Ironis, Banyak Pemimpin Belum Layak Memimpin

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Aula Madya, UINJKT Online – Tim sukses capres dan cawapres JK-Wiranto Iriyansyah mengatakan, kepemimpinan nasional sedang dalam tahap memprihatinkan, sebab masih banyak pemimpin Indonesia yang belum matang menjadi pemimpin. Iriyansyah mengatakan pendapat itu pada dialog interaktif “Pemimpin Dalam Perspektif Mahasiswa” yang digelar Forum Silaturahmi Mahasiswa Islam Jakarta Raya (Fosmi Jaya) bekerjasama dengan BEM Jurusan Politik Pemikiran Islam di Aula Madya, Rabu (17/6).

“Gejala itu dapat dilihat dari hasil Pemilu Legislatif lalu, di mana terpilih para calon yang terlahir dari anak pemimpin atau pejabat,” katanya. Sebab, keturunan bukan jaminan kemampuan seseorang dalam memimimpin. Idealnya, seorang pemimpin terbentuk karena keadaan bukan follower tapi leader.

Selain itu, Iriyansyah juga mengaku yakin banyak pemimpin Indonesia saat ini memimpin bukan semata-mata karena rakyat dan untuk memajukan negara, namun lebih semata-mata karena unsur kekuasaan. []

Ironis, Banyak Pemimpin Belum Layak Memimpin

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Aula Madya, UINJKT Online – Tim sukses capres dan cawapres JK-Wiranto Iriyansyah mengatakan, kepemimpinan nasional sedang dalam tahap memprihatinkan, sebab masih banyak pemimpin Indonesia yang belum matang menjadi pemimpin. Iriyansyah mengatakan pendapat itu pada dialog interaktif “Pemimpin Dalam Perspektif Mahasiswa” yang digelar Forum Silaturahmi Mahasiswa Islam Jakarta Raya (Fosmi Jaya) bekerjasama dengan BEM Jurusan Politik Pemikiran Islam di Aula Madya, Rabu (17/6).

“Gejala itu dapat dilihat dari hasil Pemilu Legislatif lalu, di mana terpilih para calon yang terlahir dari anak pemimpin atau pejabat,” katanya. Sebab, keturunan bukan jaminan kemampuan seseorang dalam memimimpin. Idealnya, seorang pemimpin terbentuk karena keadaan bukan follower tapi leader.

Selain itu, Iriyansyah juga mengaku yakin banyak pemimpin Indonesia saat ini memimpin bukan semata-mata karena rakyat dan untuk memajukan negara, namun lebih semata-mata karena unsur kekuasaan. []