Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu (mengenakan batik) didampingi Rektor Prof Dr Dede Rosyada berjalan menuju panggung sesaat sebelum memberikan ceramah kebangsaan pada pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di lapangan kampus UIN Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Lapangan UIN, BERITA UIN Online – Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu berkunjungan ke kampus UIN Jakarta. Ia datang untuk memberikan ceramah kebangsaan di depan ribuan mahasiswa baru dalam rangka pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di lapangan kampus UIN Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Menhan yang datang dengan kendaraan dinas dan ditemani beberapa ajudannya itu memberikan materi mengenai bela negara. Materi tersebut dinilai penting sebagai bekal mahasiswa untuk menjadi pemimpin kelak.

Kedatangan Menhan di lapangan upacara langsung disambut Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada yang saat itu tengah memimpin jalannya upacara pembukaan. Setelah dipersilakan duduk di barisan depan, Rektor lalu kembali naik panggung melanjutkan memimpin upacara.

Seusai sambutan Rektor, lalu giliran Menhan Ryamizard naik panggung. Namun, sebelum berceramah, ia meminta semua mahasiswa yang semula berdiri untuk duduk di tempat.

“Saya kalau ceramah di depan para prajurit selalu minta mereka duduk. Biar ada kesamaan dan kesejajaran saja,” ujar mantan perwira tinggi TNI AD tersebut.

Tak lama, Menhan kemudian memberikan orasi dengan suara yang agak tersendat. Lantas, apa saja pesan yang disampaikan Ryamizard kepada para mahasiswa baru tersebut?

Selain bicara tentang peran besar umat Islam dan Islam dalam mewujudkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Menhan juga banyak menyinggung soal pentingnya membela dan mempertahankan Tanah Air dari segala ancaman. Dan bagi umat Islam, katanya, mencintai Tanah Air merupakan bagian dari iman (hubbul wathan minal iman).

Menhan menyebut peran besar umat Islam itu memiliki arti penting dan tidak dapat dihapuskan dalam panggung sejarah Indonesia. Bahkan, tandasnya, umat Islam adalah pewaris yang sah dari Tanah Air ini.

Pada bagian akhir isi ceramahnya, Menhan Ryamizard menyampaikan pesan penting bagi mahasiswa. Setidaknya ada enam pesan yang dapat dijadikan motivasi bagi mahasiswa.

Pertama, jika mahasiswa jadi pemimpin, maja jadilah pemimpin yang solutif dari setiap permasalahan. Pemimpin harus senantiasa mengedepankan hati nurani sebagai landasan tingkah laku dan perbuatannya. “Pemimpin yang memiliki hati nurani serta bersih tidak akan mudah menyerah dan bahkan menjadi pribadi yang berjiwa besar, arif, dan bijaksana,” katanya.

Kedua, mahasiswa harus senantiasa meningkatkan kompetisi dan kapasitas diri sebagai modal insani yang unggul, kompetitif, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kesadaran bela negara guna mewujudkan cita-cita bangsa.

Ketiga, ilmu pengetahuan dan kecerdasan tidak akan berarti apa-apa tanpa diperkaya dengan karakter dan wawasan kebangsaan yang kuat. Keempat, prinsip akidah “bagimu agamamu dan bagiku agamaku” (Lakum dinukum waliyadin) dapat diterapkan dalam kehiduoan berbangsa dan bernegara yang bersomboyan Bhineka Tunggal Ika.

Kelima, terorisme bertentangan dengan agama, karena semua agama mengajarkan kasih saying. Aksi teroris adalah musuh manusia karena tidak sesuai dengan ajaran agama apa pun. “Kita tidak memusuhi orangnya melainkan perbuatannya yang meresahkan masyarakat,” jelas Menhan.

Keenam, mahasiswa diminta agar menjadikan nilai-nila bela negara sebagai landasan sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kemudian perkokoh persatuan dan kesatuan bangsa agar dapat menyelesaikan setiap permasalahan. (ns)

 

Share This