International Office Miliki Posisi Strategis

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

International Office (IO) merupakan lembaga yang didirikan untuk menindaklanjuti berbagai capaian kerja sama internasional UIN Jakarta dan mengakselerasi cita-cita UIN Jakarta menjadi world class university (WCU). Meski sudah berdiri sejak empat tahun lalu berdasakan SK Rektor Nomor 109 tahun 2007, namun hingga kini tak sedikit sivitas akademika UIN Jakarta yang belum mengenal IO. Apa dan bagaimana IO? Untuk mengetahuinya, beberapa waktu lalu Lindah dari BERITA UIN Online mewawancarai Ketua IO, Dr Yeni Ratnayuningsih, di ruang kerjanya. Berikut petikannya.

Bisa Anda jelaskan tugas dan fungsi International Office (IO)?

International Office (IO) bertugas untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan International Student (mahasiswa internasional) dan International Cooperation (kerjasama internasional). Namun, baru-baru ini berdasarkan SK Rektor, IO juga diberikan tanggung jawab untuk mengurus kelas internasional. Sebab, peserta didik kelas internasional berasal dari dalam dan luar negeri, maka kami mempunyai standarisasi sendiri, salah satunya yaitu perkuliahan dilaksanakan dengan pengantar menggunakan bahasa asing.

Berdasarkan SK Rektor tersebut, IO dimandatkan untuk mengurus kelas internasional di sejumlah fakultas, yaitu Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) pada Jurusan Perbandingan Madzhab dan Hukum (Khusus), Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI), Fakultas Sains dan Teknologi pada Jurusan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada Jurusan Hubungan Internasional (HI), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada jurusan Manajemen Akuntansi dan Manajemen.

Sebenarnya apa visi dan misi IO?

IO didirikan untuk mendukung penuh visi dan misi UIN Jakarta. Salah satu mimpi UIN Jakarta ke depan yaitu ingin menjadi bagian dari komunitas akademik internasional. Mungkin kita sering mendengar world class university (WCU). Itu merupakan mimpi UIN Jakarta yang layak diwujudkan. Meski membutuhkan waktu yang cukup lama, mimpi ini mampu mendongkrak popularitas UIN Jakarta di kancah internasional. Maka dari itu, kami siap mewujudkannya. Sebab IO yang merupakan salah satu unit di UIN Jakarta yang medukung pencapaian visi UIN Jakarta untuk menuju WCU. Dan juga untuk mempermudah akses informasi. Jadi IO seperti front liner atau garda terdepan untuk pencapaian visi UIN Jakarta.

Program apa saja yang dilaksanakan IO untuk mencapai visi tersebut?

Program yang digarap IO untuk mencapai visi UIN Jakarta dan untuk IO sendiri dapat dilihat dari divisi-divisi yang ada. Di antaranya ketua, wakil, sekretaris, info dan promosi, kerja sama, kemahasiswaan, dan international class. Ada beberapa kegiatan yang cukup produktif. Misalnya saja bagian informasi. mempromosikan UIN Jakarta di luar negeri. Divisi Kemahasiswaan, mempunyai program Orientation Day. Kegiatan ini sebagai masa orientasi atau pengenalan kampus bagi mahasiswa asing. Kemudian bagian lain yaitu bidang akademik. Akademik bertanggung jawab dalam hal penerimaan mahasiswa asing. Kegiatan yang dilakukan sebelum dimulainya perkuliahan yaitu out bond. Hal ini bertujuan untuk membangun moment keakraban, mencairkan suasana dan agar mahasiswa asing merasa semakin nyaman. Untuk itu, setiap kali kegiatan, kami membuka pendaftaran untuk menjadi tutor Student Day. Dan yang kami butuhkan sebanyak 15 orang.

Sejak berdiri hingga kini, sejauh mana peran IO untuk UIN Jakarta?

Peran IO untuk UIN Jakarta dapat dilihat dari tanggung jawab yang diembannya. Tanggung jawab kami hanya kepada kerjasama internasional. Jadi saat ini kami sedang membuat pedoman penyelenggaraan kerjasama internasional. Ketika ada tawaran kerjasama internasional, kita yang membuat MoU-nya. Jadi kita lebih kepada teknis, merumuskan dan memonitor MoU. karena ini merupakan tanggung jawab kami.

