IO Akan Benahi Sistem Kerja Sama Internasional

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

GedungRektorat, BERITA UIN Online – Kantor Internasional (International Office/IO) UIN Jakarta akan membenahi seluruh prosedur kerja sama internasional antara UIN Jakarta dan sejumlah lembaga asing. Hal itu dikarenakan banyak hasil kerja sama internasional tidak jelas, baik dari sisi prosedur maupun tindak lanjutnya.

IO mencatat saat ini ada sedikitnya 50 naskah Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Jakarta dan lembaga asing di luar negeri. Namun, sebagian dari jumlah itu ditengarai ada yang berhasil ditindaklanjuti, sedangkan sebagian lain mengalami ketidakjelasan alias expired atau kadaluarsa. Karena itu kerja sama dengan lembaga asing akan segera dibenahi sehingga setiap naskah MoU yang sudah ditandatangani dapat berjalan efektif.

“Salah satu kelemahan kita selama ini karena tidak adanya sistem pengarsipan naskah kerja sama dengan baik, di samping tidak jelas siapa yang bertanggung jawab untuk mengontrol hasil kerja sama tersebut,” kata Direktur IO Dr Yeni Ratnayuningsih pada “Worskhsop Monitoring Kerja Sama Internasional” yang digelar di Gedung Rektorat, Kamis (4/10). Workshop yang berlangsung setengah hari ini dihadiri perwakilan masing-masing fakultas serta unit kerja di UIN Jakarta.

Menurut Yeni, UIN Jakarta sudah lama menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga asing. Hanya saja selama ini prosedur maupun tindaklanjut dari hasil kerja sama tersebut kurang berjalan efektif. Meski banyak yang berhasil ditindaklanjuti, hal itu masih jauh yang diharapkan apalagi jika menyangkut masalah finansial.

Berkenaan dengan pembenahan kerja sama internasional tersebut, ke depan IO akan membuat draf standard operational procedur (SOP). SOP dibuat agar setiap akan diadakan kerja sama memiliki kejelasan, baik secara yuridis maun teknis. “SOP di antaranya akan mengatur mengenai aturan main kerja sama, termasuk menyeleksi secara ketat setiap ada lembaga asing yang akan menawarkan kerja sama dengan UIN Jakarta,” papar Yeni. (ns)