Generasi Sekarang Adopsi Pola Makanan Buruk

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Elly Afriani

Aula SC, UIN Online — Generasi sekarang lebih banyak menerapkan pola makan yang buruk. Pola makan buruk ini meliputi berlebihan mengonsumsi protein hewani, lemak dan makanan diproses serta olahan, kurang mengkonsumsi makanan segar dan alami, serta makan terburu-buru.

“Pola makan yang buruk akan menyebabkan kegemukkan dan beberapa penyakit lainnya. Gangguan pencernaan, penyakit jantung, diabetes dan kanker usus besar,” kata ahli gizi Andang W. Gunawan ND pada acara Seminar Profesi Gizi bertajuk Sudah Sehat dan Idealkah Pola Makan Anda? yang digelar BEM Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan di Aula Student Center, Rabu (23/12).

Ini, kata Andang, diperparah dengan gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang tidur atau istirahat, kurang olahraga, merokok dan minum-minuman beralkohol.

Andang memaparkan hal-hal yang dapat menjaga keseimbangan metabolisme dan kesehatan pencernaan. Pertama, sarapan dengan makanan yang mudah dicerna, karena pagi hari tubuh berada pada siklus pembuangan. Sementara, jika ingin makan makanan yang lebih padat, maka dikonsumsi pada siklus pencernaan pukul 12.00-20.00.

Tidak makan makanan tinggi protein dan pati atau tepung bersamaan, karena masing-masing perlu enzim berbeda dan tiap enzim perlu pH yang berbeda. Tidak mengkonsumsi buah sesudah makanan tinggi protein dan pati. Buah paling cepat dicerna, namun jika bercampur dengan makanan lain dapat menggangu pencernaan makanan tersebut.

Selain itu, mengkombinasi makanan tinggi protein atau pati dengan sayuran untuk menjaga keseimbangan asam basa darah.

“Tidak makan lagi di atas pukul 21.00 karena tubuh sudah masuk ke siklus penyerapan dan asimilasi makanan,” ujarnya.*

 

 

 

 

 

 

Generasi Sekarang Adopsi Pola Makanan Buruk

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Elly Afriani

Aula SC, UIN Online — Generasi sekarang lebih banyak menerapkan pola makan yang buruk. Pola makan buruk ini meliputi berlebihan mengonsumsi protein hewani, lemak dan makanan diproses serta olahan, kurang mengkonsumsi makanan segar dan alami, serta makan terburu-buru.

“Pola makan yang buruk akan menyebabkan kegemukkan dan beberapa penyakit lainnya. Gangguan pencernaan, penyakit jantung, diabetes dan kanker usus besar,” kata ahli gizi Andang W. Gunawan ND pada acara Seminar Profesi Gizi bertajuk Sudah Sehat dan Idealkah Pola Makan Anda? yang digelar BEM Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan di Aula Student Center, Rabu (23/12).

Ini, kata Andang, diperparah dengan gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang tidur atau istirahat, kurang olahraga, merokok dan minum-minuman beralkohol.

Andang memaparkan hal-hal yang dapat menjaga keseimbangan metabolisme dan kesehatan pencernaan. Pertama, sarapan dengan makanan yang mudah dicerna, karena pagi hari tubuh berada pada siklus pembuangan. Sementara, jika ingin makan makanan yang lebih padat, maka dikonsumsi pada siklus pencernaan pukul 12.00-20.00.

Tidak makan makanan tinggi protein dan pati atau tepung bersamaan, karena masing-masing perlu enzim berbeda dan tiap enzim perlu pH yang berbeda. Tidak mengkonsumsi buah sesudah makanan tinggi protein dan pati. Buah paling cepat dicerna, namun jika bercampur dengan makanan lain dapat menggangu pencernaan makanan tersebut.

Selain itu, mengkombinasi makanan tinggi protein atau pati dengan sayuran untuk menjaga keseimbangan asam basa darah.

“Tidak makan lagi di atas pukul 21.00 karena tubuh sudah masuk ke siklus penyerapan dan asimilasi makanan,” ujarnya.*