Indonesia Belum Mampu Kenali Konsumen Asing

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Gedung FST, UINJKT Online – Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan varietas tanamannya. Namun hal ini tidak menjadikan rakyatnya sejahtera, karena Indonesia tidak mampu mengenali konsumen asing dalam menjual produk hasil alamnya.

Demikian pernyataan Staf Direktorat Jendral Perkebunan Departemen Pertanian Dr Riyaldi saat memberikan wejangannya pada mahasiswa Jurusan Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dalam acara kuliah umum dengan tema “Strategi Penjaminan Konsistensi Mutu Produk-produk Pertanian” yang digelar Prodi Agribisnis di Ruang Teater FST, Rabu (22/4).

Menurutnya, Indonesia dalam menjual hasil alam terutama dalam bidang pertanian, tidak mampu mengenali konsumen, di mana pembeli menginginkan yang terbaik dari barang yang dibelinya. Sehingga Indonesia tidak mampu mengekspor barang barang yang melimpah untuk di pasarkan di Negara lain. Karena Indonesia tidak mampu dengan persyaratan yang diberikan pihak konsumen.

”Misalnya, dalam menjaga mutu atau kualitas produk. Indonesia hanya mampu menjual hasil alamnya sebagian kecil dari hasil alam yang melimpah ruah,” katanya.

Dan kebanyakan hasil alam Indonesia, saat di ekspor tidak memenuhi standar internasional yang sudah disetujui dunia.

Dalam mengekspor hasil alam pun, Indonesia tidak mampu bersaing dengan negara pengekspor lainnya. Hal ini dikarenakan faktor biaya produksi, harga jual, ketepatan waktu dan kesesuain jumlah yang dinginkan konsumen tidak terpenuhi.

Sehingga yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia, lanjut dia, Indonesia diupayakan harus mampu meningkatan kepercayaan konsumen pada produk yang diyakininya dengan manajemen produk yang dijual bangsa Indonesia.

Namun, apabila Indonesia tidak mampu memenuhi persyaratan produk yang dinginkan konsumen suatu negara. Diharapkan Indonesia harus mampu mencari konsumen lain yang tidak memenuhi persyaratan lebih berat.

”Ekspor udang misalnya, konsumen Eropa tidak ingin membeli udang dari Indoensia karena tidak memenuhi persyaratan, akan tetapi China meinginginkan udang Indonesia. sehingga sekarang ini, udang Indonesia selalu di ekspor ke negara tersebut.” tuturnya.*

Indonesia Belum Mampu Kenali Konsumen Asing

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Gedung FST, UINJKT Online – Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan varietas tanamannya. Namun hal ini tidak menjadikan rakyatnya sejahtera, karena Indonesia tidak mampu mengenali konsumen asing dalam menjual produk hasil alamnya.

Demikian pernyataan Staf Direktorat Jendral Perkebunan Departemen Pertanian Dr Riyaldi saat memberikan wejangannya pada mahasiswa Jurusan Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dalam acara kuliah umum dengan tema “Strategi Penjaminan Konsistensi Mutu Produk-produk Pertanian” yang digelar Prodi Agribisnis di Ruang Teater FST, Rabu (22/4).

Menurutnya, Indonesia dalam menjual hasil alam terutama dalam bidang pertanian, tidak mampu mengenali konsumen, di mana pembeli menginginkan yang terbaik dari barang yang dibelinya. Sehingga Indonesia tidak mampu mengekspor barang barang yang melimpah untuk di pasarkan di Negara lain. Karena Indonesia tidak mampu dengan persyaratan yang diberikan pihak konsumen.

”Misalnya, dalam menjaga mutu atau kualitas produk. Indonesia hanya mampu menjual hasil alamnya sebagian kecil dari hasil alam yang melimpah ruah,” katanya.

Dan kebanyakan hasil alam Indonesia, saat di ekspor tidak memenuhi standar internasional yang sudah disetujui dunia.

Dalam mengekspor hasil alam pun, Indonesia tidak mampu bersaing dengan negara pengekspor lainnya. Hal ini dikarenakan faktor biaya produksi, harga jual, ketepatan waktu dan kesesuain jumlah yang dinginkan konsumen tidak terpenuhi.

Sehingga yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia, lanjut dia, Indonesia diupayakan harus mampu meningkatan kepercayaan konsumen pada produk yang diyakininya dengan manajemen produk yang dijual bangsa Indonesia.

Namun, apabila Indonesia tidak mampu memenuhi persyaratan produk yang dinginkan konsumen suatu negara. Diharapkan Indonesia harus mampu mencari konsumen lain yang tidak memenuhi persyaratan lebih berat.

”Ekspor udang misalnya, konsumen Eropa tidak ingin membeli udang dari Indoensia karena tidak memenuhi persyaratan, akan tetapi China meinginginkan udang Indonesia. sehingga sekarang ini, udang Indonesia selalu di ekspor ke negara tersebut.” tuturnya.*