Inilah Hasil Raker Pimpinan UIN 2010

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Akhwani Subkhi

Selama dua hari Kamis-Jumat (14-15/1) UIN mengadakan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) di Syahida Inn. Rakerpim diikuti pimpinan universitas, sekolah pascasarjana, fakultas, program studi, kepala biro, kepala bagian dan kepala lembaga. Di tahun ini pimpinan sudah menyusun beberapa agenda strategis untuk empat bidang yakni akademik, administrasi umum dan keuangan, kemahasiswaan, dan pengembangan kelembagaan dan kerjasama.

Direktur Lembaga Peningkatan dan Jaminan Mutu (LPJM) Dr Ahmad Syahid yang mewakili komisi satu mengatakan bidang akademik sudah menyusun sejumlah program,  pertama, semua prodi akan dievaluasi menggunakan evaluasi prodi berbasis evaluasi diri (Epsbed). Kedua, mengusahakan semua prodi mendapatkan akreditasi baik. Ketiga, berlangganan jurnal online dan menambah koleksi perpustakaan universitas dan fakultas. Keempat, mereview kurikulum agar sesuai standar internasional. Kelima, mengusahakan jurnal UIN memperoleh akreditasi tingkat nasional dan internasional serta memberikan insentif bagi penulisnya.

Keenam, mengubah Simperti menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang terintegrasi di website universitas. Ketujuh,  membuat career office yakni mengadakan pelatihan kompetensi alumni dalam entrepreneurship tracer study. Kedelapan, mengadakan workshop kompetensi lulusan. Kesembilan, meningkatkan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kesepuluh, mengadakan riset dan workshop perbaikan system penerimaan mahasiswa baru.

Kesebelas, memperbaiki sarana layanan akademik. Keduabelas, mengusahakan agar UIN mendapatkan ISO 9001:2008. Ketigabelas, mengadakan workshop pedoman dan training pembelajaran TOEFL dan TOAFL. Keempatbelas, membangun laboratorium praktikum agribisnis. Kelimabelas, mengusahakan akreditas laboratorium pangan dan lingkungan.

Sementara itu, komisi dua yang dibacakan Bambang Suryadi memaparkan bidang administrasi umum dan keuangan sudah mengagendakan beberapa program, pertama melakukan reformasi birokrasi yakni adanya pembagian wewenang yang tegas antara universitas dan fakultas. Kedua, menerapkan layanan berbasis Information Technology di semua lini, misalnya bidang akademik, keuangan dan IKN, kepegawaian, kemahasiswaan, dan umum.  Ketiga, menyediakan berbagai fasilitas di antaranya tempat parkir yang luas dan nyaman, jembatan penyeberangan, pembangunan gedung laboratorium fakultas, dan penambahan alokasi dana pemeliharaan fasilitas umum seperti lift, listrik, jaringan IT dan gedung.

Keempat, membentuk tim penyiapan Badan Hukum Pendidikan (BHP). Kelima, memberikan penghargaan atau insentif bagi pegawai dan dosen berprestasi. Keenam, mengangkat pegawai keuangan yang berlatar belakang akuntansi. Ketujuh, berkordinasi dengan bidang akademik mengatur beban kerja dan evaluasi kinerja dosen. Kedelapan, mengevaluasi pelaksanaan tri dharma dosen, dan kesembilan mengatur studi lanjutan bagi pegawai dan dosen berdasarkan pada kompetensi dan kebutuhan.

Sedangkan Dr Abdullah yang mewakili komisi tiga mengatakan program kerja bidang kemahasiswa di tahun ini secara umum meliputi delapan bidang yakni pembinaan penalaran dan idealisme, pembinaan minat dan bakat, pembinaan kepemimpinan, pembinaan kelembagaan dan kegiatan, penegakan tata tertib dan kode etik, peningkatan pelayanan kesejahteraan, pembinaan mental spiritual mahasiswa, dan pembinaan alumni.

Menurut Abdullah di bidang pembinaan penalaran dan idealisme bentuknya berupa workshop penelitian, penulisan karya ilmiah dan jurnalistik, dan kewirausahaan. Bidang pembinaan minat dan bakat berupa pembinaan seni musik Islam, mengadakan lomba karya tulis ilmiah mahasiswa dan menyediakan jurnal mahasiswa. Sedangkan dalam pembinaan kepemimpinan akan mengadakan workshop kepemimpinan manajemen organisasi mahasiswa dan student governmence, dan lokakarya kepemimpinan mahasiswa tingkat nasional.

Di bidang pembinaan kelembagaan dan kemahasiswaan di antaranya berupa pembinaan dan pengawasan Propesa dan pemilu raya, mengirim delegasi ke event kelembagaan di luar, dan melakukan studi banding ke kampus yang lebih baik. Bidang penegakan tata tertib dan kode etik di antaranya diwujudkan berupa busana mahasiswa akan dibina dan ditertibkan agar rapih dan sopan dan adanya aturan kampus bebas rokok.

