HPI: Penerjemah Bahasa Arab Masih Langka

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Fidkom, BERITA UIN Online Sekretaris Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) Anna Wiksmadhara mengungkapkan, mahasiswa UIN Jakarta memiliki kelebihan dan keunggulan, yaitu bidang bahasa Arab ketimbang mahasiswa lainnya.

Dengan potensinya tersebut, Anna mengajak mahasiswa UIN Jakarta untuk bergabung menjadi anggota HPI yang sekarang jumlah anggotanya sekira 600 orang perbulan Mei di seluruh Indonesia.

“Anggota penerjemah bahasa Arab masih sedikit di HPI, kita kesulitan mencarinya, padahal ada proyek yang membutuhkan tenaga penerjemah bahasa Arab,” ujar Anna, Selasa, (4/6/2013) di Ruang Teater Prof. Dr. Aqib Suminto Lt. 2, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidkom).

Menurutnya, menjadi seorang penerjemah atau juru bahasa adalah profesi yang menarik dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Tidak perlu kantor khusus karena bisa dikerjakan di rumah dan tidak terikat dengan jam kantor. Dia membandingkan dengan tunjangan seorang professor yang mencapai kisaran 12 juta perbulan.

“Sekarang, Alhamdulillah penghasilan saya sudah lebih dari itu hanya dengan sekali tagihan dan saya bisa jalan-jalan gratis jika ada tugas ke luar daerah atau ke luar negeri sebagai juru bahasa,” ujar mantan pegawai salah satu perusahaan migas di Jakarta itu.

Selain Anna, Rury Dewi Ankarani juga membagikan tips dan pengalamannya untuk menjadi penterjemah film-film bahasa Inggris yang diputar di stasiun RCTI tempatnya bekerja.

“Semuanya butuh proses untuk menjadi expert. Modal utamanya adalah jangan bosan untuk terus berlatih, berani menerima tantangan, banyak baca buku, melakukan riset dan memperluas wawasan,” ujar wanita yang telah menggeluti dunia subtitle sejak tahun 1995 itu.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, MA menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan workshop penerjemahan yang baru pertama kali digelar selama UKM Bahasa tersebut berdiri pada tahun 2002.

“Dunia penerjemahan mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama dalam industri perfilman. Dengan adanya kegiatan ini, UKM Bahasa berarti telah ikut memperkuat membangun peradaban ilmu pengetahuan khususnya di UIN Jakarta,” ujarnya pada saat memberikan sambutan dan membuka kegiatan tersebut.

Dijelaskannya, di UIN Jakarta baru terdapat Jurusan Terjemah Bahasa Arab-Indonesia. “Semoga pada tahun mendatang, di UIN Jakarta bisa dibuka jurusan baru, yaitu Jurusan Terjemah Inggris-Indonesia.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Ketua HPI, Rahadi Notowidigdo dan beberapa anggota HPI dari kalangan sivitas UIN Jakarta tersebut, digelar pula acara games, standup comedy, dan pemberian hadiah bagi peserta yang aktif bertanya.

Kegiatan yang dihelat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa-Foreign Languages Association (Flat), dimaksudkan untuk membangun kesadaran mahasiswa lebih banyak berkarya, terutama dalam bidang penerjemahan. (Muhammad Furqon)