Ingin Sehat, Waspadai Kegemukan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Elly Afriani

Aula SC, UIN Online — Banyak faktor yang menyebabkan generasi sekarang mudah terserang kegemukan. Evolusi kerja, kebiasaan makan di luar dan banyak, keseringan ngemil, kurang olahraga, dan keturanan.

Evolusi kerja, perubahan cara kerja yang membedakan antara manusia generasi dulu dengan generasi sekarang. Pada zaman dulu, kerja manusia lebih banyak aktif, sehingga menghasilkan orang-orang yang ramping. Sementara saat ini, kerja manusia pasif, lebih banyak diambil alih komputer, sehingga menghasilkan orang-orang yang gemuk.

“Orang sekarang keseringan makan di luar, fast food. Kalau makan di luar otomatis merasa saying jika tidak dihabiskan. Jadi, makanan yang melebihi kapisitas perut kita tetap dihabiskan,” jelas Ahli Gizi dari IPB Prof Ali Khomsan pada Seminar Profesi Gizi “Sudah Sehat dan Idealkah Pola Makan Anda?” di Aula Student Center (SC), Rabu (23/12)..

Keseringan ngemil juga menjadi faktor kegemukan. Kebiasaan kita setiap melakukan aktifvitas seperti nonton TV, membaca, dan bersantai selalu ditemani cemilan. Mulut selalu disibukkan dengan mengunyah.

Kurang olahraga atau gerak membuat metabolisme tidak lancar yang berujung pada kegemukkan. Makanan yang dimakan tidak terserap dengan baik.

“Gemuk juga bisa karena faktor keturunan. Seorang ibu dan bapak yang gemuk, memiliki kemungkinan untuk menurunkannya kepada anak,” tambahnya.

Banyak kerugian yang dialami orang-orang gemuk, diantaranya tidak berumur panjang. Berdasarkan pemaparan Ali, usia 60 tahun dicapai 60% orang gemuk, sedangkan dicapai 90% kurus. Sementara, Usia 70 dicapai 30% orang gemuk dan 50% orang kurus.

Penyakit-penyakir seperti diabetes, jantung dan hipertensi pun lebih banyak menyerang orang-orang gemuk.

Menurut Ali untuk menghindari kegemukan, banyak hal yang bisa dilakukan. Pola makan yang baik, seperti mengkonsumsi buah dan sayuran yang merupakan sumber serat, olahraga yang cukup, istirahat yang cukup serta menghindari stress.*

 

Ingin Sehat, Waspadai Kegemukan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Elly Afriani

Aula SC, UIN Online — Banyak faktor yang menyebabkan generasi sekarang mudah terserang kegemukan. Evolusi kerja, kebiasaan makan di luar dan banyak, keseringan ngemil, kurang olahraga, dan keturanan.

Evolusi kerja, perubahan cara kerja yang membedakan antara manusia generasi dulu dengan generasi sekarang. Pada zaman dulu, kerja manusia lebih banyak aktif, sehingga menghasilkan orang-orang yang ramping. Sementara saat ini, kerja manusia pasif, lebih banyak diambil alih komputer, sehingga menghasilkan orang-orang yang gemuk.

“Orang sekarang keseringan makan di luar, fast food. Kalau makan di luar otomatis merasa saying jika tidak dihabiskan. Jadi, makanan yang melebihi kapisitas perut kita tetap dihabiskan,” jelas Ahli Gizi dari IPB Prof Ali Khomsan pada Seminar Profesi Gizi “Sudah Sehat dan Idealkah Pola Makan Anda?” di Aula Student Center (SC), Rabu (23/12)..

Keseringan ngemil juga menjadi faktor kegemukan. Kebiasaan kita setiap melakukan aktifvitas seperti nonton TV, membaca, dan bersantai selalu ditemani cemilan. Mulut selalu disibukkan dengan mengunyah.

Kurang olahraga atau gerak membuat metabolisme tidak lancar yang berujung pada kegemukkan. Makanan yang dimakan tidak terserap dengan baik.

“Gemuk juga bisa karena faktor keturunan. Seorang ibu dan bapak yang gemuk, memiliki kemungkinan untuk menurunkannya kepada anak,” tambahnya.

Banyak kerugian yang dialami orang-orang gemuk, diantaranya tidak berumur panjang. Berdasarkan pemaparan Ali, usia 60 tahun dicapai 60% orang gemuk, sedangkan dicapai 90% kurus. Sementara, Usia 70 dicapai 30% orang gemuk dan 50% orang kurus.

Penyakit-penyakir seperti diabetes, jantung dan hipertensi pun lebih banyak menyerang orang-orang gemuk.

Menurut Ali untuk menghindari kegemukan, banyak hal yang bisa dilakukan. Pola makan yang baik, seperti mengkonsumsi buah dan sayuran yang merupakan sumber serat, olahraga yang cukup, istirahat yang cukup serta menghindari stress.*