Iran Tawarkan Kerjasama Sains dan Teknologi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

 

Gedung Rektorat, UIN Online – Pemerintah Republik Islam Iran menawarkan kerjasama bidang sains dan teknologi dengan UIN. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Riset dan Teknologi Republik Islam Iran Khurasyad dan Duta Besar Iran untuk Indonesia Behrouz Kamalvandi saat berkunjung ke kampus UIN, Kamis (15/10).

 

Dalam kunjungan yang berlangsung satu jam itu, Behrouz mengatakan, sudah saatnya kaum Muslim bangun dan mengembangkan sains dan teknologi. Karena itu, kerjasama antara negara-negara Muslim sangat penting.

“Sebagai sesama negara berpenduduk mayoritas Muslim, pemerintah Iran dan Indonesia berusaha mempererat hubungan kedua negara dengan memperluas kerjasama dalam bidang sains dan teknologi. Selain setelah memiliki hubungan politik dan ekonomi yang sudah terjalin dengan baik,” kata Behrouz di Ruang Sidang Utama (RSU), Kamis (15/10).

Kerjasama sains dan teknologi yang ditawarkan pemerintah Iran di antaranya bio teknologi, sel inti, gempa bumi, industri antariksa, dan nano teknologi. Sebagai tindak lanjut kerjasama itu, ke depan Iran dan UIN akan melakukan pertukaran dosen dan mahasiswa, riset, seminar dan worshop internasional. “Tawaran kerjasama ini, ke depan akan ditandai dengan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA),” kata Khurasyad menambahkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kerjasama antara UIN dan Iran memang kian intens. Di samping sempat dikunjungi Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Iran juga menyediakan Iranian Corner di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF).

Kendati banyak mendapat tekanan dari negara-negara Barat, kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berhasil ditoreh bangsa Iran. Di antara kemajuan pesat itu: kemampuan para ilmuwannya dalam memproduksi bahan bakar nuklir untuk skala industri,  Sebelumnya, Iran juga berhasil membiakkan sel inti yang sangat berharga bagi dunia kedokteran.

Bahkan, bertepatan dengan perayaan hari-hari kemenangan Revolusi Islam Iran, beberapa waktu lalu, para ilmuwan Iran mengumumkan keberhasilannya memproduksi obat antiretrovirus yang berfungsi mengobati infeksi yang ditimbulkan retrovirus HIV/AIDS. Ini adalah lompatan besar di bidang pengobatan penyakit AIDS yang sangat mematikan itu. Selain itu, dalam industri antariksa, negara kaum Mullah ini juga telah menyiapkan pengiriman satelit ke luar angkasa. []

 

 

 

 

 

 

Iran Tawarkan Kerjasama Sains dan Teknologi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

 

Gedung Rektorat, UIN Online – Pemerintah Republik Islam Iran menawarkan kerjasama bidang sains dan teknologi dengan UIN. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Riset dan Teknologi Republik Islam Iran Khurasyad dan Duta Besar Iran untuk Indonesia Behrouz Kamalvandi saat berkunjung ke kampus UIN, Kamis (15/10).

 

Dalam kunjungan yang berlangsung satu jam itu, Behrouz mengatakan, sudah saatnya kaum Muslim bangun dan mengembangkan sains dan teknologi. Karena itu, kerjasama antara negara-negara Muslim sangat penting.

“Sebagai sesama negara berpenduduk mayoritas Muslim, pemerintah Iran dan Indonesia berusaha mempererat hubungan kedua negara dengan memperluas kerjasama dalam bidang sains dan teknologi. Selain setelah memiliki hubungan politik dan ekonomi yang sudah terjalin dengan baik,” kata Behrouz di Ruang Sidang Utama (RSU), Kamis (15/10).

Kerjasama sains dan teknologi yang ditawarkan pemerintah Iran di antaranya bio teknologi, sel inti, gempa bumi, industri antariksa, dan nano teknologi. Sebagai tindak lanjut kerjasama itu, ke depan Iran dan UIN akan melakukan pertukaran dosen dan mahasiswa, riset, seminar dan worshop internasional. “Tawaran kerjasama ini, ke depan akan ditandai dengan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA),” kata Khurasyad menambahkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kerjasama antara UIN dan Iran memang kian intens. Di samping sempat dikunjungi Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Iran juga menyediakan Iranian Corner di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF).

Kendati banyak mendapat tekanan dari negara-negara Barat, kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berhasil ditoreh bangsa Iran. Di antara kemajuan pesat itu: kemampuan para ilmuwannya dalam memproduksi bahan bakar nuklir untuk skala industri,  Sebelumnya, Iran juga berhasil membiakkan sel inti yang sangat berharga bagi dunia kedokteran.

Bahkan, bertepatan dengan perayaan hari-hari kemenangan Revolusi Islam Iran, beberapa waktu lalu, para ilmuwan Iran mengumumkan keberhasilannya memproduksi obat antiretrovirus yang berfungsi mengobati infeksi yang ditimbulkan retrovirus HIV/AIDS. Ini adalah lompatan besar di bidang pengobatan penyakit AIDS yang sangat mematikan itu. Selain itu, dalam industri antariksa, negara kaum Mullah ini juga telah menyiapkan pengiriman satelit ke luar angkasa. []