Dalam bidang peningkatan pelayanan kesejahteraan pimpinan akan menyediakan kendaraan bus operasional mahasiswa dua buah, memberikan asuransi mahasiswa, dan mengupayakan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi, dan memperbaiki layanan kesehatan mahasiswa khususnya rawat inap. Sedangkan dalam pembinaan mental spiritual mahasiswa pimpinan akan memberikan pelatihan ESQ dan motivasi bagi mahasiswa baru. Adapun pembinaan alumni akan dilakukan melalui pembentukan career office, membuat data base dan website alumni, dan mengadakan Munas IKALUIN.

Adapun komisi empat bidang pengembangan kelembagaan dan kerjasama yang disampaikan Deputi Pengembangan Kerjasama Sekolah Pascasarjana Prof Dr Suwito mengungkapkan jumlah mahasiswa internasional setiap tahunnya yang berkuliah di sini akan ditingkatkan setidaknya sepuluh mahasiswa per prodi. “Kita juga mengusahakan agar memperoleh pengakuan internasional dalam beberapa hal seperti status prodi, mematenkan karya dosen/lembaga, karya ilmiah dosen dikutip masyarakat internasional, dan website bisa di akses secara luas hingga dunia internasional,” ungkapnya.

Menurut dia strategi yang ditempuh untuk mengembangkan lembaga melalui tiga cara yakni promosi, memaksimalkan IT, dan pengembangan lembaga-lembaga. Promosi dilakukan melalui pembuatan prospectus dan brosur dalam beberapa bahasa, mengikuti pameran pendidikan tingkat internasional di berbagai negara, dan meningkatkan jumlah dosen sebagai pemateri/peserta seminar dan workshop internasional.

Cara kedua ditempuh melalui menyediakan website yang terus update isinya dalam berbagai bahasa, memaksimalkan pengadaan dan penggunaan jurnal internasional di perkuliahan dan penulisan karya ilmiah, dan membangun dan meningkatkan system informasi universitas dengan lembaga. Sedangkan cara ketiga di antaranya melalui memaksimalkan fungsi dan peran lembaga, efisiensi bidang administrasi dan manajemen,

Memperoleh akreditasi nasional dan internasional, dan bekerjasama dengan lembaga-lembaga di dalam dan luar negeri.

 

Inilah Hasil Raker Pimpinan UIN 2010

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Akhwani Subkhi

Selama dua hari Kamis-Jumat (14-15/1) UIN mengadakan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) di Syahida Inn. Rakerpim diikuti pimpinan universitas, sekolah pascasarjana, fakultas, program studi, kepala biro, kepala bagian dan kepala lembaga. Di tahun ini pimpinan sudah menyusun beberapa agenda strategis untuk empat bidang yakni akademik, administrasi umum dan keuangan, kemahasiswaan, dan pengembangan kelembagaan dan kerjasama.

Direktur Lembaga Peningkatan dan Jaminan Mutu (LPJM) Dr Ahmad Syahid yang mewakili komisi satu mengatakan bidang akademik sudah menyusun sejumlah program,  pertama, semua prodi akan dievaluasi menggunakan evaluasi prodi berbasis evaluasi diri (Epsbed). Kedua, mengusahakan semua prodi mendapatkan akreditasi baik. Ketiga, berlangganan jurnal online dan menambah koleksi perpustakaan universitas dan fakultas. Keempat, mereview kurikulum agar sesuai standar internasional. Kelima, mengusahakan jurnal UIN memperoleh akreditasi tingkat nasional dan internasional serta memberikan insentif bagi penulisnya.

Keenam, mengubah Simperti menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang terintegrasi di website universitas. Ketujuh,  membuat career office yakni mengadakan pelatihan kompetensi alumni dalam entrepreneurship tracer study. Kedelapan, mengadakan workshop kompetensi lulusan. Kesembilan, meningkatkan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kesepuluh, mengadakan riset dan workshop perbaikan system penerimaan mahasiswa baru.

Kesebelas, memperbaiki sarana layanan akademik. Keduabelas, mengusahakan agar UIN mendapatkan ISO 9001:2008. Ketigabelas, mengadakan workshop pedoman dan training pembelajaran TOEFL dan TOAFL. Keempatbelas, membangun laboratorium praktikum agribisnis. Kelimabelas, mengusahakan akreditas laboratorium pangan dan lingkungan.

