Inilah 3 Pasangan Kandidat Ketua DEMA UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kantor Warek Kemahasiswaan, BERITA UIN Online–Tiga pasangan kandidat ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Jakarta akan berlaga pada Pemilu raya (Pemira) Senin, (29/4/2013). Tiga kandidat tersebut adalah Didin Sirojuddin-Tutur A. Mustofa, Irfan Pasaribu-Aisyah Zhafira dan Sadam-Randy. Masing-masing diusung dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dan Fakultas Kedoketran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Wakil Rektor (Warek) Bidang Kemahasiswaa Dr. Sudarnoto Abdul Hakim MA, menyatakan, Pemira ini harus berjalan secara jujur, terbuka, fair dan tidak boleh terjadi kecurangan.

“KPU harus bekerja secara jujur, sehingga mereka yang kalah nanti tidak melakukan hal-hal yang tidak diingingkan,” katannya di Kantor Warek, Jum’at (26/4/2013).

Menurutnya, selama ini KPU telah bekerja maksimal dan bersikap profesional. Tapi untuk Pemilu raya tingkat universitas, KPU harus lebih hati-hati. “Mereka saya nilai cukup profesional. Ada pihak-pihak yang ingin membonceng atau melakukan sesuatu, tapi mereka berani bersikap tegas,” tandasnya.

Sesuai rencana, Pemira 2013 ini akan digelar di Aula Madya dan diikuti sebanyak 169 daftar pemiliah tetap (DPT). “Pemilih paling banyak dari FITK dan paling sedikit dari Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI),” ujar Komisioner Eko Wahyudi.

Dijelaskannya, semestinya pada Pemira kali ini terdapat 4 kandidat. Tapi, satu pasangan mengundurkan diri, yaitu Hairul saleh-Munajat dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FIDKOM). “Satu pasangan kandidat mengundurkan diri. Tapi surat resminya belum kita terima,” katanya.

Ditambahkannya, 4 pasangan kandidat itu merupakan hasil seleksi administratif, akademik, dan visi-misi oleh Panwaslu. Selain itu, mereka yang berhak menjadi ketua DEMA adalah mahasiswa aktif semester 6 sampai 8.

Sebagai antisipasi aksi ketidakpuasan bagi mereka yang kalah, KPU dan Panwaslu akan menyiapkan pengamanan di beberpa titik, tata cara, tata tertib pencoblosan. “Kita minta KPU membuat tata tertib dan model pencoblosan yang sah, sehingga tidak muncul perdebatan dalam penghitungan suara,” saran Sekretaris Panwaslu Ahmad Abrori MSi. (D Antariksa/Saifudin)