Audit Harun Nasution, Berita UIN Online– Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (IKALUIN) mengadakan Halal bi Halal dan Dialog Alumni dengan mengangkat tema “Kreasi dan Kiprah Alumni dalam membangun negeri” pada Sabtu (22/07) di Auditorium Harun Nasution. Sejumlah alumni lintas generasi yang berkiprah di berbagai profesi turut hadir meramaikan kegiatan.

Turut hadir para alumni dari setiap generasi seperti Dr Wahiduddin Adams SH MA (Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi RI), Dr (HC) AM Fatwa (Anggota DPD RI dan Pendiri Yayasan Putra Fatahillah), Dr TB Ace Hasan Syadzily MSi (Anggota DPR RI), Encop Sofia MA (Anggota DPRD Provinsi Banten), Drs KH Ketut Imaduddin Djamal SH MM (Pimpinan PonPes Bali Bina Insan). Selanjutnya turut hadir pula Ahmad Zacky Siradj (Ketua IKALUIN Jakarta), Prof Dr Syukron Kamil MA (Sekjend IKALUIN Jakarta), Dr Euis Amalia MA (Ketua BMT Syahid), Dr Fadilah Suralaga MSi (Wakil Rektor Bidang Akademik), Prof Dr Yusron Razak MA (Wakil Rektor Bagian Kemahasiswaan dan Alumni).

Begitupun turut hadir KH Budi Rahman Hakim MSW (Pendiri Pesantren Jagat Arsy), Pramono Ubaid Tantowi MA (Komisioner KPU Pusat), M Afifudin SAg Msi (Bawaslu Pusat), Ahmad Najib Burhani PhD (Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), dan para sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta lainnya.

Dalam kehangatan dan keharmonisan temu kangen alumni UIN Jakarta ini, HIQMA (Himpunan Qari-qariah Mahasiwa) UIN Jakarta turut memeriahkan kegiatan ini.

Zacky Siradj menyampaikan bahwa silaturrahmi antar alumni harus terus selalu dijaga demi almamater tercinta dan beliau berharap bahwa Alumni UIN Jakarta dapat memberikan warna keunggulan dalam membangun bangsa dan negeri. “Peran alumni harus terasa oleh almamater tercinta ini. Saling mendukung antara alumni dan harapan UIN kedepannya,”ungkapnya.

Pada kesempatan ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UIN Jakarta, Prof Dr Yusron Razak MA, mengungkapkan UIN Jakarta sedang menuju PTN BH dan mempersiapkan para alumni yang berkualitas agar diterima di pasar global. “Maka dari itu, saat ini kami sedang berusaha untuk meningkatkan dan menekankan integritas, moralitas dan keislaman pada diri setiap mahasiswa UIN Jakarta,” ungkapnya.

Pada Dialog terbuka Alumni UIN Jakarta ini, beberapa alumni diberi waktu untuk berbicara dan berbagi pengalamannya demi kemajuan almamater tercinta sesuai bidang nya masing-masing. Seperti dalam bidang Pemerintah dan Birokrasi, yaitu Dr Wahiduddin Adams SH MA (Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi RI), Dr (HC) AM Fatwa (Anggota DPD RI dan Pendiri Yayasan Putra Fatahillah), Dr TB Ace Hasan Syadzily MSi (Anggota DPR RI), Encop Sofia MA (Anggota DPRD Provinsi Banten), Pramono Ubaid Tantowi MA (Komisioner KPU Pusat), dan M Afifudin SAg Msi (Bawaslu Pusat).

Dalam bidang pendidikan dan dakwah, ada Drs KH Ketut Imaduddin SH MM (Pimpinan PonPes Bali Bina Insan), Drs KH Mudrik Qari MA (Pimpinan PonPes Al-Ittifaqiah Indralaya Sumatera Selatan), dan KH Budi Rahman Hakim MSW (Pendiri Pesantren Jagat Arsy).

Begitupun pada bidang akademis dan praktisi, turut hadir Ahmad Najib Burhani PhD (Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Dr Rumadi Ahmad, Andi Syafrani SH MCCL, Iman Ni’matullah SH, dan Siti Hasanah Sag MM (Praktisi Asuransi Syariah).

Pesan-Kesan Alumni

Dalam kesempatan itu, beberapa alumni diberi kesempatan untuk berbagi pengalamannya demi kemajuan almamater tercinta sesuai bidang nya masing-masing yang di moderatori oleh alumni Fakultas Syariah dan Hukum, Mucle Katulistiwa. Beberapa alumni seperti Wahiduddin Adams, AM Fatwa, TB Ace Hasan Syadzily, Encop Sofia, Pramono Ubaid Tantowi, Afifudin didaulat menyampaikan pesan dan kesan sebagai alumni.

Menurut AM Fatwa, banyak sekali yang mewarnai perjalanannya pasca lulus dari UIN Jakarta. “Kemanapun kita nanti melangkah pasca dari UIN ini, patrikan dalam hati bahwa kita harus memberikan manfaat untuk almamater tercinta,” katanya.

Sedangkan Wahiduddin mengungkapkan suka cita nya melamar pekerjaan sehingga sekarang menjadi Hakim Konstitusi. “Tidak mudah jika kita tidak punya integritas dan kemampuan. Sekarang tidak dibedakan lagi alumni dari IAIN atau universitas umum lainnya. Karena kita punya kemampuan yang sama” tandasnya.

Di generasi selanjutnya, Afifudin mengaku tidak merasa takut walaupun apa yang dulu dipelajari selama kuliah sedikit memiliki korelasi dengan apa yang sekarang sedang digeluti. “Kita boleh berbeda fakultas, berbeda organisasi, tapi diluar sana kita adalah alumni UIN,” tambahnya.

Sedangkan, Pramono mengungkapkan alumni UIN adalah alumni yang memiliki kemampuan lebih, karena selama di UIN mempelajari ilmu Islam dan Ilmu umum.

Adapun memberikan pesan kesan nya selama menjadi mahasiswa dan alumni UIN Jakarta. “UIN memiliki koneksi yang kuat, apalagi saat transisi dari IAIN ke UIN. Dan itu tidak ada  bedanya baik lulusan ADIA, IAIN, maupun UIN. Yang terpenting adalah ‘Anfauhum Li An-nas dan kita sama-sama perhatikan adik-adik kita yang sedang berproses agar jaringan selalu terajut,” tandas pria lulusan jurusan Bahasa dan Sastra Arab.

Selanjutnya Dr Fadilah Suralaga MSi selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta mengungkapkan alumni UIN sebetulnya memiliki potensi yang sama dengan kawan-kawan diluar sana untuk membangun UIN Jakarta dan Negara Republik Indonesia. “Karena kita punya integritas yang tinggi antara keislaman dan keindonesiaan untuk menciptakan ulama berintelektual dan intelektual ulama,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini pun Andi Syafrani SH MCCL pun memberikan pesan kesannya selaku alumni UIN Jakarta. Menurutnya, alumni UIN adalah alumni yang ditunggu-tunggu karena kemapaman ilmunya di bidang ilmu agama dan ilmu umum. “Kita ini serba bisa loh, silahkan aja cek lulusan syariah seperti saya bisa juga menjadi pengacara,” candanya. (lrf/Syarifaeni Fahdiah)

Share This