INSTITUT Lantik 14 Anggota Magang

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Penulis : Akhwani Subkhi

 

Cidahu, UINJKT Online - Setelah mengikuti masa pendidikan di Training Pers INSTITUT selama tiga hari dan menjalani praktik lapangan selama  tiga bulan, pada 27-29 Juli lalu calon anggota magang Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) INSTITUT resmi menjadi anggota magang setelah dilantik oleh pengurus.

 

Pelantikan anggota magang dilangsungkan di bumi perkemahan Cidahu, Sukabumi-Jawa Barat. Pengurus berhasil melantik anggota magang sebanyak 14 orang yang berasal dari berbagai fakultas di UIN Jakarta.

 

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Dede Supriyatna, acara ini bertujuan sebagai legalitas calon anggota magang menjadi anggota magang dan untuk menguji kelayakan anggota. “Apakah mereka bisa menjadi anggota tetap atau tidak nantinya,” kata Dede.

 

Ia menjelaskan kriteria kelayakan bisa dilihat dari sejauh mana mereka bisa memahami materi dan menjalankan praktik. Sementara itu, Pemimpin Umum LPM INSTITUT Akhwani Subkhi mengatakan, acara ini sebagai amanat AD/ART organisasi yang harus dilaksanakan oleh pengurus. “Ini sesuai AD/ART LPM INSTITUT,” katanya.

 

Menurut dia, acara ini bermanfaat terutama untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan mendidik anggota agar mandiri dan menjadi wartawan tangguh. Ia mengharapkan seusai dilantik mereka semakin solid dan kinerjanya tidak menurun atau memble.

 

Sebelum mereka dilantik menjadi anggota terlebih dahulu panitia menguji kesiapan dan keseriusan mereka dengan berbagai kegiatan diantaranya uji mental dan praktik lapangan. Dalam praktik lapangan panitia menyuruh mereka untuk membuat produk media penerbitan mulai dari proses manajemen redaksi, rapat redaksi, peliputan, dan penulisan hingga layoutnya.

 

“Semua proses tersebut dikerjakan dalam rentang waktu hanya delapan jam,” terang Akhwani. Proses seperti ini, imbuhnya, untuk melatih mereka bekerja cepat dalam membuat sebuah produk penerbitan. Sebab, pekerjaan seorang wartawan adalah berpacu dengan waktu.

INSTITUT Lantik 14 Anggota Magang

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Penulis : Akhwani Subkhi

 

Cidahu, UINJKT Online - Setelah mengikuti masa pendidikan di Training Pers INSTITUT selama tiga hari dan menjalani praktik lapangan selama  tiga bulan, pada 27-29 Juli lalu calon anggota magang Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) INSTITUT resmi menjadi anggota magang setelah dilantik oleh pengurus.

 

Pelantikan anggota magang dilangsungkan di bumi perkemahan Cidahu, Sukabumi-Jawa Barat. Pengurus berhasil melantik anggota magang sebanyak 14 orang yang berasal dari berbagai fakultas di UIN Jakarta.

 

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Dede Supriyatna, acara ini bertujuan sebagai legalitas calon anggota magang menjadi anggota magang dan untuk menguji kelayakan anggota. “Apakah mereka bisa menjadi anggota tetap atau tidak nantinya,” kata Dede.

 

Ia menjelaskan kriteria kelayakan bisa dilihat dari sejauh mana mereka bisa memahami materi dan menjalankan praktik. Sementara itu, Pemimpin Umum LPM INSTITUT Akhwani Subkhi mengatakan, acara ini sebagai amanat AD/ART organisasi yang harus dilaksanakan oleh pengurus. “Ini sesuai AD/ART LPM INSTITUT,” katanya.

 

Menurut dia, acara ini bermanfaat terutama untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan mendidik anggota agar mandiri dan menjadi wartawan tangguh. Ia mengharapkan seusai dilantik mereka semakin solid dan kinerjanya tidak menurun atau memble.

 

Sebelum mereka dilantik menjadi anggota terlebih dahulu panitia menguji kesiapan dan keseriusan mereka dengan berbagai kegiatan diantaranya uji mental dan praktik lapangan. Dalam praktik lapangan panitia menyuruh mereka untuk membuat produk media penerbitan mulai dari proses manajemen redaksi, rapat redaksi, peliputan, dan penulisan hingga layoutnya.

 

“Semua proses tersebut dikerjakan dalam rentang waktu hanya delapan jam,” terang Akhwani. Proses seperti ini, imbuhnya, untuk melatih mereka bekerja cepat dalam membuat sebuah produk penerbitan. Sebab, pekerjaan seorang wartawan adalah berpacu dengan waktu.

