Hindari Indoktrinasi Penanaman Nilai-nilai Pancasila

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, BERITA UIN Online--Penanaman nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat sebagai karakter bangsa tidak boleh dilakukan dengan cara atau metode indoktrinasi, tapi dilakukan dengan cara penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

“Kita jangan mengulang masa Orde Baru, di mana penanaman nilai-nilai Pancasila dilakukan dengan cara-cara indoktrinasi.  Itu tidak tepat,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Moh. Matsna HS, MA, pada acara seminar bertajuk “Pendidikan Karakter Sebagai Benteng Moral Bangsa Dalam Mewujudkan Nilai-nilai Pancasila” di Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, Rabu (6/5/2013).

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila mempunyai kesesuauian dengan ajaran Islam. Karena itu, nilai-nilai Pancasila dapat dijadikan sumber pembentukan karakter bangsa. “Pancasila adalah harga mati bagi bangsa Indonesia,” imbuh Guru Besar Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta itu.

Sementara Dekan FITK, Prof. Dr. Rif’at Syauqi Nawawi, MA menyatakan, nilai-nilai Pancasila harus diintegrasikan dalam pembelajaran agar seorang anak didik mempunyai karakter Pancasila. “Penanaman nilai-nilai Pancasila bisa diintegrasikan melalui pembelajaran,” katanya.

Seminar masalah ini sangat penting, sambung dia, karena  saat ini bangsa Indonesia telah nilai-nilai karakter ke-Pancasila-annya luntur. “Padahal dalam Pancasila mengandung nilai-nilai budi luhur atau akhlak mulia,” tandasnya.

Bertindak sebagai narasumber pada seminar ini adalah Prof. Dr. HAAR Tilaar MSc, Ed (pakar pendidikan dan Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia), Prof. Dr. Armai Arif, MA (Guru Besar Pendidikan Islam FITK), dan Ramon Mohandis, PhD (Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI).

Kegiatan dihelat untuk memperingati milad ke-56 FITK. Selain seminar, sejumlah kegiatan juga digelar, antara lain bazar pakaian, buku, dan sebagainya.

Pembukaan milad ditandai dengan pemukulan gong disertai dengan pembacaan kalimat Basmalah dan pemotongan nasi tumpeng oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr. Muhbb Abdul Wahhab, MA kepda Dekan FITK.  (D Antariksa/ Saifudin)