Hari ini, PSGA Gelar UIN Jakarta Peduli

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Jakarta bekerjasama dengan Prodi Pendidikan Dokter FKIK UIN Jakarta, Klinik Makmur Jaya, Yayasan Kanker Indonesia, dan RS Syarif Hidayatullah dijadwalkan menyelenggarakan kegiatan UIN Jakarta Peduli bagi sivitas akademi di Auditorium Harun Nasution, Kamis (21/04). Kegiatan yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB ini ini diharap menanamkan kesadaran bagi seluruh sivitas tentang pentingnya pemeliharaan kesehatan.

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Jakarta bekerjasama dengan Prodi Pendidikan Dokter FKIK UIN Jakarta, Klinik Makmur Jaya, Yayasan Kanker Indonesia, dan RS Syarif Hidayatullah dijadwalkan menyelenggarakan kegiatan UIN Jakarta Peduli bagi sivitas akademi di Auditorium Harun Nasution, Kamis (21/04). Kegiatan yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB ini ini diharap menanamkan kesadaran bagi seluruh sivitas tentang pentingnya pemeliharaan kesehatan.

Auditorium Harun Nasution, BERITA UIN Online—Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Jakarta bekerjasama dengan Prodi Pendidikan Dokter FKIK UIN Jakarta, Klinik Makmur Jaya, Yayasan Kanker Indonesia, dan RS Syarif Hidayatullah dijadwalkan menyelenggarakan kegiatan UIN Jakarta Peduli bagi sivitas akademi di Auditorium Harun Nasution, Kamis (21/04). Kegiatan yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB ini ini diharap menanamkan kesadaran bagi seluruh sivitas tentang pentingnya pemeliharaan kesehatan.

Data publikasi PSGA yang didapat BERITA UIN Online mencatat, kegiatan UIN Jakarta Peduli ini mencakup tiga kegiatan, yakni Seminar Kesehatan, Deteksi Dini Kanker Serviks, dan Pengobatan Gratis. Untuk kegiatan seminar, PSGA menghadirkan dr. Budiman Sp.OG, seorang dokter spesialis kandungan sebagai narasumber. Seminar ini diharapkan dapat memberi pemahaman dan kesadaran pentingnya pemeliharaan kesehatan reproduksi.

Sementara itu, kegiatan deteksi dini kanker serviks diharapkan memfasilitasi para sivitas perempuan dalam menjaga dan mendeteksi sedini mungkin kemungkinan penyakit yang cukup ditakuti kalangan perempuan. Data PSGA mencatat, kanker serviks menjadi penyakit nomor dua terbanyak diderita wanita di dunia.

Tak kurang dari 500.000 wanita di seluruh dunia didiagnosa menderita kanker leher rahim dimana rata-rata 270.000 wanita meninggal tiap tahunnya. Untuk Indonesia, penyakit yang juga dikenal kanker leher rahim merupakan jenis kanker paling banyak yang terjadi pada perempuan.

Tanpa memandang usia dan latar belakang, setiap perempuan beresiko terkena penyakit yang disebabkan virus Human Papilloma (HPV) ini. Bahkan kanker ini sering menjangkiti dan membunuh wanita usia produktif (30 sampai 50 tahun). “Melihat tingginya faktor risiko penderita penyakit ini, sudah seharusnya kaum perempuan melakukan screening atau deteksi dini,” tutur Ketua PSGA Ir. Rahmi Purnomowati M.Si dalam rilisnya. (Laporan : Zuhrotul Uyun)