ISC UIN Jakarta Gelar ISCDC III

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Wisma Diklat Kopertais Jakarta, BERITA UIN Online International Studies Club (ISC)  UIN Jakarta kembali menyelenggarakan kegiatan besar bernama “The Third of International Studies Club Diplomatic Course (ISCDC III)” pada Sabtu-Ahad (22-23/12/2012) di Wisma Diklat Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta.

Para peserta kegiatan ini berasal dari President University, Universitas Paramadina, Universitas Indonesia, Universitas Hasanudin, IPB, dan Universitas 17 Agustus Semarang. Bahkan tidak hanya untuk universitas, sejumlah siswa Madrasah Aliyah (MA) Pembangunan dan SMK Al-Azhar Plus Bogor juga turut menjadi peserta kegiatan ini.

Sekretaris Umum ISCDC III Ardhiana Fitriyanie, menyatakan, acara ini sudah tiga kali diselenggarakan dan semuanya berjalan dengan sukses. “ISCDC III ini benar-benar spesial, karena untuk pertama kalinya ISC membuat diplomatic course yang open for public. Saya dan seluruh panitia tidak menduga bahwa antusiasme mahasiswa universitas luar besar sekali,” ujarnya.

Selama acara berlangsung terutama saat sidang, papar dia, ternyata mahasiswa UIN Jakarta punya kemampuan yang bagus dalam bahasa Inggris. Hal itu terbukti dengan beberapa award (penghargaan) yang diraih.

“Melihat antusiasme dari peserta, ISC dapat bekerja sama dengan UIN Jakarta untuk membuat Model United Nations (MUN) conference yang pesertanya bukan hanya nasional tetapi internasional. Ini bisa menjadi salah satu komitmen UIN Jakarta untuk menjadi world class university (WCU),”  tegasnya.

Ia menambahkan, banyak peserta yang berharap agar ISC membuat Model United Nations Conference yang sekarang ini menjadi kegiatan paling diminati oleh mahasiswa dalam negeri maupun luar negeri.

Walaupun tidak meraih award terbesar, para delegasi UIN Jakarta sendiri dapat berbangga, karena dapat meraih beberapa kategori seperti Best Position Paper, Best Keynote Speaker, Best Lobbying, Best Action dan Best Business Attire.

Kegiatan ini dimeriahkan dengan acara Cultural Night dan Youth Campaign. Cultural Night adalah acara bernuansa budaya dunia dan Indonesia. Ini merupakan ajang dimana para delegasi dapat lobbying dalam membuat koalisi untuk memecahkan isu global.

ISCDC III kali ini mengusung tema “Enforcing and Empowering Equality of Human Rights for Marginalized People” dan dibuka langsung oleh Presiden ISC Andri Zainal, mahasiswa semester 7 Program Studi Hubungan Internasional UIN Jakarta.

ISCDC adalah salah satu program lanjutan dari ISC yang bertujuan memberikan pembelajaran mengenai simulasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), baik praktek dari sidang itu sendiri maupun kelancaran dalam berbahasa Inggris. Sebelumnya,  ISCDC I dan ISCDC II terselenggara hanya untuk para mahasiswa UIN Jakarta. (Desica/ M Furqon)