IAIN STS Jambi Pelajari BLU

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Sidang Utama, UINJKT Online – Sistem pengelolaan keuangan melalui Badan Layanan Umum (BLU) UIN Jakarta mendapat perhatian dari sejumlah pejabat IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Jumat (17/7) ini para pejabat tersebut mengunjungi kampus UIN Jakarta untuk mempelajari BLU yang diterapkan sejak tahun lalu itu.


“Kami ingin menimba pengalaman sekaligus mempelajarinya dari UIN Jakarta yang sudah lama menjadi BLU. Sebab, IAIN Jambi dalam waktu dekat ini juga akan menjadi BLU,” ujar Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (AUK) IAIN Jambi Drs Nadjamuddin MM, yang juga pimpinan rombongan, saat diterima di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat.


Kunjungan para pejabat IAIN Jambi yang mayoritas pengelola di bidang keuangan itu diterima Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar, Kepala Biro AUK Drs Hamid Sholihin, Kepala Bagian Keuangan Drs Subarja MPd, dan Kepala PK-BLU Abdul Hamid Cebba.

BLU UIN Jakarta, menurut Hamid Sholihin, pada dasarnya untuk ,memberikan kemudahan dalam pengelolaan keuangan perguruan tinggi, terutama dana yang bersumber dari masyarakat. Kemudahan itu misalnya dalam fleksibilitas penggunaan keuangan tanpa harus melalui prosedur birokrasi yang panjang dan berbelit-belit. Di sisi lain, fleksibilitas BLU juga memberikan dampak bagi peningkatan kualitas pelayanan, baik yang terkait dengan masalah keuangan, kepegawaian maupun akademik.


“Jika misalnya ada mahasiswa menanyakan nilai ke akademik, maka tidak ada lagi jawaban ‘kapan-kapan’ saja melainkan sudah harus ada kepastian,” ujarnya. Hal yang sama dilakukan dalam masalah keuangan. “Kalau memang sudah jelas, PPK (pejabat pembuat komitmen) tinggal tanda tangan saja,” Hamid.


Meski demikian, Hamid Sholihin kepada para pejabat IAIN Jambi mengingatkan untuk tidak mempelajari kemudahan-kemudahan dalam BLU semata, tetapi justru harus mempelajari permasalahan-permasalahan yang dihadapi. “Jadi, jangan dikira sesudah BLU itu beres. Sebaliknya malah banyak masalah lain yang harus diselesaikan,” ungkapnya.


Seusai diterima dan berdialog, para pejabat IAIN Jambi lalu mendatangi kantor BLU yang berada di lantai dasar Auditorium Utama dan Bagian Keuangan di lantai III Gedung Rektorat. Mereka selain memperdalam tentang sistem BLU, juga untuk saling mengenal dengan sesame pejabat setingkat. (ns)

 

IAIN STS Jambi Pelajari BLU

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Sidang Utama, UINJKT Online – Sistem pengelolaan keuangan melalui Badan Layanan Umum (BLU) UIN Jakarta mendapat perhatian dari sejumlah pejabat IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Jumat (17/7) ini para pejabat tersebut mengunjungi kampus UIN Jakarta untuk mempelajari BLU yang diterapkan sejak tahun lalu itu.


“Kami ingin menimba pengalaman sekaligus mempelajarinya dari UIN Jakarta yang sudah lama menjadi BLU. Sebab, IAIN Jambi dalam waktu dekat ini juga akan menjadi BLU,” ujar Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (AUK) IAIN Jambi Drs Nadjamuddin MM, yang juga pimpinan rombongan, saat diterima di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat.


Kunjungan para pejabat IAIN Jambi yang mayoritas pengelola di bidang keuangan itu diterima Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar, Kepala Biro AUK Drs Hamid Sholihin, Kepala Bagian Keuangan Drs Subarja MPd, dan Kepala PK-BLU Abdul Hamid Cebba.

BLU UIN Jakarta, menurut Hamid Sholihin, pada dasarnya untuk ,memberikan kemudahan dalam pengelolaan keuangan perguruan tinggi, terutama dana yang bersumber dari masyarakat. Kemudahan itu misalnya dalam fleksibilitas penggunaan keuangan tanpa harus melalui prosedur birokrasi yang panjang dan berbelit-belit. Di sisi lain, fleksibilitas BLU juga memberikan dampak bagi peningkatan kualitas pelayanan, baik yang terkait dengan masalah keuangan, kepegawaian maupun akademik.


“Jika misalnya ada mahasiswa menanyakan nilai ke akademik, maka tidak ada lagi jawaban ‘kapan-kapan’ saja melainkan sudah harus ada kepastian,” ujarnya. Hal yang sama dilakukan dalam masalah keuangan. “Kalau memang sudah jelas, PPK (pejabat pembuat komitmen) tinggal tanda tangan saja,” Hamid.


Meski demikian, Hamid Sholihin kepada para pejabat IAIN Jambi mengingatkan untuk tidak mempelajari kemudahan-kemudahan dalam BLU semata, tetapi justru harus mempelajari permasalahan-permasalahan yang dihadapi. “Jadi, jangan dikira sesudah BLU itu beres. Sebaliknya malah banyak masalah lain yang harus diselesaikan,” ungkapnya.


Seusai diterima dan berdialog, para pejabat IAIN Jambi lalu mendatangi kantor BLU yang berada di lantai dasar Auditorium Utama dan Bagian Keuangan di lantai III Gedung Rektorat. Mereka selain memperdalam tentang sistem BLU, juga untuk saling mengenal dengan sesame pejabat setingkat. (ns)