Indonesia-New Zealand Perlu Kerjasama Kelautan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Ruang Diorama, UIN Online – Direktur Centre for Strategic Studies, Victoria University of Wellington, New Zealand, Prof Peter Cozens, mengatakan, pemerintah Indonesia dan New Zealand perlu menjalin kerjasama dalam bidang kelautan untuk melestarikan keragaman hayati Samudera Pasifik.

“Hidup kita sangat tergantung pada laut, maka pelestariannya sangat dibutuhkan. Karena itu kedua negara harus bekerjasama mendorong generasi mudanya untuk belajar pengetahuan baru tentang ilmu kelautan,” kata Cozens dalam kuliah umum bertema “New Zealand and Southeast Asia: Cooperation and Partnership for the Security of Asia Pasific” yang diselenggarakan Jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) di Ruang Diorama, Kamis (19/11).

Guru besar Universitas Wellington itu mengajak mahasiswa agar menyadari kondisi Samudra Pasifik yang kian hari kian memburuk. Padahal Samudra Pasifik merupakan samudera terbesar di dunia dan bagian dari Indonesia dan New Zealand. Selain menawarkan kerjasama pelatihan dan pengajaran ilmu kelautan, Cozens juga menawarkan beasiswa.

“Pendidikan dan pelatihan antarregional merupakan strategi jitu untuk kontinuitas pemahaman kelautan dan pengetahuan yang komprehensif,” katanya menambahkan.

Selain Cozen, kuliah umum yang berlangsung selama dua jam itu juga dihadiri Prof Roberto Rabel dari universitas yang sama dan dua perwakilan dari Kedutaan Besar New Zealand, James Waite dan Katie Ellena. []

Indonesia-New Zealand Perlu Kerjasama Kelautan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Ruang Diorama, UIN Online – Direktur Centre for Strategic Studies, Victoria University of Wellington, New Zealand, Prof Peter Cozens, mengatakan, pemerintah Indonesia dan New Zealand perlu menjalin kerjasama dalam bidang kelautan untuk melestarikan keragaman hayati Samudera Pasifik.

“Hidup kita sangat tergantung pada laut, maka pelestariannya sangat dibutuhkan. Karena itu kedua negara harus bekerjasama mendorong generasi mudanya untuk belajar pengetahuan baru tentang ilmu kelautan,” kata Cozens dalam kuliah umum bertema “New Zealand and Southeast Asia: Cooperation and Partnership for the Security of Asia Pasific” yang diselenggarakan Jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) di Ruang Diorama, Kamis (19/11).

Guru besar Universitas Wellington itu mengajak mahasiswa agar menyadari kondisi Samudra Pasifik yang kian hari kian memburuk. Padahal Samudra Pasifik merupakan samudera terbesar di dunia dan bagian dari Indonesia dan New Zealand. Selain menawarkan kerjasama pelatihan dan pengajaran ilmu kelautan, Cozens juga menawarkan beasiswa.

“Pendidikan dan pelatihan antarregional merupakan strategi jitu untuk kontinuitas pemahaman kelautan dan pengetahuan yang komprehensif,” katanya menambahkan.

Selain Cozen, kuliah umum yang berlangsung selama dua jam itu juga dihadiri Prof Roberto Rabel dari universitas yang sama dan dua perwakilan dari Kedutaan Besar New Zealand, James Waite dan Katie Ellena. []