IARMI UIN Jakarta Gelar Silaturrahmi Lintas Generasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
WhatsApp-Image-20160504

Keluarga Besar Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa (IARMI) UIN Jakarta yang di ketuai oleh Drs H. Saiful Mujab M.A menggelar Silaturrahmi antar lintas generasi dan profesi. Acara yang bertema Membangun Loyalitas dan Profesionalitas ini berlangsung di Pulau Tidung– Kepulauan Seribu, Sabtu-Minggu (30-1/5).

Pulau Tidung, BERITA UIN Online— Keluarga Besar Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa (IARMI) UIN Jakarta yang di ketuai oleh Drs H. Saiful Mujab M.A menggelar Silaturrahmi antar lintas generasi dan profesi.Acara yang bertema Membangun Loyalitas dan Profesionalitas ini berlangsung di Pulau Tidung– Kepulauan Seribu, Sabtu-Minggu (30-1/5).

Ketika dikonfirmasi tim BERITA UIN Online,  Ketua IARMI Drs H Saiful Mujab MA mengatakan, “ saat itu, tepat setelah pelantikan Rektor UIN Jakarta pada tanggal 25 November 2016 dan raker kepengurusan, IARMI menggandeng Rumah Cinta Bela Negara untuk bersama memberikan Pelatihan dan Penanaman Nilai-Nilai Bela Negara di beberapa sekolah,” kenangnya.

Ditambahkannya, IARMI telah melakukan pelatihan di beberapa sekolah, diantaranya Madrasah Aliah (MA) Pengembangan Kesejahteraan Ummah dan MTSN 26 Pulau Tidung.

“Para siswa dan dewan guru MA PKU dan MTSN 26 mengapresiasi kegiatan tersebut. Pasalnya, pelatihan yang sangat inspiratif tersebut dikemas dengan metode yang mengasyikan serta sarat akan nilai-nilai bela Negara,” tambahnya.

Hj. Yeni Triasih, selaku Kepala Sekolah MTSN 26 mengaku sangat mengapresiasi kegiatan Program Rumah Cinta Bela Negara ini. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan yang positif untuk menumbuhkan cinta tanah air.

“Bela Negara merupakan hak dan kewajiban seluruh warga Negara, semangat mencintai bangsa harus terus mengalir dalam setiap denyut nadi warga Negara Republik Indonesia ini, khususnya para generasi muda,”tandasnya.

Sebagai  informasi, rangkaian acara tersebut diawali dengan melakukan muhasabah kepada siswa. Hal tersebut bertujuan untuk memotivasi dan membersihkan fikiran negatif siswa menjelang ujian sekolah. Dilanjut dengan pemberian mater-materi bela negara dan pembelajaran melalui permainan bela negara  yang bertjuan untuk meningkatkan peran siswa dalam usaha meningkatkan partisipasi aktif dalam mewujudkan cinta bela Negara. (SF/LRF)