Sementara itu, komisi dua yang dibacakan Bambang Suryadi memaparkan bidang administrasi umum dan keuangan sudah mengagendakan beberapa program, pertama melakukan reformasi birokrasi yakni adanya pembagian wewenang yang tegas antara universitas dan fakultas. Kedua, menerapkan layanan berbasis Information Technology di semua lini, misalnya bidang akademik, keuangan dan IKN, kepegawaian, kemahasiswaan, dan umum.  Ketiga, menyediakan berbagai fasilitas di antaranya tempat parkir yang luas dan nyaman, jembatan penyeberangan, pembangunan gedung laboratorium fakultas, dan penambahan alokasi dana pemeliharaan fasilitas umum seperti lift, listrik, jaringan IT dan gedung.

Keempat, membentuk tim penyiapan Badan Hukum Pendidikan (BHP). Kelima, memberikan penghargaan atau insentif bagi pegawai dan dosen berprestasi. Keenam, mengangkat pegawai keuangan yang berlatar belakang akuntansi. Ketujuh, berkordinasi dengan bidang akademik mengatur beban kerja dan evaluasi kinerja dosen. Kedelapan, mengevaluasi pelaksanaan tri dharma dosen, dan kesembilan mengatur studi lanjutan bagi pegawai dan dosen berdasarkan pada kompetensi dan kebutuhan.

Sedangkan Dr Abdullah yang mewakili komisi tiga mengatakan program kerja bidang kemahasiswa di tahun ini secara umum meliputi delapan bidang yakni pembinaan penalaran dan idealisme, pembinaan minat dan bakat, pembinaan kepemimpinan, pembinaan kelembagaan dan kegiatan, penegakan tata tertib dan kode etik, peningkatan pelayanan kesejahteraan, pembinaan mental spiritual mahasiswa, dan pembinaan alumni.

Menurut Abdullah di bidang pembinaan penalaran dan idealisme bentuknya berupa workshop penelitian, penulisan karya ilmiah dan jurnalistik, dan kewirausahaan. Bidang pembinaan minat dan bakat berupa pembinaan seni musik Islam, mengadakan lomba karya tulis ilmiah mahasiswa dan menyediakan jurnal mahasiswa. Sedangkan dalam pembinaan kepemimpinan akan mengadakan workshop kepemimpinan manajemen organisasi mahasiswa dan student governmence, dan lokakarya kepemimpinan mahasiswa tingkat nasional.

Di bidang pembinaan kelembagaan dan kemahasiswaan di antaranya berupa pembinaan dan pengawasan Propesa dan pemilu raya, mengirim delegasi ke event kelembagaan di luar, dan melakukan studi banding ke kampus yang lebih baik. Bidang penegakan tata tertib dan kode etik di antaranya diwujudkan berupa busana mahasiswa akan dibina dan ditertibkan agar rapih dan sopan dan adanya aturan kampus bebas rokok.

Dalam bidang peningkatan pelayanan kesejahteraan pimpinan akan menyediakan kendaraan bus operasional mahasiswa dua buah, memberikan asuransi mahasiswa, dan mengupayakan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi, dan memperbaiki layanan kesehatan mahasiswa khususnya rawat inap. Sedangkan dalam pembinaan mental spiritual mahasiswa pimpinan akan memberikan pelatihan ESQ dan motivasi bagi mahasiswa baru. Adapun pembinaan alumni akan dilakukan melalui pembentukan career office, membuat data base dan website alumni, dan mengadakan Munas IKALUIN.

Adapun komisi empat bidang pengembangan kelembagaan dan kerjasama yang disampaikan Deputi Pengembangan Kerjasama Sekolah Pascasarjana Prof Dr Suwito mengungkapkan jumlah mahasiswa internasional setiap tahunnya yang berkuliah di sini akan ditingkatkan setidaknya sepuluh mahasiswa per prodi. “Kita juga mengusahakan agar memperoleh pengakuan internasional dalam beberapa hal seperti status prodi, mematenkan karya dosen/lembaga, karya ilmiah dosen dikutip masyarakat internasional, dan website bisa di akses secara luas hingga dunia internasional,” ungkapnya.

Menurut dia strategi yang ditempuh untuk mengembangkan lembaga melalui tiga cara yakni promosi, memaksimalkan IT, dan pengembangan lembaga-lembaga. Promosi dilakukan melalui pembuatan prospectus dan brosur dalam beberapa bahasa, mengikuti pameran pendidikan tingkat internasional di berbagai negara, dan meningkatkan jumlah dosen sebagai pemateri/peserta seminar dan workshop internasional.

Cara kedua ditempuh melalui menyediakan website yang terus update isinya dalam berbagai bahasa, memaksimalkan pengadaan dan penggunaan jurnal internasional di perkuliahan dan penulisan karya ilmiah, dan membangun dan meningkatkan system informasi universitas dengan lembaga. Sedangkan cara ketiga di antaranya melalui memaksimalkan fungsi dan peran lembaga, efisiensi bidang administrasi dan manajemen,

Memperoleh akreditasi nasional dan internasional, dan bekerjasama dengan lembaga-lembaga di dalam dan luar negeri.