HUT ke-50, Fakultas Ushuluddin Launching Program Magister

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Prof Dr Harun Nasution, BERITA UIN Online–Bertempat di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Rabu (14/11), Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta me-launching (meluncurkan) Program Magister (S2). Terdapat tiga program studi pada jenjang tersebut, yaitu Perbandingan  Agama, Aqidah Filsafat, dan Tafsir Hadis.

Acara launching itu dibuka secara resmi oleh Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat pada Hari Ulang Tahun (HUT) atau milad (hari lahir) ke-50 Fakultas Ushuluddin.

Menurut Rektor, Fakultas Ushuluddin perlu memposisikan diri sebagai fakultas yang dapat melahirkan ulama dan pemikir.”Ke depan Fakultas Ushuluddin harus memikitrkan bagaimana melahirkan para ulama dan pemikir. Ini yang diperlukan oleh bangsa ini. Untuk yang lain biarlah fakultas atau universitas lain yang mengurusinya,”ujarnya.

Ditegaskannya, ke depan tantangan kehidupan beragama semakin kompleks. Untuk memecahkan masalah tersebut diperlukan ulama dan pemikir yang unggul dan peka terhadap persoalan kebangsaan. “Para ulama dan pemikir itu bisa dilahirkan dari program magsiter dan doktor. Karena itu ke depan inilah yang harus dikembangkan di di sini,”tambahnya.

Sementara Dekan Fakultas Ushuluddin Prof Dr Zainun Kamaluddin Faqih MA mengatakan, pembukaan program magister ini untuk memberikan jawaban dan merespon tuntutan masyarakat yang mengingingkan kedamaian kehidupan beragama.

“Agama mestinya hadir untuk memberikan kedamaian. Tapi, faktanya agama sering disalahgunakan untuk melakukan tindakan kekerasan. Di sinilah pentingnya kita membuka program studi Agama-agama,”katanya.

Selain milad, digelar pula seminar bertajuk “Ushuluddin dan Problematika  Bangsa.”  Wakil Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar MA, Ketua Umum Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin MA, dan Guru Besar UIN Alauddin Makassar Prof Dr Hamka Haq MA menjadi pembicara seminar ini.

Para pembicara sepakat, bahwa kajian Islam dasar, yaitu ilmu-ilmu Ushuluddin harus menjadi kajian utama dan penting di UIN Jakarta. “Pokok-pokok ajaran agama itu ada di Ushuluddin, termasuk Ushul Fiqih itu betrasal dari kajian Ushuluddin,”terang Hamka Haq. (da/Saifudin)