Hari Pertama Wisuda Ke-102, Rektor Lepas 532 Wisudawan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Hari pertama pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-102, Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA melepas sebanyak 532 sarjana baru. Mereka berasal dari program S1 sebanyak 532 orang. Upacara pelepasan digelar dalam Sidang Senat Terbuka di Auditorium Harun Nasution, Sabtu (26/11).

Hari pertama pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-102, Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA melepas sebanyak 532 sarjana baru. Mereka berasal dari program S1 sebanyak 532 orang. Upacara pelepasan digelar dalam Sidang Senat Terbuka di Auditorium Harun Nasution, Sabtu (26/11).

Auditorium, BERITA UIN Online— Hari pertama pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-102, Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA melepas sebanyak 532 sarjana baru. Mereka berasal dari program S1 sebanyak 532 orang.

Upacara pelepasan digelar dalam Sidang Senat Terbuka di Auditorium Harun Nasution, Sabtu (26/11). Acara dibuka oleh Ketua Senat Universitas Prof Dr HM. Atho Mudzhar MA, serta dihadiri para Guru Besar, orangtua wisudawan, dan para tamu undangan.

Dari jumlah yang diwisuda hari ini, berasal dari beberapa fakultas, diantaranya Fakultas Ushuluddin 65 orang, Fakultas Syariah dan Hukum  188 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 112 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 63 orang, dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 75 orang, dan terakhir wisudawan yang berasal dari Fakultas Psikologi yang berjumlah 29 orang.

Selain melepas dan melantik sarjana baru, Rektor juga mengucapkan selamat atas keberhasilan para wisudawan menyelesaikan pendidikannya di kampus UIN Jakarta. Dia juga berpesan dalam sambutannya, agar para wisudawan mengamalkan ilmu yang didapat selama menempuh perkuliahan di UIN Jakarta.

“Kepada para orang tua, orang tua asuh, penyedia beasiswa, dan keluarga wisudawan, kami atas nama sivitas akademika UIN Jakarta mengucapkan selamat dan terima kasih serta turut berbahagia atas keberhasilan para wisudawan dalam menyelesaikan pendidikannya di kampus tercinta ini,” kata rektor.

Ditambahkan rektor, bahwa saat ini UIN Jakarta tengah berjuang mentransformasikan diri menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). Pasalnya, dengan perubahan tersebut, maka UIN Jakarta bakal memiliki keleluasaan dalam pengembangan program akademik.

“Dengan PTN BH, maka UIN Jakarta mampu lebih cepat dalam mengembangkan keilmuan yang dinamis. Seperti, perubahan, pembukaan bahkan penutupan program studi serta mendesain kurikulumnya menjadi keleluasaan internal UIN Jakarta sendiri,” jelasnya. (lrf)