Inilah 5 Prodi Favorit SBMPTN di UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online–Sejak ikut serta dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri/SBMPTN (dulu Seleksi Nasional Masuk PTN/SNMPTN Tulis), terdapat 5  program studi (prodi) di UIN Jakarta yang dimininati masyarakat. Animo masyarakat  memilih dan diterima di 5 prodi tersebut sangat tinggi.

5 prodi favorit itu adalah Prodi Pendidikan Dokter, Farmasi, Kesehatan Masyarakat (Kesmas), dan Teknik Informatika (TI), serta Manajemen. Meski kelima prodi itu hanya menyediakan 20-25 kursi, tapi peminatnya mencapai ribuan.

Pada SBMPTN 2012, Prodi Pendidikan Dokter diminati 1950 orang, Farmasi diminati 1114 orang, Kesmas diperebutkan 1088 orang, Manajemen dipilih 1057 orang, dan Teknik Informatika diperebutkan 1008 orang. “Ini artinya masyarakat percaya dengan  UIN Jakarta, meskipun prodi-prodi itu tergolong baru,” ujar Kepala Bagian Sistem Informasi Dra. Liliy Fakhriyah di Gedung Rektorat, Lt. 1, Senin (13/5/2013).

Beberapa prodi lain seperti, Prodi Akuntasi, Psikologi, Ekonomi Islam, Ilmu Hubungan Internasional, dan Sistem Informasi, juga menjadi pilihan. Kendati hanya terdapat 25-50 kursi yang disediakan, peminat  atas sejumlah prodi itu mencapai angka 500-900 orang lebih pada tiap prodi.

Sekretaris Panitia Lokal (Panlok) SBMPTN Rayon Jakarta Matrizal mengungkapkan, pendaftar SBMPTN 2013 diprediksi meningkat. “Trendnya begitu,” katanya.

Ia menambahkan, meskipun prodi-prodi rumpun sains dan teknologi lebih diminati peserta, tapi sebagian besar masyarakat tetap cenderung lebih banyak memilih prodi-prodi ilmu sosial humaniora (soshum). “Tahun lalu peserta yang memilih prodi saintek sebanyak 15 ribu orang. Sedangkan yang memilih prodi soshum mencapai 25 ribu orang,” ujarnya.

Seperti dilansir laman www.sbmptn.or.id, SBMPTN mulai digelar Senin (13/5/2013). Pendaftaran dilakukan secara online.

Agar tidak tertipu oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, panitia SBMPTN mengingatkan calon peserta untuk tidak melayani rayuan dan ajakan orang yang tidak dikenal. Selain itu, calon peserta SBMPTN perlu hati-hati dengan laman palsu pendaftaran SBMPTN. (D Antariksa/Saifudin)