Gedung Rektorat, BERITA UIN Online– Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada Selasa (7/11/2017) telah merilis ranking perguruan tinggi di Indonesia melalui portal Sinta (Science and Technology Index) Kemenristekdikti.

Dilansir dari http://sinta2.ristekdikti.go.id/affiliations/detail?id=400&view=authors, terpantau UIN Jakarta menempati ranking 23 dengan score 2.206 dan 154 author. Dengan demikian ranking UIN Jakarta versi Sinta mengalami kenaikan di Nopember ini dibandingkan beberapa bulan lalu yang menempati posisi 24, bahkan sempat turun drastis di posisi 30 dari 445 perguruan tinggi nasional yang terindeks di portal tersebut.

Sementara dari 154 author UIN Jakarta, terdata author yang menduduki posisi top lima besar versi Sinta, yaitu dr Flori Ratna Sari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (skor 43), Prof Dr M Quraish Shihab (guru besar Emiritus) Fakultas Ushuludin (skor 10), dan tiga terakhir dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), yaitu Prof Dr Abuddin Nata (skor 10), Dr Fauzan (skor 9.8) dan Prof Dr Armai Arif (skor 9.04).

Dikutip dari Surat Edaran Kemenristek Dikti No 227/E/IV/2017 tanggal 7 April 2017 disebutkan, dengan telah diluncurkannya Portal Sinta pada 30 Januari 2017 oleh Menristek Dikti, kini Sinta menjadi pusat indeks sitasi dan kepakaran di Indonesia.

Masih kelanjutannya, Sinta menyediakan benchmark dan analisis, identifikasi kekuatan riset tiap institusi, memperlihatkan kolaborasi penelitian, menganalisis trend penelitian dan direktori pakar.

Sampai dengan 20 April 2017, Sinta telah diakses oleh 4.016.196 di wilayah Asia, 830.151 di wilayah Eropa, 639.410 di wilayah Amerika Utara dan lebih dari 50.000 dari wilayah lainnya.

Dalam surat yang ditandatangani Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati itu dijelaskan, untuk mengoptimalkan content dan networking yang ada di portal Sinta, maka pendaftaran untuk dosen dan peneliti dapat dilakukan pada menu registration di portal Sinta dengan terlebih dahulu membuat akun dan memasukan karya ilmiahnya di Google Scholar.

Bagi dosen yang sudah terdaftar dan memiliki akun di Scopus dapat memasukan id nya di portal Sinta (langkah pendaftaran secara rinci dapat dibaca di http://sinta.ristekdikti.go.id./).

Dijelaskan, Sinta akan menjadi wahana yang dapat menjembatani publikasi bagi dosen dan peneliti, dan akan menjadi media yang dirujuk dalam regulasi di Kemenristek Dikti, seperti produk turunan/juknis Permenristekdikti No 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor dan regulasi terkait lainnya di masa yang akan datang.

Di akhir surat tersebut dipertegas, bagi institusi, penulis dan jurnal yang memiliki publikasi serta sitasi terproduktif akan diberikan Penghargaan Kekayaan Intelektual Sinta pada puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang diselenggarakan tiap tahun pada bulan Agustus. (mf)