Generasi Muda Harus Diperhatikan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Gedung FUF, UINJKT OnlineKetua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dr Aziz Syamsuddin mengatakan, generasi muda merupakan faktor utama yang harus diperhatikan pemerintah. Karena kekayaan suatu bangsa di masa depan dapat diukur dari kesiapan generasi muda memimpin bangsa di masa depan.

Hal itu dikatakan Aziz dalam dialog kebangsaan bertema “Peran dan Kontribusi Pemuda dalam Kepemimpinan Bangsa” yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Politik Pemikiran Islam (PPI) Fakultas Usuluddin dan Filsafat (FUF) bekerjasama dengan Front Persatuan Nasional (FPN) di ruang teater FUF, Rabu (20/5).

“Walaupun persentase jumlah pemuda Indonesia kurang dari 10 persen dari total jumlah penduduk, namun pemuda tetaplah suatu potensi yang tak ternilai harganya mengingat peran yang mereka jalankan begitu penting,” katanya.

Hal itu, lanjut Aziz, harus ditunjang dengan memiliki karakter kuat, ikhlas, semangat juang tinggi dan aktif dalam berbuat. “Ini merupakan modal dasar bagi suatu perjuangan moral,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Front Persatuan Nasional (FPN) Agus Miftah mengajak peserta agar menjadi pemuda yang mampu mengkombinasikan antara dzikir dan pikir. “Pemuda harus mampu menggabungkan antara dzikir dan pikir serta mengukir sejarah kehidupan dengan hikmat kepada Tuhan dan umat manusia,” ujarnya.  [Nif/Ed]

Generasi Muda Harus Diperhatikan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Gedung FUF, UINJKT OnlineKetua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dr Aziz Syamsuddin mengatakan, generasi muda merupakan faktor utama yang harus diperhatikan pemerintah. Karena kekayaan suatu bangsa di masa depan dapat diukur dari kesiapan generasi muda memimpin bangsa di masa depan.

Hal itu dikatakan Aziz dalam dialog kebangsaan bertema “Peran dan Kontribusi Pemuda dalam Kepemimpinan Bangsa” yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Politik Pemikiran Islam (PPI) Fakultas Usuluddin dan Filsafat (FUF) bekerjasama dengan Front Persatuan Nasional (FPN) di ruang teater FUF, Rabu (20/5).

“Walaupun persentase jumlah pemuda Indonesia kurang dari 10 persen dari total jumlah penduduk, namun pemuda tetaplah suatu potensi yang tak ternilai harganya mengingat peran yang mereka jalankan begitu penting,” katanya.

Hal itu, lanjut Aziz, harus ditunjang dengan memiliki karakter kuat, ikhlas, semangat juang tinggi dan aktif dalam berbuat. “Ini merupakan modal dasar bagi suatu perjuangan moral,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Front Persatuan Nasional (FPN) Agus Miftah mengajak peserta agar menjadi pemuda yang mampu mengkombinasikan antara dzikir dan pikir. “Pemuda harus mampu menggabungkan antara dzikir dan pikir serta mengukir sejarah kehidupan dengan hikmat kepada Tuhan dan umat manusia,” ujarnya.  [Nif/Ed]