Investasi Emas Sangat Menguntungkan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Gedung FEB, BERITA UIN Online- Emas banyak dipilih sebagai salah satu bentuk investasi karena nilainya cenderung stabil dan naik. Sangat jarang sekali harga emas turun. Selain itu, emas adalah alat yang dapat digunakan untuk menangkal inflasi yang kerap terjadi setiap tahunnya.

“Investasi emas bagus juga sebagai cara untuk mendiversifikasi harta. Anda bisa saja berinvestasi di saham, reksadana, properti, obligasi  atau yang lainnya. Namun investasi  emas bisa menjadi alternatif yang bagu. Terlebih dalam kondisi tidak stabil, emas bisa sebagai alat untuk melindungi nilai. Harga emas cenderung stabil juga dikarenakan komoditi emas di dunia tidak bisa bertambah,” ujar Direktur PT Bumi Arasy Ir HM Haryanto Suryo Panguripan MsTT pada seminar bertajuk “Investasi Emas” yang digelar BEMJ Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Ruang Teater, Kamis (19/5).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Manajemen Expo dengan tema utama “Explore Your Creativity to be Enterpreneur” yang berlangsung selama seminggu (19-27). Adapun kegiatan lainnya, antara lain Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Manajemen Dream Band, Marketing Competition Se-Jabodetabek dan Bazaar.

Menurut master coach di perusahaan swasta ini, salah satu keuntungan lainnya adalah harga emas juga dipatok dalam US dollar, sehingga bila terjadi peningkatan nilai US dollar, maka investasi emas bisa memperoleh dua keuntungan langsung yaitu dari kenaikan dollar dan juga kenaikan dari harga emas itu sendiri. Tapi kondisinya pun bisa sama, bila harga emas sedang turun. Namun untuk jangka panjang harga emas cenderung stabil dan naik.

Bahkan, sambung dia, otoritas moneter seperti Bank Sentral dan International Monetary Fund (IMF) telah lama menggunakan emas sebagai cadangan kekayaannya. “Sehingga masyarakat menjadi percaya diri karena tahu bahwa Bank Sentral menyimpan emas yang merupakan aset yang tak lekang dan barang yang cenderung tidak terkena imbas inflasi seperti uang tunai. Beberapa negara memberikan pengakuan secara eksplisit karena emas menguatkan mata uang domestik. Selain itu, agensi penilai tingkat hutang akan merasa tenang karena adanya emas sebagai cadangan negara,” kilahnya.

Investasi di emas dapat dilakukan dalam beberapa jenis atau media emas seperti emas batangan, koin emas, tabungan emas, sertifikat emas, reksadana dengan underlying perusahaan pertambangan emas, maupun sampai dengan membeli kontrak berjangka komoditi emas.

Sedangkan kekurangan dari investasi emas adalah pada faktor penyimpanan dan perawatan. Menyimpan emas dalam jumlah banyak relatif beresiko dan mahal. Selain itu, apabila penyimpanan kurang baik, walaupun dibungkus protective cover, memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna.

Kekurangan lain adalah return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Juga, sangat tidak disarankan untuk berinvestasi emas hanya dalam jangka pendek, misalnya satu tahun atau kurang. “Jadi, berdasar kelebihan dan kekurangan tersebut, menurut saya emas cenderung lebih tepat untung melindungi nilai dari pada investasi,” tutur konsultan bisnis ini. (saifudin)