Seberapa besar tingkat keterlibatan IO dengan negara-negara luar?

Beberapa Kedutaaan Besar negara sahabat menawarkan kerjasama dengan UIN Jakarta. Misalnya Keduataan Besar Somalia dan Afrika Selatan. Mereka menawarkan kerjasama dengan UIN Jakarta. Unit yang menangani kerjasama luar negeri yaitu IO. Keterlibatan IO yaitu hanya sebagai pelaksana teknis untuk jalinan kerjasama antara kerjasama luar negeri dengan UIN Jakarta. Dalam hal ini adalah Rektor. Rektor membangun kerjasama dengan luar negera. Maka  secara teknis IO yang menindaklanjuti. Mulai dari MoU-nya, sampai kepada hal-hal yang bersifat teknis. Ataupun kita memberikan masukan. Kita menjembatani antara UIN Jakarta dengan beberapa negara yang ingin mengadakan kerjasama dengan UIN Jakarta.

Bagaimana dengan pertukaran mahasiswa dengan negera luar?

Sekarang kami sedang mengadakan seleksi mahasiswa untuk diberangkatkan ke Rusia. Kegiatan ini akan berlangsung pada16-23 Mei mendatang. Di sana kami akan mengadakan dialog One Islam and Culture di Universitas Kazan, Rusia. Kita mengirim lima mahasiswa yang telah diseleksi terlebih dulu. Mereka dijadikan sebagai Duta UIN Jakarta untuk berdialog bagaimana Islam di Indonesia. Begitupun dengan mahasiswa di Rusia. Namun, sebelum para Duta UIN berangkat ke Rusia, mereka diwajibkan untuk mengikuti orientasi. Di samping itu, UIN Jakarta akan mendatangi KBRI Moscow,Wakil Duta Besar RI di Moscow dan Pensosbud.

Kerjasama yang lain yaitu Kementerian Agama bekerja sama dengan KBRI Moscow. Tujuannya yaitu men-set up beberapa program. Program yang dirancang yaitu untuk UIN Jakarta, UIN Malang, dan UIN Yogyakarta. Ketiga UIN ini dilibatkan untuk bekerjasma dengan Rusia. Salah satu bentuk kerjasamanya yaitu menerima mahasiswa Rusia untuk belajar di UIN. Selanjutnya kami akan mengirimkan sebanyak 15 dosen untuk research selama satu bulan di Rusia.

Selain itu?

Ada juga schedule untuk beasiswa ADS, Aminef, DAN beberapa institusi funding. Kami punya kisi-kisi informasi yang berguna untuk menyampaikan informasi berupa beasiswa. Namun, kami harus mempunyai strategi agar semuanya sesuai dengan prosedur. Maka dari itu, langkah terdekat untuk mewujudkannya adalah dengan membuat profil IO. Dan sebagai pelengkap AAIF kami juga akan membuat Information Cessation. Sekarang ini kami sedang membentuk forum komunikasi bersama. Di mana lembanga yang terlibat yaitu seluruh IO yang ada di berbagai UIN.

Apa harapan Anda ke depan?

Harapan saya, adanya mandat yang diberikan tidak akan terlaksana tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak, baik pimpinan maupun oleh unit-unit yang terkait di bawah naungan UIN Jakarta. Kami ingin menjadi partner dan bisa saling mendukung. Sekarang ini, kami lebih banyak melibatkan mahasiswa dan bekerjasama dengan kemahasiswaan. Contohnya saja dialog keislaman di Rusia, book fair UIN, memberikan informasi beasiswa luar negeri, dll. Selain itu juga kami berencana membuat kegiatan Internasional Food And Culture Day. Jadi nanti kami membuat acara dalam satu hari dalam bentuk festival. Karena IO sudah mempunyai hubungan baik dengan beberapa kedutaan, maka nanti IO akan undang mereka untuk mempromosikan unit-unitnya. Seperti unit pendidikan, masakan khas, dan unit lainnya. Dan kepanitiaan kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa. Mungkin sekarang ini IO belum terlalu dikenal oleh khalayak UIN Jakarta.  Sebab, memang kami sedang menata diri dan membuat sistem. IO mengubah status karena memang tidak begitu kuat. Maka dari itu sekarang sedang diupayakan agar memiliki posisi yang strategis. Dengan tujuan agar IO bisa berkiprah. []