IAIN Purwokerto, BERITA UIN Jakarta – Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) VII bidang olahraga dan seni siap digelar di IAIN Purwokerto, hari ini, 24 – 27 April 2018 . Acara yang digelar secara reguler ini, diikuti oleh 31 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Indonesia.

Panitia Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) VII bidang olahraga dan seni siap menyambut para kontingen yang akan mengikuti event. Kesiapan itu disampaikan oleh penanggung jawab pertandingan cabang olahraga, Ahmad Mutaqqin, S.Ag., M.Si. di depan ruang kesekretariatan, Selasa (24/4).

Ahmad Mutaqqin menegaskan bahwa panitia akan memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada semua kontingen yang datang, karena mereka adalah tamu. Ahmad berjanji akan memberikan pelayanan sebaik mungkin, seprima mungkin dan memberikan kesan bahwa IAIN Purwokerto itu mempunyai kapasitas yang cukup untuk menjadi penyelenggara yang baik. Dirinya berharap Event ini juga bisa dijadikan contoh pionir mengawali bahwa IPPBMM itu menjadi bagian awal pembinaan mahasiswa di perguruan tinggi.

Selain itu Ahmad menyampaikan dari cabang olahraga yang paling diunggulkan tahun ini ada cabang olahraga Bulu Tangkis, Tenis Meja, Panjat Dinding dan Futsal Putri. Namun salah satu cabang pertandingan olahraga Kempo harus dibatalkan karena hanya ada dua PTKIN yang mendaftarkan diri, sedangkan syarat pertandingan hanya akan dilaksanakan jika peserta minimal empat orang

Sementara Penanggung jawab bidang seni Agus Sunaryo S.HI. M.S.I menyampaikan untuk cabang seni sudah 95 persen dari sisi penyelenggaraan dan sisi kesiapan atlit. Untuk cabang kaligrafi dan cabang Hadroh menjadi prioritas mendapat emas, dan yang lainnya di cabang seni juga sangat dimungkinkan untuk mendapat emas. Hal itu dikarenakan atlit-atlit memiliki kemampuan dan semangat tanding yang luar biasa yang dapat dilihat dari frekuensi latihan dan pemadatan latian.

Untuk juri kesenian selain telah dipilih juri dengan level nasional panitia juga akan melibatkan perwakilan dari PTKIN peserta IPPBMM. Harapannya dengan skema semacam itu akan terjadi perlombaan yang berkualitas dari sisi penjurian. Hal itu mengingat IPPBMM merupakan event yang cukup bergengsi bagi PTKIN Se-Indonesia. “Kami siapkan se-maksimal mungkin dan se-netral mungkin, demi terwujudnya IPPBMM yang berkualitas,” tegasnya. (lrf/eae)