INSTITUT Lantik 14 Anggota Magang

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Reporter :  Akhwani Subkhi

Cidahu, UINJKT Online- Setelah mengikuti masa pendidikan di Training Pers INSTITUT selama tiga hari dan menjalani praktik lapangan selama  tiga bulan, pada 27-29 Juli lalu calon anggota magang Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) INSTITUT resmi menjadi anggota magang setelah dilantik oleh pengurus.

Pelantikan anggota magang dilangsungkan di bumi perkemahan Cidahu, Sukabumi-Jawa Barat. Pengurus berhasil melantik anggota magang sebanyak 14 orang yang berasal dari berbagai fakultas di UIN Jakarta.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Dede Supriyatna, acara ini bertujuan sebagai legalitas calon anggota magang menjadi anggota magang dan untuk menguji kelayakan anggota. “Apakah mereka bisa menjadi anggota tetap atau tidak nantinya,” kata Dede.

Ia menjelaskan kriteria kelayakan bisa dilihat dari sejauh mana mereka bisa memahami materi dan menjalankan praktik. Sementara itu, Pemimpin Umum LPM INSTITUT Akhwani Subkhi mengatakan, acara ini sebagai amanat AD/ART organisasi yang harus dilaksanakan oleh pengurus. “Ini sesuai AD/ART LPM INSTITUT,” katanya.

Menurut dia, acara ini bermanfaat terutama untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan mendidik anggota agar mandiri dan menjadi wartawan tangguh. Ia mengharapkan seusai dilantik mereka semakin solid dan kinerjanya tidak menurun atau memble.

Sebelum mereka dilantik menjadi anggota terlebih dahulu panitia menguji kesiapan dan keseriusan mereka dengan berbagai kegiatan diantaranya uji mental dan praktik lapangan. Dalam praktik lapangan panitia menyuruh mereka untuk membuat produk media penerbitan mulai dari proses manajemen redaksi, rapat redaksi, peliputan, dan penulisan hingga layoutnya.

“Semua proses tersebut dikerjakan dalam rentang waktu hanya delapan jam,” terang Akhwani. Proses seperti ini, imbuhnya, untuk melatih mereka bekerja cepat dalam membuat sebuah produk penerbitan. Sebab, pekerjaan seorang wartawan adalah berpacu dengan waktu.

INSTITUT Lantik 14 Anggota Magang

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Reporter :  Akhwani Subkhi

Cidahu, UINJKT Online- Setelah mengikuti masa pendidikan di Training Pers INSTITUT selama tiga hari dan menjalani praktik lapangan selama  tiga bulan, pada 27-29 Juli lalu calon anggota magang Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) INSTITUT resmi menjadi anggota magang setelah dilantik oleh pengurus.

Pelantikan anggota magang dilangsungkan di bumi perkemahan Cidahu, Sukabumi-Jawa Barat. Pengurus berhasil melantik anggota magang sebanyak 14 orang yang berasal dari berbagai fakultas di UIN Jakarta.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Dede Supriyatna, acara ini bertujuan sebagai legalitas calon anggota magang menjadi anggota magang dan untuk menguji kelayakan anggota. “Apakah mereka bisa menjadi anggota tetap atau tidak nantinya,” kata Dede.

Ia menjelaskan kriteria kelayakan bisa dilihat dari sejauh mana mereka bisa memahami materi dan menjalankan praktik. Sementara itu, Pemimpin Umum LPM INSTITUT Akhwani Subkhi mengatakan, acara ini sebagai amanat AD/ART organisasi yang harus dilaksanakan oleh pengurus. “Ini sesuai AD/ART LPM INSTITUT,” katanya.

Menurut dia, acara ini bermanfaat terutama untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan mendidik anggota agar mandiri dan menjadi wartawan tangguh. Ia mengharapkan seusai dilantik mereka semakin solid dan kinerjanya tidak menurun atau memble.

Sebelum mereka dilantik menjadi anggota terlebih dahulu panitia menguji kesiapan dan keseriusan mereka dengan berbagai kegiatan diantaranya uji mental dan praktik lapangan. Dalam praktik lapangan panitia menyuruh mereka untuk membuat produk media penerbitan mulai dari proses manajemen redaksi, rapat redaksi, peliputan, dan penulisan hingga layoutnya.

“Semua proses tersebut dikerjakan dalam rentang waktu hanya delapan jam,” terang Akhwani. Proses seperti ini, imbuhnya, untuk melatih mereka bekerja cepat dalam membuat sebuah produk penerbitan. Sebab, pekerjaan seorang wartawan adalah berpacu dengan waktu.