Guru Besar UIN Jakarta Kebanjiran Ceramah di Televisi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Luthfi Destianto

Kampus I, UINJKT Online – Memasuki bulan suci Ramadhan 1429 H, wajah sejumlah dosen dan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kerap tampil dalam acara rohani di layar kaca. Mereka dipilih karena dinilai memiliki pandangan keagamaan yang mendalam, moderat, dan menyejukkan.

Guru Besar Ilmu Tafsir Prof Dr Quraish Shihab, misalnya, kini mengisi ceramah di dua acara yang berbeda di dua stasiun televisi. Keduanya yaitu Tafsir Al Misbah di METRO TV ditayangkan saat sahur pukul 03.00 dan Kuliah Tujuh Menit (KULTUM) menjelang adzan maghrib di RCTI. Keduanya ditayangkan setiap hari di bulan suci Ramadhan

Staf Humas METRO TV Yunita mengaku pihaknya mengagumi sosok Quraish Shihab sebagai ahli tafsir yang mumpuni dan dikenal luas masyarakat. Kitab Tafsir Al-Misbah yang ditulisnya diterima masyarakat sebagai salah satu rujukan utama dalam menafsirkan Al-Qur’an.

”Oleh karena itu, kami (METRO TV)  tidak bosan-bosannya memanggil beliau turut mengisi salah satu acara kerohanian di bulan Ramadhan sejak tiga tahun yang lalu” ujarnya saat dihubungi UINJKT Online melalui ponselnya, Rabu, (4/9)

Hal yang sama dilakukan Guru Besar UIN Jakarta lainnya, Prof Dr Din Syamsuddin MA. Menurut Yuniati, Alumni IAIN Jakarta ini diamanahkan untuk mengisi  salah satu program talk show berdurasi 30 menit yang menampilkan hikmah di balik fenomena sosial yang berlangsung saat ini bertajuk ”Hikmah Ramadhan”.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah ini tidak sendirian dalam mengisi talkshow tersebut. Ia akan ditemani oleh selebritis ibukota yang dikenal alim dan soleh dimata masyarakat seperti Astri Ivo, Marissa Haque, dan artis lainnya, dalam acara yang ditayangkan setiap hari pukul 16.30 di Metro TV

”Kami memang sengaja untuk menghadirkan tokoh, dosen atau guru besar dari UIN Jakarta yang kami nilai memiliki kapabilitas di bidangnya. Kami menilai tokoh dari UIN Jakarta cukup moderat dan mewakili aspirasi masyarakat,” ujar Yuniati saat menutup ponselnya. (Nif/Ed)

Guru Besar UIN Jakarta Kebanjiran Ceramah di Televisi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Luthfi Destianto

Kampus I, UINJKT Online – Memasuki bulan suci Ramadhan 1429 H, wajah sejumlah dosen dan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kerap tampil dalam acara rohani di layar kaca. Mereka dipilih karena dinilai memiliki pandangan keagamaan yang mendalam, moderat, dan menyejukkan.

Guru Besar Ilmu Tafsir Prof Dr Quraish Shihab, misalnya, kini mengisi ceramah di dua acara yang berbeda di dua stasiun televisi. Keduanya yaitu Tafsir Al Misbah di METRO TV ditayangkan saat sahur pukul 03.00 dan Kuliah Tujuh Menit (KULTUM) menjelang adzan maghrib di RCTI. Keduanya ditayangkan setiap hari di bulan suci Ramadhan

Staf Humas METRO TV Yunita mengaku pihaknya mengagumi sosok Quraish Shihab sebagai ahli tafsir yang mumpuni dan dikenal luas masyarakat. Kitab Tafsir Al-Misbah yang ditulisnya diterima masyarakat sebagai salah satu rujukan utama dalam menafsirkan Al-Qur’an.

”Oleh karena itu, kami (METRO TV)  tidak bosan-bosannya memanggil beliau turut mengisi salah satu acara kerohanian di bulan Ramadhan sejak tiga tahun yang lalu” ujarnya saat dihubungi UINJKT Online melalui ponselnya, Rabu, (4/9)

Hal yang sama dilakukan Guru Besar UIN Jakarta lainnya, Prof Dr Din Syamsuddin MA. Menurut Yuniati, Alumni IAIN Jakarta ini diamanahkan untuk mengisi  salah satu program talk show berdurasi 30 menit yang menampilkan hikmah di balik fenomena sosial yang berlangsung saat ini bertajuk ”Hikmah Ramadhan”.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah ini tidak sendirian dalam mengisi talkshow tersebut. Ia akan ditemani oleh selebritis ibukota yang dikenal alim dan soleh dimata masyarakat seperti Astri Ivo, Marissa Haque, dan artis lainnya, dalam acara yang ditayangkan setiap hari pukul 16.30 di Metro TV

”Kami memang sengaja untuk menghadirkan tokoh, dosen atau guru besar dari UIN Jakarta yang kami nilai memiliki kapabilitas di bidangnya. Kami menilai tokoh dari UIN Jakarta cukup moderat dan mewakili aspirasi masyarakat,” ujar Yuniati saat menutup ponselnya. (Nif/Ed)