Global Peace Festival Foundation dan UKM Bahasa Suarakan Perdamaian

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Putri Kartika Utami

Aula SC, UIN Online – Dari abad ke abad, perjalanan peradaban umat manusia selalu diiringi oleh konflik dan perang. Di antara hal yang menjadi penyebab konflik selama ini yaitu  perbedaan warna kulit, kebangsaan, suku, ras, agama, dan pembatas-pembatas lainnya. Namun di era globalisasi dan demokratisasi seperti sekarang ini, hal itu tidak boleh terjadi lagi. Yang harus dilakukan umat manusia di seluruh dunia adalah mewujudkan kehidupan yang damai.

Hal itu ditegaskan James Poon dari Global Peace Festival Foundation (GPFF) pada acara “Global Peace Festival” yang diselenggarakan GPFF bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Foreign Language Asosiation (FLAT Bahasa) di Aula Student Center, Jumat (30/7).

Selain seminar diisi dengan seminar motivasi, kegiatan juga diisi dengan pemutaran film dokumenter oleh astronot muslim berkebangsaan Malaysia Dr Sheikh Muszaphar. Ia adalah duta GPFF dan astronot pertama yang berasal dari Asia Tenggara.

Dalam kegiatan itu turut hadir Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya, para aktivis perdamaian dunia dari berbagai LSM, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kampanye perdamaian dunia GPFF setelah sebelumnya mengadakan Workshop GPFF sekaligus perekrutan relawan. Kegiatan dilanjutkan dengan proyek pelayanan pada masyarakat di Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (31/7). []

 

 

 

Amin Suma: Persiapkan Diri Menyambut Puasa Ramadhan

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Masjid Fathullah, UIN Online - Memasuki bulan suci Ramadhan, sudah semestinya umat Islam harus mempersiapkan diri dengan penuh rasa bahagia. Hal itu bisa dilakukan melaksanakan amal kebaikan, baik yang berhubungan dengan sang pencipta (Allah SWT) maupun sesama manusia.

“Meski bulan Ramadhan tinggal hitungan hari lagi, alangkah baiknya niat untuk melaksanakan amal kebaikan, harus kita lakukan sejak sekarang. Seperti membiasakan shalat fardhu berjamaah dan menghatamkan membaca al-Qur’an,” kata Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Prof Dr Amin Suma SH MA MM dalam khutbah Jumat di Masjid Fathullah, Jum’at (30/7).

Amin menegaskan, bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan keagungan. Hingga adanya sebutan terhadap bulan Ramadhan yakni asyuhrul hurum (bulan yang dihormati), merupakan bukti bulan Ramadhan berbeda dari bulan lainnya.

“Coba kita lihat pada bulan Ramadhan tempat hiburan ditutup. Ini bisa jadi isyarat menghormati bulan suci Ramadhan. Tapi bukan berarti di luar bulan Ramadhan, maksiat diperbolehkan,” jelasnya.

Amin menyayangkan masih adanya sebagian masyarakat yang beranggapan keliru dalam memahami hadis Nabi SAW terkait pada bulan Ramadhan syaitan dibelenggu, tapi kemakasiatan masih terlihat dilakukan.

“Ini harus diluruskan, bahwa syaitan terbelenggu yakni karena kebiasaan kita dalam melakukan aktifitas amal shaleh di bulan Ramadhan,” tutur Amin yang juga anggota Dewan Syariah Dompet Dhuafa Republika. []

Global Peace Festival Foundation dan UKM Bahasa Suarakan Perdamaian

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Putri Kartika Utami

Aula SC, UIN Online – Dari abad ke abad, perjalanan peradaban umat manusia selalu diiringi oleh konflik dan perang. Di antara hal yang menjadi penyebab konflik selama ini yaitu  perbedaan warna kulit, kebangsaan, suku, ras, agama, dan pembatas-pembatas lainnya. Namun di era globalisasi dan demokratisasi seperti sekarang ini, hal itu tidak boleh terjadi lagi. Yang harus dilakukan umat manusia di seluruh dunia adalah mewujudkan kehidupan yang damai.

Hal itu ditegaskan James Poon dari Global Peace Festival Foundation (GPFF) pada acara “Global Peace Festival” yang diselenggarakan GPFF bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Foreign Language Asosiation (FLAT Bahasa) di Aula Student Center, Jumat (30/7).

Selain seminar diisi dengan seminar motivasi, kegiatan juga diisi dengan pemutaran film dokumenter oleh astronot muslim berkebangsaan Malaysia Dr Sheikh Muszaphar. Ia adalah duta GPFF dan astronot pertama yang berasal dari Asia Tenggara.

Dalam kegiatan itu turut hadir Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya, para aktivis perdamaian dunia dari berbagai LSM, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kampanye perdamaian dunia GPFF setelah sebelumnya mengadakan Workshop GPFF sekaligus perekrutan relawan. Kegiatan dilanjutkan dengan proyek pelayanan pada masyarakat di Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (31/7). []

 

 

 

Amin Suma: Persiapkan Diri Menyambut Puasa Ramadhan

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Masjid Fathullah, UIN Online - Memasuki bulan suci Ramadhan, sudah semestinya umat Islam harus mempersiapkan diri dengan penuh rasa bahagia. Hal itu bisa dilakukan melaksanakan amal kebaikan, baik yang berhubungan dengan sang pencipta (Allah SWT) maupun sesama manusia.

“Meski bulan Ramadhan tinggal hitungan hari lagi, alangkah baiknya niat untuk melaksanakan amal kebaikan, harus kita lakukan sejak sekarang. Seperti membiasakan shalat fardhu berjamaah dan menghatamkan membaca al-Qur’an,” kata Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Prof Dr Amin Suma SH MA MM dalam khutbah Jumat di Masjid Fathullah, Jum’at (30/7).

Amin menegaskan, bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan keagungan. Hingga adanya sebutan terhadap bulan Ramadhan yakni asyuhrul hurum (bulan yang dihormati), merupakan bukti bulan Ramadhan berbeda dari bulan lainnya.

“Coba kita lihat pada bulan Ramadhan tempat hiburan ditutup. Ini bisa jadi isyarat menghormati bulan suci Ramadhan. Tapi bukan berarti di luar bulan Ramadhan, maksiat diperbolehkan,” jelasnya.

Amin menyayangkan masih adanya sebagian masyarakat yang beranggapan keliru dalam memahami hadis Nabi SAW terkait pada bulan Ramadhan syaitan dibelenggu, tapi kemakasiatan masih terlihat dilakukan.

“Ini harus diluruskan, bahwa syaitan terbelenggu yakni karena kebiasaan kita dalam melakukan aktifitas amal shaleh di bulan Ramadhan,” tutur Amin yang juga anggota Dewan Syariah Dompet Dhuafa Republika. []