Syahida Inn, BERITA UIN Online— Para ilmuwan hukum dan syariah dari beberapa perguruan tinggi dunia menyampaikan gagasan dan pemikirannya tentang relasi Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam International Seminar on Sharia and Human right; Conflict and Coexistence in Contemporary Muslim Society di Syahida Inn UIN Jakatya, Rabu-Kamis (30/09-01/10). Kegiatan diharap meningkatkan kesadaran dan wawasan masyarakat akademik tentang relasi Islam dan penghormatan HAM.

Pada hari pertama, dijadwalkan tujuh ilmuwan hukum dan syariah menyampaikan gagasan dan pemikirannya. Diantaranya, Prof Dr Muhammad Ghazalie (IIU-Islamabad Pakistan), Prof Dr Stefan Koos (Universitat Der Bundeswehr Munchen, German), Dr Hisyam Moch Kamal (International Committee of the Red Cross/ICRC), Dr M Arskal Salim GPPh.d (UIN Jakarta), Prof  Dr Muhammad Munir (Pakistan/ICRC), Prof Dr Masykuri Abdillah MA (UIN Jakarta) dan Prof Dr Hafiz Abbas MA (The National Commission of Human Right, Indonesia).

Di hari kedua, beberapa ilmuwan hukum dan syariah dari berbagai perguruan tinggi keislaman berkesempatan menyajikan gagasan dan pemikirannya. Diantaranya, Prof Dr M Atho Mudzhar MSPD (UIN Jakarta), Prof Dr Tri Lisiani Prihartinah SH MA P.hd (Universitas Jenderal Soedirman), Prof Dr Mujiburrahman MA (IAIN Banjarmasin), Dr JM Muslimin MA (UIN Jakarta), M Syafiq Hasyim Ph.D (PUSAD Paramadina), Dr Yasrul Huda MA (IAIN Imam Bonjol Padang), Dr Asep Saepudin Jahar MA (UIN Jakarta), Kamelia Hamidah MA Ph.D (Peace Promotion Community Based Development/COMDEV, Pati, dan Dr Yayan Sofyan SH MA (UIN Jakarta).

Dalam Sambutannya, Dekan FSH UIN Jakarta Dr Asep Saepudin Jahar MA mengungkapkan, seminar diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman tentang Islam dan HAM. Menurut doktor Hukum Islam jebolan Universitat Leipzig ini, Islam dan HAM menjadi isu yang masih hangat diperbincangkan masyarakat akademik dan praktisi internasional.

“Oleh karena itu, pemahaman yang lebih baik mengenai Islam dan HAM saat ini sangat diperlukan. Tujuannya agar kita terhindar dari kesalahpahaman tentang relasi keduanya,” paparnya.

Rektor Prof Dr Dede Rosyada MA dalam pembukaan kegiatan mengungkapkan, UIN Jakarta telah memiliki kepedulian besar dalam memosisikan Islam dan HAM. Di akhir dekade 1990-an, UIN Jakarta bahkan melakukan riset mengenai Islam dan HAM. Hasil riset ini selanjutnya dibukukan menjadi buku Demokrasi, HAM dan Kewarganegaraan. Bahkan, isu ini menjadi salah satu mata kuliah wajib yang diikuti seluruh mahasiswa baru UIN Jakarta.

Rektor menambahkan, penerapan Islam dan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari sendiri telah menempatkan seseorang untuk mempraktikan nilai-nilai syariah Islam. “Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai Islam dan HAM menjadikan kita sebagai pribadi yang toleran, yang mampu menjaga kedaulatan NKRI,” ungkapnya. (Laporan Tutur A. Mustofa)

Share This