Auditorium Utama, BERITA UIN Online – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Jakarta menggelar seminar nasional bertajuk ‘Peran Pendidikan dalam Menghadapi Isu Makanan Berbahaya di Masyarakat’ di Auditorium Utama, Senin (8/5/2017). Acara dihadiri dosen dan mahasiswa di lingkungan UIN Jakarta.

Acara yang dimoderatori Dosen FITK Nanda Saridewi M. Si ini menghadirkan tiga narasumber. Ketiganya, anggota Badan Pengawas Obat dan Makanan Dra Sri Pujiati APT M. Epid,  Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Husni Teja Sukmana Ph. D,  dan Dosen FITK Fidrayani, M. Pd.

Seminar dibuka Wakil Dekan Bidang Kerjasama dan Alumni Fauzan M.A. Dalam sambutannya, Fauzan mengatakan seminar demikian sangat penting bagi mahasiswa Pendidikan Kimia. Pasalnya, terdapat mata kuliah yang mempelajari kandungan zat, salah satunya zat dalam makanan. “Mahasiswa perlu mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai zat seperti apa yang berbahaya,” tambahnya.

Sementara itu, Sri Pujiati dalam paparannya, menjelaskan banyaknya kabar bohong atau hoax tentang makanan berbahaya. Pasalnya,  tidak ada cara alami untuk mengetahui zat berbahaya dalam makanan melainkan harus dilakukan penelitian di laboratorium.

Masyarakat hanya bisa membedakan dengan gambaran umum.  Contohnya, untuk mengetahui kandungan formalin yaitu dengan melihat apakah makanan itu dikerumuni lalat atau tidak.

“Makanan yang sudah pasti mengandung bahan pengawet yaitu makanan cepat saji.  Makanan tersebut mengandung zat berbahaya dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sekedar catatan, seminar merupakan salah satu rangkaian kegiatan Chemistry Education Fair 2017. Acara terakhir digelar dalam rangka memperingati ulang tahun FITK ke-60. Kegiatan lainnya yaitu perlombaan  untuk tingkat SMA dan SMK se Pulau Jawa. Terdapat tiga perlombaan, yakni Olimpiade Kimia, Karya ilmiah, dan Musabaqah Syahril Quran  yang diselenggarakan dari April hingga Mei. (Farah/Zuhrotul Uyun/ZM)

Share This