HIMA Biologi Gelar Biopreneur

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta menyelenggarakan Seminar. Kegiatan yang bertajuk Biopreneur tersebut digelar dalam rangka mengembangkan minat mahasiswa untuk menjadi entrepreneur, bertempat di Auditorium Harun Nasution pada, Senin (24/10).

Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta menyelenggarakan Seminar. Kegiatan yang bertajuk Biopreneur tersebut digelar dalam rangka mengembangkan minat mahasiswa untuk menjadi entrepreneur, bertempat di Auditorium Harun Nasution pada, Senin (24/10).

Auditorium Utama, BERITA UIN Online—Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta menyelenggarakan Seminar. Kegiatan yang bertajuk Biopreneur tersebut digelar dalam rangka mengembangkan minat mahasiswa untuk menjadi entrepreneur, bertempat di Auditorium Harun Nasution pada, Senin (24/10).

Acara yang dihadiri Dekan FST Dr Agus Salim tersebut menghadirkan pula dua orang narasumber, yaitu Mohammad Baedowy SE (CEO Majestic Buana Grup, Peraih Penghargaan Kalpataru) dan Prof Dr Lily Surayya Eka Putri M.Env Stud (Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi) UIN Jakarta.

Dalam sambutannya, Dekan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh HIMA Program Studi Biologi tersebut. Ia juga berharap kegiatan ini mampu memupuk jiwa enterpreneur di kalangan mahasiswa UIN dan Program Studi Biologi pada khususnya.

“Selamat kepada para panitia yang telah mensukseskan kegiatan positif pada pagi ini. Lebih jauh, kami berharap acara ini  menginspirasi kami sesuatu yang berbeda yang ingin dikembangkan oleh Prodi Biologi. Semoga, peserta dapat mengambil pelajaran dan manfaat dari ilmu yang disampaikan oleh kedua pembicara,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Baedowy menekankan agar memanfaatkan masa muda untuk berinvestasi baik dalam segi materi maupun kebiasaan postif, selain itu dalam memulai suatu bisnis jangan pernah memulai dengan berhutang.

“Pengalaman saya, jika berbisnis dimulai dengan berhutang (pinjaman), tidak sedikit yang menemui kendala  dan tak jarang pula yang gulung tikar berakhir dengan  kerugian,” pesannya.

Masih menurut Baedowy, cobalah untuk menyisihkan uang saku harian untuk menabung yang kelak dapat digunakan sebagai modal awal berbisnis. “Mintalah rizki untuk memulai bisnis pada Sang Maha Kaya pemilik segalanya, bukan bank atau yang lainnya,” tegas Baedowy. (lrf/rdr)