Integrasi Perpustakaan Perlu Terapkan Teknologi Informasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Ruang Diorama,  UIN Online - Integrasi perpustakaan perlu dibenahi mengingat  semakin berkembangnya era teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Karena itu mengembangkan teknologi informasi berbasis jaringan mutlak bagi perguruan tinggi.

“Agar dapat menjadi acuan pengelolaan perpustakaan ke depan menjadi perpustakaan riset, maka perlu diadakan integrasi sistem Perpustakaan UIN Jakarta dengan integrasi akses terhadap sumber informasi yang tidak terbatas, anggaran yang dapat dihemat dan akses yang diperluas,”  ujar Kepala Perpustakaan Utama, Dr Muhammad Zuhdi, saat memberikan sambutan pada acara “Sosialisasi dan Workshop Standar Perpustakaan” yang diadakan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan di Ruang Diorama, Rabu (14/4).

Workshop bertajuk “Akselerasi Integrasi Sistem Perpustakaan UIN Jakarta  berstandar World Class University” ini dihadiri oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari, Sekretaris Dewan Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional, Prof Dr Nizam, serta diikuti para peserta dari kalangan pustakawan dan dosen UIN Jakarta.

Dalam sambutannya Jamhari mengatakan, salah satu hal yang menunjang integrasi perpustakaan adalah dengan mengembangkan teknologi informasi berbasis jaringan (networking). “Untuk mengembangkan teknologi ini, UIN Jakarta mengajukan dana pinjaman sebesar Rp 100 miliar kepada Islamic Developmen Bank (IDB)  dan Rp 800 miliar kepada rumah sakit di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Salah satu teknologi informasi berbasis jaringan itu adalah Inheren (Indonesian Higher Education Network) atau Jaringan Perguruan Tinggi Indonesia, yaitu jaringan teknologi informasi dan komunikasi digital yang menghubungkan setiap perguruan tinggi di Indonesia. Salah satu programnya berupa laboratorium virtual dan konsep e-library. Sistem ini mempermudah akses informasi dari perpustakaan utama dengan perpustakaan fakultas lainnya, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan khususnya kepada sivitas akademika.

“Dengan Inheren, kita bisa menyediakan layanan akses informasi ilmiah untuk pengembangan ilmu dan kemajuan peradaban bangsa” jelas Jamhari.

 

 

Integrasi Perpustakaan Perlu Terapkan Teknologi Informasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Ruang Diorama,  UIN Online - Integrasi perpustakaan perlu dibenahi mengingat  semakin berkembangnya era teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Karena itu mengembangkan teknologi informasi berbasis jaringan mutlak bagi perguruan tinggi.

“Agar dapat menjadi acuan pengelolaan perpustakaan ke depan menjadi perpustakaan riset, maka perlu diadakan integrasi sistem Perpustakaan UIN Jakarta dengan integrasi akses terhadap sumber informasi yang tidak terbatas, anggaran yang dapat dihemat dan akses yang diperluas,”  ujar Kepala Perpustakaan Utama, Dr Muhammad Zuhdi, saat memberikan sambutan pada acara “Sosialisasi dan Workshop Standar Perpustakaan” yang diadakan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan di Ruang Diorama, Rabu (14/4).

Workshop bertajuk “Akselerasi Integrasi Sistem Perpustakaan UIN Jakarta  berstandar World Class University” ini dihadiri oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari, Sekretaris Dewan Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional, Prof Dr Nizam, serta diikuti para peserta dari kalangan pustakawan dan dosen UIN Jakarta.

Dalam sambutannya Jamhari mengatakan, salah satu hal yang menunjang integrasi perpustakaan adalah dengan mengembangkan teknologi informasi berbasis jaringan (networking). “Untuk mengembangkan teknologi ini, UIN Jakarta mengajukan dana pinjaman sebesar Rp 100 miliar kepada Islamic Developmen Bank (IDB)  dan Rp 800 miliar kepada rumah sakit di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Salah satu teknologi informasi berbasis jaringan itu adalah Inheren (Indonesian Higher Education Network) atau Jaringan Perguruan Tinggi Indonesia, yaitu jaringan teknologi informasi dan komunikasi digital yang menghubungkan setiap perguruan tinggi di Indonesia. Salah satu programnya berupa laboratorium virtual dan konsep e-library. Sistem ini mempermudah akses informasi dari perpustakaan utama dengan perpustakaan fakultas lainnya, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan khususnya kepada sivitas akademika.

“Dengan Inheren, kita bisa menyediakan layanan akses informasi ilmiah untuk pengembangan ilmu dan kemajuan peradaban bangsa” jelas Jamhari.