Gedung Pustiknas Terbesar di Asia Tenggara Diresmikan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Kampus II, UIN Online – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balitbang SDM) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Cahyana Ahmadjayadi mewakili Menteri Kominfo Tifatul Sembiring, Rabu (15/12), meresmikan penggunakan Gedung Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Pustiknas) di kampus II UIN Jakarta. Peresmian gedung pusat pelatihan tenaga ahli TIK terbesar di Asia Tenggara tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatangangan prasasti.

Hadir Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof Dr Mohammad Ali, Duta Besar Korea untuk Indonesia Kim Ho-Young, Presiden Korea Telecomunication Corporation (KTC) Kim Han-Suk, Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar, dan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya.

Kabalitbang Kemkominfo Cahyana Ahmadjayadi dalam sambutannya menyatakan, pendirian Pustiknas bertujuan antara lain untuk melatih para tenaga ahli, baik dari kalangan pemerintah maupun swasta, di seluruh Indonesia dalam penguasaan dan pemanfaatan terhadap TIK. Selain itu, Pustiknas bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat  melalui penggunaan TIK.

“Kita berharap Pustiknas akan memberikan kontribusi bagi terciptanya tatanan masyarakat informasi yang sejahtera melalui penyelenggaraan TIK secara efektif dan efisien,” katanya.

Dia juga menyatakan, pembangunan Pustiknas yang pengelolaannya dikerjasamakan dengan UIN Jakarta dinilai sebagai langkah tepat. Hal itu setidaknya akan membentuk sumberdaya manusia yang berwawasan, penuh kearifan serta sarat dengan nilai-nilai spiritual. “Intinya bagaimana pengembangan dan implementasi TIK selalu berpijak pada amar ma’ruf nahi munkar (menyuruh yang baik dan mencegah yang munkar),” tandasnya.

Gedung Pustiknas dibangun di atas lahan seluas 9.300 meter persegi dan luas bangunan 7.800 meter persegi. Biaya pembangunan gedung berasal dari pinjaman lunak Pemerintah Korea melalui Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Exim Bank senilai 21 juta dollasr AS atau sekitar Rp 200 miliar.

Gedung Pustiknas terdiri atas bangunan utama dan asrama. Gedung utama memiliki fungsi sebagai training center, data center, dan service center. Sedangkan gedung asrama berfungsi sebagai penginapan peserta dengan daya tampung 180 orang. (ns)

Gedung Pustiknas Terbesar di Asia Tenggara Diresmikan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Kampus II, UIN Online – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balitbang SDM) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Cahyana Ahmadjayadi mewakili Menteri Kominfo Tifatul Sembiring, Rabu (15/12), meresmikan penggunakan Gedung Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Pustiknas) di kampus II UIN Jakarta. Peresmian gedung pusat pelatihan tenaga ahli TIK terbesar di Asia Tenggara tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatangangan prasasti.

Hadir Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof Dr Mohammad Ali, Duta Besar Korea untuk Indonesia Kim Ho-Young, Presiden Korea Telecomunication Corporation (KTC) Kim Han-Suk, Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar, dan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya.

Kabalitbang Kemkominfo Cahyana Ahmadjayadi dalam sambutannya menyatakan, pendirian Pustiknas bertujuan antara lain untuk melatih para tenaga ahli, baik dari kalangan pemerintah maupun swasta, di seluruh Indonesia dalam penguasaan dan pemanfaatan terhadap TIK. Selain itu, Pustiknas bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat  melalui penggunaan TIK.

“Kita berharap Pustiknas akan memberikan kontribusi bagi terciptanya tatanan masyarakat informasi yang sejahtera melalui penyelenggaraan TIK secara efektif dan efisien,” katanya.

Dia juga menyatakan, pembangunan Pustiknas yang pengelolaannya dikerjasamakan dengan UIN Jakarta dinilai sebagai langkah tepat. Hal itu setidaknya akan membentuk sumberdaya manusia yang berwawasan, penuh kearifan serta sarat dengan nilai-nilai spiritual. “Intinya bagaimana pengembangan dan implementasi TIK selalu berpijak pada amar ma’ruf nahi munkar (menyuruh yang baik dan mencegah yang munkar),” tandasnya.

Gedung Pustiknas dibangun di atas lahan seluas 9.300 meter persegi dan luas bangunan 7.800 meter persegi. Biaya pembangunan gedung berasal dari pinjaman lunak Pemerintah Korea melalui Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Exim Bank senilai 21 juta dollasr AS atau sekitar Rp 200 miliar.

Gedung Pustiknas terdiri atas bangunan utama dan asrama. Gedung utama memiliki fungsi sebagai training center, data center, dan service center. Sedangkan gedung asrama berfungsi sebagai penginapan peserta dengan daya tampung 180 orang. (ns)