Ideologi, Faktor Dominan Terorisme

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Ekawati

Aula SC, UIN Online – Sebagian besar orang menganggap kemiskinan dan Amerika Serikat menjadi sebab dominan seseorang berevolusi menjadi teroris. Padahal, penyebab paling mendasar berkaitan dengan ideologi yang mereka pahami. Hal itu ditegaskan Senior Adviser International Crisis Group (ICG) Sidney Jones dalam diskusi publik bertema Perang Global Melawan Teroris di Aula Student Center, Kamis (5/11).

Selain Sidney Jones, acara yang diselenggarakan Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci) bekerjasama dengan Jaringan Islam Liberal (JIL), Friedrich Naumann Stiftung (FNS), dan BEM Jurusan Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini, juga menghadirkan Ulil Abshar Abdalla (JIL) dan Noorhaidi Hasan (UIN Sunan Kalijaga).

Menurut Sidney Jones, di samping faktor ideologi, pencarian sensasi juga menjadi target penting para teroris. Karena itu, tidak heran jika aksi teroris kerap terjadi di kota-kota besar, seperti New York, Jakarta dan Bali.

Sementara itu, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan, menilai gerakan para jihadis di Indonesia dimobilisasi pihak-pihak yang dipercaya memiliki kaitan dengan agen-agen intelejen Indonesia melalui jalur Kuala Lumpur – Islamabad – Peshawar  bergabung Hekmatyar, Sayyaf atau Jamil Al-Rahman. []

Ideologi, Faktor Dominan Terorisme

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Ekawati

Aula SC, UIN Online – Sebagian besar orang menganggap kemiskinan dan Amerika Serikat menjadi sebab dominan seseorang berevolusi menjadi teroris. Padahal, penyebab paling mendasar berkaitan dengan ideologi yang mereka pahami. Hal itu ditegaskan Senior Adviser International Crisis Group (ICG) Sidney Jones dalam diskusi publik bertema Perang Global Melawan Teroris di Aula Student Center, Kamis (5/11).

Selain Sidney Jones, acara yang diselenggarakan Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci) bekerjasama dengan Jaringan Islam Liberal (JIL), Friedrich Naumann Stiftung (FNS), dan BEM Jurusan Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini, juga menghadirkan Ulil Abshar Abdalla (JIL) dan Noorhaidi Hasan (UIN Sunan Kalijaga).

Menurut Sidney Jones, di samping faktor ideologi, pencarian sensasi juga menjadi target penting para teroris. Karena itu, tidak heran jika aksi teroris kerap terjadi di kota-kota besar, seperti New York, Jakarta dan Bali.

Sementara itu, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan, menilai gerakan para jihadis di Indonesia dimobilisasi pihak-pihak yang dipercaya memiliki kaitan dengan agen-agen intelejen Indonesia melalui jalur Kuala Lumpur – Islamabad – Peshawar  bergabung Hekmatyar, Sayyaf atau Jamil Al-Rahman. []