal sosial, budaya, ekonomi maupun politik.

Ia melanjutkan, generasi muslim harus menunjukkan bahwa Islam juga dapat diimplementasikan dalam berpolitik. “Kita harus menunjukkan dan mensosialisasikan bahwa Islam dan demokrasi bisa sejalan,” ujarnya.

Sementara Direktur IAIN Indonesia Social Equity Project (IISEP) Prof Philip Buckley mengatakan, bangsa Indonesia harus melihat orientasi umum tentang penerapan demokrasi di Indonesia. “Indonesia adalah negara yang luas, bagus sekali jika bangsanya mampu melihat demokrasi dalam konteks yang lebih global,” katanya.

Karena itu, menurut dia, acara seperti ini penting digelar dalam rangka menciptakan generasi Islam yang lebih kritis dalam menjawab tantangan-tantangan global.

Konfrensi Internasional dihadiri sekitar 150 peserta, terdiri atas utusan Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, IAIN dan STAIN di seluruh Indonesia serta dari luar negeri seperti Maroko, Kanada, Jerman, Singapura dan Amerika.

Konfrensi yang berakhir hari ini diisi oleh sejumlah tokoh internasional, antaar lain aktifis gender dari Berkeley USA Prof Dr Amina Wadud, Dr Badrol Hisham Ahmad Noor dari Nanyang Technological University Singapore, Guru Besar Hubungan Internasional University of Goettingen Jerman Prof Dr Bassam Tibi, Prof Dr Ermin Sinanovic dari United State Naval Academy USA, Jeremy M Menchik dari Wincosin-Madison University USA dan Prof Dr R Philip Buckley dari McGill University Kanada.

Sementara dari dalam negeri, terdapat Rektor UIN Yogyakarta Prof Dr Amin Abdullah, guru besar UIN Jakarta Prof Dr Bahtiar Effendy, Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komarudin Hidayat, Dr M Syafi’I Anwar dari ICIP Jakarta, Dr jamhari dari UIN Jakarta, Dr Fuad Jabali dari UIN Jakarta dan mantan Rektor UIN Jakarta Prof Dr Azyumardi Azra.

Rektor menambahkan, acara ini bertujuan untuk membangun pemikiran dan memberikan sebuah gambaran kritis serta komprehensif tentang Progressive Islam dan mengembangkannya pada level internasional. Ia berharap acara ini dapat memberikan kontribusi pemikiran yang berpengaruh bagi kemajuan Islam di masa yang akan datang.

 

Islam Harus Berikan Kontribusi bagi Perkembangan Umat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Irma Wahyuni

Syahida Inn, UINJKT Online – Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat mengimbau generasi muslim untuk memberikan kontribusi positif bagi perkembangan umat di masa kini.

“Umat Islam harus mampu memberikan respon-respon diplomatis dalam menjawab tantangan-tantangan global saat ini,” ujar rektor dalam pidato sambutannya pada malam pembukaan International Conference; Debating Progressive Islam: a Global Perspective yang digelar Sekolah Pascasarjana dan McGill UNiversity di Gedung Syahida Inn, Sabtu (25/7).

Menurutnya, Islam harus bisa menciptakan produk-produk yang inovatif bagi peradaban. Umat harus menunjukkan Islam tidak hanya identik dengan hal-hal simbolis seperti di pesantren-pesantren, jilbab dan atribut-atribut simbolis lainnya, tetapi lebih kepada sosialisasi keuniversalan Islam dalam segala aspek. Baik dalam hal sosial, budaya, ekonomi maupun politik.

Ia melanjutkan, generasi muslim harus menunjukkan bahwa Islam juga dapat diimplementasikan dalam berpolitik. “Kita harus menunjukkan dan mensosialisasikan bahwa Islam dan demokrasi bisa sejalan,” ujarnya.

Sementara Direktur IAIN Indonesia Social Equity Project (IISEP) Prof Philip Buckley mengatakan, bangsa Indonesia harus melihat orientasi umum tentang penerapan demokrasi di Indonesia. “Indonesia adalah negara yang luas, bagus sekali jika bangsanya mampu melihat demokrasi dalam konteks yang lebih global,” katanya.

Karena itu, menurut dia, acara seperti ini penting digelar dalam rangka menciptakan generasi Islam yang lebih kritis dalam menjawab tantangan-tantangan global.

Konfrensi Internasional dihadiri sekitar 150 peserta, terdiri atas utusan Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, IAIN dan STAIN di seluruh Indonesia serta dari luar negeri seperti Maroko, Kanada, Jerman, Singapura dan Amerika.

Konfrensi yang berakhir hari ini diisi oleh sejumlah tokoh internasional, antaar lain aktifis gender dari Berkeley USA Prof Dr Amina Wadud, Dr Badrol Hisham Ahmad Noor dari Nanyang Technological University Singapore, Guru Besar Hubungan Internasional University of Goettingen Jerman Prof Dr Bassam Tibi, Prof Dr Ermin Sinanovic dari United State Naval Academy USA, Jeremy M Menchik dari Wincosin-Madison University USA dan Prof Dr R Philip Buckley dari McGill University Kanada.

Sementara dari dalam negeri, terdapat Rektor UIN Yogyakarta Prof Dr Amin Abdullah, guru besar UIN Jakarta Prof Dr Bahtiar Effendy, Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komarudin Hidayat, Dr M Syafi’I Anwar dari ICIP Jakarta, Dr jamhari dari UIN Jakarta, Dr Fuad Jabali dari UIN Jakarta dan mantan Rektor UIN Jakarta Prof Dr Azyumardi Azra.

Rektor menambahkan, acara ini bertujuan untuk membangun pemikiran dan memberikan sebuah gambaran kritis serta komprehensif tentang Progressive Islam dan mengembangkannya pada level internasional. Ia berharap acara ini dapat memberikan kontribusi pemikiran yang berpengaruh bagi kemajuan Islam di masa yang akan datang.