Hindari Plagiarisme Membuat Karya Ilmiah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung SPs, BERITA UIN Online – Deputi Direktur Sekolah Pascasarjana (SPs) Bidang Akademik Prof Dr Suwito meminta mahasiswa untuk tidak melakukan plagiarisme dalam membuat karya ilmiah. Tindakan plagiat selain melanggar etika akademis, juga sebagai pembodohan publik. Karya ilmiah yang dimaksud misalnya skripsi, tesis, disertasi, makalah perkuliahan, serta artikel atau karya akademik lain.

“Jika ada pelanggaran plagiarisme, pimpinan SPs tak segan-segan untuk menindak mahasiswa bersangkutan sesuai peraturan yang berlaku,” katanya kepada BERITA UIN Online di Gedung SPs, Kamis (25/8). Karena itu ia mengingatkan agar para mahasiswa maupun akademisi lain menghindari plagiarisme sebagai tanggung jawab insan akademis.

Menurut dia, peraturan dan tata cara pencegahan plagriasme dalam dunia akademik sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 17 Tahun 2010. Peraturan tersebut di antaranya memuat mengenai lingkup dan pelaku, pencegahan, serta sanksi-sanksi yang akan diberikan bilamana terjadi indikasi plagiarisme. “Sanksinya cukup jelas dan tegas, mulai dari teguran hingga pembatalan pemberian ijazah,” tandasnya.

Untuk menghindari tindak plagiarisme karya ilmiah secara dini, pihak SPs saat ini gencar menyosialisasikannya kepada mahasiswa. Tak hanya melalui forum-forum di kelas tetapi juga dalam bentuk informasi spanduk yang dipasang di beberapa titik strategis di Gedung SPs.

Menurut Suwito, informasi melalui spanduk yang dipasang di tempat strategis itu setidaknya untuk mengingatkan mahasiswa mengenai bahaya plagiarisme di dunia akademik.  Sebagai insan akademis, katanya, sangat tidak patut jika mahasiswa, dosen, peneliti, maupun tenaga kependidikan melakukan tindakan tidak terpuji dalam membuat karya ilmiah.

“Tindakan (plagiarisme) tersebut tidak inovatif dan tidak kreatif,” ujarnya. (ns)