Hipnosis Sangat Berperan dalam Membina Anak

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Hamzah Farihin

Auditorium Utama, UIN Online- Hypnosis adalah upaya mengoptimalkan pemberdayaan energi jiwa bawah sadar manusia. Dengan mengistirahatkan energi jiwa sadar, khususnya pada anak, merupakan suatu kebutuhan peran orangtua dalam mendidik, membina dan membesarkan anak agar menjadi pribadi yang penuh percaya diri.

“Yang menjadi penyebab orangtua tidak mampu mendidik anak dengan baik, karena pengaruh hipnosis orangtua terhadap anak akan believe (kepercayaan), impression (tekanan) dan repetition (pengulangan) yang tidak baik pula, sehingga menghasilkan binaan anak yang mirip dengan lingkungan, keadaan dan sifat orangtuanya,” ucap motivator Tubagus Wahyudi ST MCHt CHI dalam Workshop Hypnoparenting dan Public Speaking bertema “Kiat Sukses Mendidik Anak dan Menjadi Pribadi yang Penuh Percaya Diri” yang digelar Dharma Wanita Persatuan UIN di Auditorium Utama, Senin (11/1).

Menurut Tubagus, peran orangtua sebagai pembina anak disarankan memperhatikan pengaruh hypnosis, yakni dengan selalu menanamkan rekaman atau sugesti positif pada jiwa bawah sadar anak. Karena pikiran anak-anak yang cenderung belum mampu berpikir secara logis, cenderung akan memberikan respon terhadap stimulus yang diterima, tanpa pertimbangan yang terlalu jauh.

“Kata-kata, tindakan dan sikap orang tua 95 persen dan akan masuk dengan mudah ke pikiran bawah sadar anak-anak tanpa disaring,” tandasnya.

Karena itu agar orangtua mampu mendidik dan membina anak secara baik dan maksimal, perlu mengetahui mengenai hukum hidup seperti hukum servorik, hukum pikiran, hukum kalam dan hukum agama.

Hukum servorik misalnya, semua yang dipikirkan secara kebiasaan akan mengendap dalam bathin bawah sadar. “Jadi pada saat anak dibiarkan semaunya, dan tidak dikendalikan orangtua, akan menjadi kebiasaan buruk. Sehingga tanamkanlah saat ini juga pada anak untuk selalu memberikan hal-hal yang positif. Karena sesuatu yang ditanamkan hal positif akan menuai yang positif pula dan begitupun juga sebaliknya,” ujarnya.

Hukum selanjutnya yaitu hukum pikiran, yang dinyatakan dengan, pikiran adalah sebab dan keadaan adalah efeknya. Bila orangtua menanamkan hal-hal negatif pada anak, maka akan menghasilkan pembinaan anak yang negatif pula.

Menurut penelitian dari psikolog anak, disimpulkan bahwa lebih dari 90 persen permasalahan anak disebabkan oleh kesalahan atau ketidaktahuan orangtua akan cara komunikasi dan penyampaian nilai yang baik terhadap sang anak. Bagi kebanyakan orangtua, sadar maupun tidak sadar, seringkali memperlakukan anak sebagai “robot” yang bisa diperintah dan harus menjalankan setiap perintah yang diberikan kepadanya. Sehingga mulai sekarang tanamkanlah hal-hal positif pada anak dan pahami akan kebutuhan anak.

Selanjutnya hukum kalam, dimana setiap perkataan yang diucapkan baik sadar ataupun tidak pasti berefek. “Misal bila anda sering berkata anakku memang malas, maka bawah sadar anda akan menepatinya dan berusaha anak anda tidak akan pernah rajin dalam bidang apapun. Untuk mengantisipasi kebiasaan buruk ini camkan bahwa bathin bawah sadar bekerja 24 jam sehari, menanggapi kebiasaan perkataan anda, maka mulailah untuk selalu berpikir positif, tuturnya.

Workshop tentang hypno parenting yang akan berlangsung hingga besok ini cukup menyedot banyak peminat. Mereka umumnya kaum ibu yang rata-rata memiliki anak. Tampak hadir Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Ait Chairiyah Komaruddin Hidayat.

 

 

 

Hipnosis Sangat Berperan dalam Membina Anak

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Hamzah Farihin

Auditorium Utama, UIN Online- Hypnosis adalah upaya mengoptimalkan pemberdayaan energi jiwa bawah sadar manusia. Dengan mengistirahatkan energi jiwa sadar, khususnya pada anak, merupakan suatu kebutuhan peran orangtua dalam mendidik, membina dan membesarkan anak agar menjadi pribadi yang penuh percaya diri.

“Yang menjadi penyebab orangtua tidak mampu mendidik anak dengan baik, karena pengaruh hipnosis orangtua terhadap anak akan believe (kepercayaan), impression (tekanan) dan repetition (pengulangan) yang tidak baik pula, sehingga menghasilkan binaan anak yang mirip dengan lingkungan, keadaan dan sifat orangtuanya,” ucap motivator Tubagus Wahyudi ST MCHt CHI dalam Workshop Hypnoparenting dan Public Speaking bertema “Kiat Sukses Mendidik Anak dan Menjadi Pribadi yang Penuh Percaya Diri” yang digelar Dharma Wanita Persatuan UIN di Auditorium Utama, Senin (11/1).

Menurut Tubagus, peran orangtua sebagai pembina anak disarankan memperhatikan pengaruh hypnosis, yakni dengan selalu menanamkan rekaman atau sugesti positif pada jiwa bawah sadar anak. Karena pikiran anak-anak yang cenderung belum mampu berpikir secara logis, cenderung akan memberikan respon terhadap stimulus yang diterima, tanpa pertimbangan yang terlalu jauh.

“Kata-kata, tindakan dan sikap orang tua 95 persen dan akan masuk dengan mudah ke pikiran bawah sadar anak-anak tanpa disaring,” tandasnya.

Karena itu agar orangtua mampu mendidik dan membina anak secara baik dan maksimal, perlu mengetahui mengenai hukum hidup seperti hukum servorik, hukum pikiran, hukum kalam dan hukum agama.

Hukum servorik misalnya, semua yang dipikirkan secara kebiasaan akan mengendap dalam bathin bawah sadar. “Jadi pada saat anak dibiarkan semaunya, dan tidak dikendalikan orangtua, akan menjadi kebiasaan buruk. Sehingga tanamkanlah saat ini juga pada anak untuk selalu memberikan hal-hal yang positif. Karena sesuatu yang ditanamkan hal positif akan menuai yang positif pula dan begitupun juga sebaliknya,” ujarnya.

Hukum selanjutnya yaitu hukum pikiran, yang dinyatakan dengan, pikiran adalah sebab dan keadaan adalah efeknya. Bila orangtua menanamkan hal-hal negatif pada anak, maka akan menghasilkan pembinaan anak yang negatif pula.

Menurut penelitian dari psikolog anak, disimpulkan bahwa lebih dari 90 persen permasalahan anak disebabkan oleh kesalahan atau ketidaktahuan orangtua akan cara komunikasi dan penyampaian nilai yang baik terhadap sang anak. Bagi kebanyakan orangtua, sadar maupun tidak sadar, seringkali memperlakukan anak sebagai “robot” yang bisa diperintah dan harus menjalankan setiap perintah yang diberikan kepadanya. Sehingga mulai sekarang tanamkanlah hal-hal positif pada anak dan pahami akan kebutuhan anak.

Selanjutnya hukum kalam, dimana setiap perkataan yang diucapkan baik sadar ataupun tidak pasti berefek. “Misal bila anda sering berkata anakku memang malas, maka bawah sadar anda akan menepatinya dan berusaha anak anda tidak akan pernah rajin dalam bidang apapun. Untuk mengantisipasi kebiasaan buruk ini camkan bahwa bathin bawah sadar bekerja 24 jam sehari, menanggapi kebiasaan perkataan anda, maka mulailah untuk selalu berpikir positif, tuturnya.

Workshop tentang hypno parenting yang akan berlangsung hingga besok ini cukup menyedot banyak peminat. Mereka umumnya kaum ibu yang rata-rata memiliki anak. Tampak hadir Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Ait Chairiyah Komaruddin Hidayat.